Ini 5 Proyek Raksasa yang Ditawarkan RI ke Jepang

Wahyu Daniel – detikfinance
Selasa, 09/10/2012 09:56 WIB

img

Tokyo – Pemerintah menawarkan sejumlah proyek infrastruktur untuk dibiayai oleh investor Jepang. Ada 5 mega proyek infrastruktur utama yang ditawarkan ke Jepang. Apa saja?

Deputi bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Dedy S. Priatna mengatakan, lima proyek tersebut merupakan proyek percepatan yang akan dilakukan oleh Indonesia.

“Ada daftar lima proyek khususnya infrastruktur yang ditawarkan, ini termasuk flagship project (proyek yang didahulukan),” ujar Dedy saat ditemui detikFinance di sela pertemuan Indonesia-Japan Joint Economic Forum di Tokyo, Senin (8/10/2012). Proyek tersebut adalah:

5. Saluran Limbah Jakarta

img

Saat ini baru 1% limbah di Jakarta dibuang melalui saluran yang benar. Sisanya masuk ke sungai dan air tanah, ini merupakan pencemaran. Karena itu pemerintah bakal membangun sistem pembuangan limbah di Jakarta yang akan ditawarkan ke investor Jepang.

Proyek  ini juga disebut  Sistem Pengolahan Limbah Cair Terpusat di Jakarta atau Jakarta Sewerage yang akan mulai dibangun 2014, senilai Rp 70 triliun.  Pekerjaan akan dimulai dengan konstruksi zona 1  senilai Rp 6,7 triliun yang melingkupi daerah layanan kawasan Setiabudi menuju daerah Kota. Total zona mencakup 6 zona senilai Rp 70 triliun

4. Perluasan Bandara Soekarno-Hatta

img

proyek perluasan bandara internasional ini juga bakal ditawarkan ke Jepang. Pemerintah bersama Angkasa Pura II bakal memperluas landasan atau runway bandara untuk mengantisipasi makin banyaknya jumlah pesawat.  Rencananya untuk  pengembangan terminal 3  saja diperkiran menelan biaya hingga Rp 4,5 triliun

3. Akademi Riset

img

Pemerintah Indonesia berencana untuk membangun New Academic Research Cluster di Bogor, Serpong, dan bekasi. Di Bekasi akan dibangun akademi untuk memperkuat industri sekitar. Sedangkan di Bogor akan dibuat akademi riset khusus sektor pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB). Kemudian ketiga akademi riset di Serpong untuk sektor teknologi yang dilaksanakan oleh BPPT. Belum dijelaskan nilai proyek tersebut.

2. MRT Cikarang-Balaraja

img

Proyek MRT tersebut saat ini tengah dalam tahap engineering service dan akan dilakukan penjajakan agar Jepang bisa ikut serta.

Belum ada perkiraan dana yang dibutuhkan untuk mengerjakan proyek ini. Proyek ini juga melengkapi proyek MRT yang saat ini sedang dalam proses yaitu Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI). Koridor ini ditargetkan paling lambat beroperasi pada 2024-2027.

 

1. Pelabuhan Cilamaya

img

Pelabuhan ini termasuk yang ditawarkan pemerintah Indonesia ke Jepang. Saat ini akan dilakukan engineering service untuk proyek tersebut. Proyek ini tidak akan mengganggu proyek pelabuhan Kalibaru yang sedang digarap PT Pelindo II di Tanjung Priok, karena pelabuhan ini sudah akan selesai di 2016.

Sedangkan Pelabuhan Cilamaya paling cepat 2022. Pembangunan pelabuhan Cilamaya adalah untuk mengantisipasi membludaknya kapasitas ekspor-impor di Indonesia.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s