Listrik Naik, Tarif Sewa Kantor di Jakarta Naik 35%

detail berita

Perkantoran di kawasan Thamrin, Jakarta (Foto: Nur Januarita/Okezone)

JAKARTA - Tarif sewa ruang perkantoran di Jakarta diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 35 persen sepanjang tahun 2013. Hal ini disebabkan beberapa faktor, salah satunya kenaikan tarif dasar listrik sebesar 15 persen mulai Januari 2013.

Tak hanya itu, permintaan (demand) yang tinggi dari perusahaan-perusahaan asing dalam industri perbankan dan keuangan pun turut mengerek naiknya tarif sewa kantor. Kondisi ini terjadi sebab perekonomian Indonesia dinilai stabil dan terus tumbuh, sehingga banyak perusahaan tertarik untuk berekspansi.

Demikian disampaikan konsultan properti Coldwell Banker Commercial, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (7/5/2013). Selain itu, harga tanah yang terus meningkat juga menjadi pendorong kenaikan tarif pada kantor dengan sistem sewa (leasing office).

Lebih lanjut, mereka memperkirakan kondisi ini akan terus terjadi hingga dua tahun ke depan. “Suplai dari gedung-gedung kantor baru merupakan faktor pendorong kenaikan harga dalam waktu dekat,” sebutnya.

Sementara mengenai profil konsumen, sebagian besar yang tertarik memanfaatkan ruang perkantoran di Jakarta berasal dari sektor perbankan, konsultan keuangan, properti, energi, agribisnis, telekomunikasi dan ritel.

Dalam beberapa tahun ke depan diprediksi, suplai ruang kantor baru untuk area CBD akan lebih banyak tersedia di wilayah barat dan selatan Jakarta. Sementara untuk non-CBD, koridor TB Simatupang masih menunjukkan geliat properti yang tumbuh signifikan. (NJB)

Kawasan Kuningan Lebih Prestisius & Menjual

 

detail berita

Kawasan Kuningan (Foto: Noe/Okezone)

JAKARTA - Kawasan segitiga emas Jakarta yang meliputi wilayah Kuningan, Sudirman, dan Thamrin masih menjadi primadona. Maka tak heran apabila banyak pengembang properti yang berlomba-lomba mengembangkan proyek di kawasan ini, mulai apartemen, hotel, hingga gedung perkantoran.

Di sisi lain, lahan di kawasan ini pun semakin terbatas. Namun, tingginya permintaan (demand) dari konsumen tidak sebanding dengan jumlah suplai yang ada. Hal tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi kalangan pengembang.

Menurut Manager Research and Consultancy dari konsultan properti Coldwell Banker Commercial, Meyriana Kesuma, alasan kawasan segitiga emas begitu banyak diminati adalah nilai prestisius, selain dari statusnya sebagai area primer di Jakarta.

“Kawasan Kuningan lebih prestise. Orang kalau lihat nama jalannya saja Rasuna Said sudah langsung tahu dan itu yang menarik banyak korporat untuk menyewa kantor di kawasan ini,” kata Meyriana kepada Okezone, usai topping off Lippo Kuningan di Jakarta, Selasa (7/5/2013).

Menurutnya, nilai prestise tersebut sekaligus menjadi jualan bagi produk properti yang dimiliki oleh pengembang tertentu. Selain itu, keunggulan lain dari daerah Kuningan, Jakarta Selatan, adalah akses yang mudah dan bebas 3 in 1.

“Aksesnya mudah untuk menuju Sudirman, Cawang, TB Simatupang. Meskipun sering macet tapi ada jalan alternatif yang bisa ditempuh. Apalagi ada jalur busway yang bisa memudahkan pekerja dari korporat-korporat yang berkantor di sini,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebagai area primer di Jakarta, harga tanah di Kuningan pun terbilang tinggi, rata-rata mencapai Rp22 juta sampai Rp25 juta per meter persegi (m2). Tingginya harga tanah tersebut juga  membuat banyak pengembang memilih mengembangkan perkantoran sewa (leasing office) ketimbang strata title.

“Perkantoran sewa tentunya lebih menguntungkan bagi sisi pengembang. Tapi di sini juga masih ada proyek kantor strata, hanya proyeknya baru rampung di 2014. Jadi suplai untuk 2013 ini memang sedikit,” papar Meyriana.

Sebagai informasi, developer-developer besar banyak yang mengembangkan proyeknya di wilayah ini. Sebut saja Bakrie Group melalui PT Bakrieland Development Tbk, yang membangun proyek OCEA Condotel di kawasan Rasuna Epicentrum.

Belum lagi Ciputra World yang dikembangkan oleh PT Ciputra Property Tbk. Secara berturut-turut mereka membangun Ciputra World I, Ciputra Wolrd II, dan Ciputra World III. Selanjutnya, Pakuwon Group yang mengembangkan Mal Kota Kasablanka yang termasuk proyek superblok seluas 9,5 hektare di Jalan Casablanca, Jakarta Selatan. (nia)

Hari Ini, SBY Bertemu Ical Bahas Kenaikan BBM

Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie untuk membahas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Berdasarkan jadwal yang diterima Okezone dari Biro Pers Istana, Rabu (8/5/2013), SBY akan menerima Ical di kantor kepresidenan sekira pukul 10.30 WIB.

Setelah bertemu dengan Ical, SBY akan memimpin Sidang Kabinet Paripurna tentang Perkembangan Perekonomian Terkini dan Persiapan RAPBN-P 2013.

Selain bertemu Ical, SBY juga dijadwalkan akan mengadakan pertemuan dengan pimpinan DPR pada 13 Mei 2013 mendatang membahas persiapan atas kenaikan BBM.

Proyek Kabel Bawah Laut Jawa-Bali Molor, Konsumsi BBM Untuk Listrik Boros

Jakarta - Konsumsi BBM untuk membangkitkan listrik PT PLN (Persero) bakal naik dari 5,6 juta kiloliter (KL) menjadi 6 juta KL tahun ini. Akibat molornya proyek kabel bawah laut Jawa-Bali.

“Jumlah ini melewati target yang ditentukan yakni sebesar 5,6 juta KL, meningkatnya konsumsi BBM ini untuk membangkitkan listrik ini karena efek dari mundurnya proyek pembangkit listrik tahun lalu dan berimbas ke tahun ini,” ungkap Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman ketika ditemui di Hotel Gran Melia, Jakarta, Senin (6/5/2013).

Dikatakan Jarman, salah satu proyek yang membuat konsumsi BBM PLN meningkat adalah molornya pengerjaan proyek kabel bawah laut Jawa-Bali. “Proyek ini sebenarnya ditergerkan pada akhir Desember 2012 namun baru akan selesai pada 2013,” ujarnya.

Proyek kabel bawah laut ini sebenarnya bisa mentransfer daya dari Jawa ke Bali sebesar 200 megawatt (MW). “Akibat molor, konsumsi BBM untuk listrik di Bali bertambah besar, ini karena hampir seluruh pembangkit listrik di Bali dibangkitkan menggunakan BBM,” katanya.

Nantinya kenaikan konsumsi BBM PLN ini akan dibahas kembali dalam APBN Perubahan (APBN-P) 2013.

“Ini nanti akan dibahas kembali di Rancangan APBN Perubahan 2013 dengan DPR Mei ini, karena kenaikan konsumsi BBM ini akan berdampak pada peningkatan subsidi listrik yang pada 2013 sudah ditetapkan sebesar Rp 80 triliun,” ungkapnya.

Dengan kabel listrik bawah laut ini, pasokan listrik dari PLTU (Batubara) dari Jawa akan ditransfer ke Bali tujuannya penggunaan BBM untuk listrik di Bali berkurang.

“Dengan molornya proyek ini, artinya akan membuat Bali akan lebih banyak memproduksi listrik dengan menggunakan BBM, karena hampir seluruh pembangkit listrik di Bali menggunakan BBM,” tandasnya.

Berdasarkan data PLN, proyek kabel listrik bawah laut Jawa-Bali ini senilai Rp 450 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh Sumitomo Corp, perusahaan asal Jepang, seharusnya proyek ini beroperasi pada akhir tahun 2012.

Selain membangun kabel bawah laut Jawa-Bali, PLN juga sedang mengembangkan proyek tegangan tinggi arus bolak-balik (high voltage alternating current/HVAC) yang menghubungnkan jalur Paiton-Banyuwangi-Gilomanuk-New Kapal.

Pengerjaan proytek ini akan terbagi dua tahap, yakni tahap pertama membangun dua menara setinggi 376 meter yang masing-masing berada di Jawa dan Bali.

Tahap kedua, PLN akan mengoperasikan transmisi 150 KV yang sudah ada dan bisa masuk ke gadru induk Gilimanuk. Proyek ini sudah mulai konstruksi pada September 2012 dan ditargetkan akan selesai pada 2015 dengan nilai proyek mencapai US$ 240 juta dan ditergetkan akan menambah pasokan 1.800 MW.

Tenaga Kerja RI Didominasi Lulusan SD dan SMP

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja masih didominasi pekerja berpendidikan rendah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke bawah. Tercatat pada Februari 2013 sebesar 74,9 juta orang atau 65,70%.

“Masih banyak tenaga kerja itu SMP ke bawah,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di Gedung BPS, Senin (6/5/2013).

Rinciannya, tenaga kerja dengan pendidikan Sekolah Dasar (SD) adalah sebesar 54,6 juta orang atau 47,90%. Kemudian pekerja tamatan SMP tercatat sebesar 20,3 juta atau 17,80%.

Jika dibandingkan dengan Februari 2012, pekerja tamatan SD mencapai 55,51 juta orang dan Februari 2011 sebesar 55,12. Artinya ada penurunan, meski tidak terlalu signifikan.

Untuk pekerja lulusan SMP pada Februari 2012 ada sebesar 20,29 juta orang dan Februari 2011 21,22 juta orang.

“Dalam setahun terakhir pekerja berpendidikan rendah turun 0,9 juta orang,” tutupnya.

Sementara untuk pekerja lainnya diisi oleh lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Diploma dan Universitas.

Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan I-2013 Terendah Sejak 2010, Ada Apa?

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2013 mencapai 6,02%. Angka tersebut ternyata terendah sejak triwulan IV-2010 yang kala itu sebesar 6,81%.

“Ini terendah sejak tahun 2010 pada triwulan IV yaitu 6,81%,” ungkap Kepala BPS Suryamin di Gedung BPS, Jakarta, Senin (6/5/2013)

Angka 6,81% merupakan capaian tertinggi hingga sekarang. Di mana kemudian terus menurun, hingga triwulan I-2013 yang mencapai 6,02%.

Suryamin menuturkan perlambatan pertumbuhan ekonomi merupakan akibat dari krisis global yang berlangsung. “Memang ada perlambatan ini akibat dari krisis global yang masih berlangsung,” sebut Suryamin.

Namun, dibandingkan dengan negara seperti Amerika Serikat maupun Jepang, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup bagus, yaitu berada di atas 6%.

“PDB di Amerika itu tumbuh 2%. China sekitar 7%, Jepang itu sekitar 1,%. Jadi di atas 6% itu baik walaupun memang melambat,” pungkasnya.

Proyek Menara Tertinggi Tomy Winata Terhambat Masalah Modal

Jakarta - Indonesia akan punya menara tertinggi kelima di dunia bernama Signature Tower. Proyek menara setinggi 638 meter ini masih dalam tahap pencarian modal.

Menurut Presiden Komisaris PT Danayasa Arthatama Tbk (SCBD) Santoso Gunara, proses pembiayaan untuk menara ini cukup rumit sehingga tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

“Kita dalam proses persiapan pembiayaan sindikasi yang tentunya cukup rumit, prosesnya satu per satu,” katanya kepada detikFinance, Senin (6/5/2013).

Ia sendiri tidak ingin memberi janji kapan pembangunan menara dengan 111 lantai itu karena masih dalam proses pinjaman yang cukup panjang.

“Jangan saya jadi terikat janji-janji karena seperti saya utarakan, kita dalam proses persiapan pembiayaan sindikasi,” ujarnya.

Menara ini akan jadi bagian Kawasan SCBD (Sudirman Central Business District) yang dikelola oleh Danayasa, sebagian sahamnya dimiliki pengusaha Tomy Winata pemilik Artha Graha Network.

Tomy Winata sendiri tidak mau berkomentar banyak. Menurutnya, rencana pembangunan menara ini masih menunggu izin dari pemerintah.

“Saya sedang di luar kota. Sekarang dalam proses perizinan,” jawab Tomy singkat.

Perkembangan terakhir proyek ini sekitar satu tahun lalu, tepatnya 21 Mei 2012 yang lalu, Danayasa telah menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan MGM Hospitality di Las Vegas, Amerika Serikat.

Atas kerjasama itu gedung tersebut akan dilengkapi hotel super mewah di 20 lantai teratasnya. MGM Hospitality, dengan menggunakan ‘brand’ prestisiusnya yaitu Bellagio Hotel akan mengelola 290 kamar hotel supermewah.

Selain hotel, menara ini juga akan dilengkapi dengan observatory khusus bagi para pengunjung yang akan melihat wilayah Jakarta dari ketinggian. Tak ketinggalan pula akan ada juga restoran sekitar lantai teratas menara ini.

Targetnya proyek ini akan selesai dalam kurun waktu lebih kurang 5 tahun. Besarnya nilai investasi dalam pembangunan Signature Tower ini diperkirakan akan mencapai tidak kurang dari US$ 2 miliar.

Menara ini diperkirakan menjadi menara tertinggi kelima di dunia pada tahun 2020 nanti. Simak di sini untuk menara-menara tertinggi di dunia yang akan rampung di 2020 nanti.