Monthly Archives: April 2012

INDUSTRI PARIWISATA: PHM Hospitality genjot tamu asal Jepang

17 April 2012, taken from Bisnis Indonesia

JAKARTA: Manajemen perhotelan lokal, PHM Hospitality berupaya tingkatkan tamu Jepang di dua jaringan hotelnya di Bali.
“Kalau sebelumnya Tamu dari Jepang hanya 5% akan kami tingkatkan jadi 15% dari pasar wisman yang kami bidik,” kata Yulia Maria, Corporate Public Relations Manager PHM Hospitality, Senin, 9 April 2012.

 

Jepang merupakan pasar yang potensial di Bali dan posisinya merupakan satu dari tiga negara yang memberikan kontribusi wisatawan terbesar ke Bali selain Australia dan Cina.
Pihaknya saat ini mengelola dua hotel yaitu The Haven Seminyak dan THE 1O1 Legian. Kunjungan wisatawan Jepang tahun lalu memang mengalami penurunan akibat bencana tsunami di negara itu.
Namun kini seiring dengan semakin membaiknya keadaan internal Jepang pasca tsunami, hotel-hotel di Bali mulai dipenuhi wisatawan Jepang lagi.
“Jaringan hotel kami mulai aktif berpromosi ke Jepang dan Maret lalu PHM Hospitality yang merupakan bagian dari Panorama Grup baru saja membuat terobosan baru, membina kerjasama bisnis dengan Solution Marketing Inc,” kata Yulia Maria.
Perusahaan yang bergerak di bidang industri perjalanan di Jepang ini menggunakan media website, Travel Vision sebagai alat promosinya sehingga pihaknya optimistis akan semakin banyak wisatawan yang kembali datang ke Bali dan menginap di hotelnya sebagai repeater guest.
Menurut Maria, targetnya tahun ini kontribusi tamu jepang di hotel The Haven Seminyak sebesar 15 % dari total kunjungan wisatawan yang menginap di hotel bintang empat itu.
“Untuk hotel kami di Seminyak, Bali, tamunya terbesar dari Australia, Eropa dan Cina.
Hotel dan resort ini memiliki 90 kamar hotel (design rooms), 60 kamar Suites yang luas, dan 7 Villa mewah dengan kolam renang pribadi,” ungkapnya.(msb)

EKSPANSI USAHA: Sahid tambah empat hotel bintang tiga di Jateng

17 April 2012, taken from Bisnis Indonesia

SEMARANG: PT Sahid International Hotel Management & Consultant akan mengoperasikan hotel bintang tiga di Semarang. Sahid Plaza Hotel, yang terletak di Jl. Setia Budi kota ini ditujukan guna mencapai target pengembangan bisnis perhotelan digelutinya.

Presdir PT Sahid International Hotel Management & Consultant (PT. SIHM&C), Hariyadi B. Sukamdani mengatakan sampai akhir 2013 ini perusahaan yang dipimpinnya mematok target pengelolaan kamar hotel sebanyak 5.800 unit.

“Saat ini kami sudah mengelola 3.400 kamar hotel dari bintang dua hingga lima yang tersebar di 15 kita di Indonesia,” katanya di Semarang, Senin.

Dia mengatakan hal itu usai melakukan penanda-tanganan kerjasama pengoperasian hotel antara PT. SIHM&C, dengan PT. Srondol Ari Jaya(SAJ), pemilik Plaza hotel, Priyono Wibowo. Hariyadi juga menyebutkan selain kerjasama pengelolaan Plaza Hotel, SIHM&C juga akan melakukan kerjasama serupa dengan hotel lain di Pekalongan, Salatiga, dan Boyolali.

Sehingga tahun ini, jumlah hotel yang dikelola PT SIHM&C akan bertambah empat hotel. Namun dia masih merahasiakan nama hotel yang akan dikelola di Kota Pekalongan, Salatiga dan Booyolali.

Dengan kerja sama ini, PT SIHM&C semakin optimistis target pengelolaan 5.800 kamar pada 2013 menjadi semakin mudah tercapai. Plaza hotel Semarang memiliki kapasitas kamar sebanyak 77 unit ditambah dengan empat ruang pertemuan berkapasitas 200 orang serta fasilitas lain berupa bar, musik room, dan taxi.

Hariyadi menilai Provinsi Jawa Tengah memilik potensi yang sangat bagus untuk bisnis perhotelan yang ditandai dengan makin banyaknya pengusaha berinvestasi di bidang di Kota Semarang. Menurutnya, paling tidak sudah ada tujuh izin baru pendirian hotel yang athun ini dikeluarkan oleh Pemeritah Kota Semarang.

Selain itu, tambah dia, perkembangan perekonomian di provinsi ini semakin membaik yang ditunjukkan oleh meningkatkan load faktor penerbangan menuju dan dari Kota Semarang. “Belum lagi dengan bertambah jumlah penerbangan dari dan menuju kota ini,” katanya.

Priyono Wibowo direktur PT.Srondol Ari Jaya, pemilik Plaza hotel, mengatakan nantinya hotel bintang dua itu akan berganti nama menjadi Sahid Plaza Hotel. “Namun penggantian nama itu dilakukan setelah kalsifikasi hotel tersebut menjadi bintang tiga,” katanya.

Saat ini pihak pengelola Plaza Hotel yang lama bersama tim pre manajemen berupaya keras untuk meningkatkan predikat bintangnya dari bintang dua menjadi bintang tiga. Berbagai fasilitas yang diperlukan dan perbaikan sistem manajemen dilakukan.

Menurut Priyono kerjasama dengan PT. SIHM&C yang berlangsung lima tahun ini bisa diperpanjang jika membawa kebaikan untuk keduabelah pihak. Namun dia berkeyakinan berjasama ini akan menguntung mereka, bahkan PT SAJ sendiri saat ini sudah menjajagi kerjasama pembangunan/pengelolaan kondotel yang rencananya akan dibangun di Semarang. (faa)

UE Gelontorkan 2,5 Juta Euro untuk ASEAN

17 April 2012

JAKARTA, KOMPAS.com – Uni Eropa menggelontorkan dana 2,5 juta euro untuk negara-negara Asia Tenggara (ASEAN). Dana itu digunakan untuk program UE-ASEAN “Peningkatan Kapasitas Negosiasi FTA ASEAN” yang merupakan program kerjasama teknis untuk mendukung negara-negara anggota ASEAN.

Program itu bertujuan untuk membantu integrasi ekonomi ASEAN dan memfasilitasi kesiapan ASEAN menjalankan negosiasi-negosiasi perjanjian perdagangan bebas (FTA). Program tersebut dirancang untuk memberi pelatihan berkualitas tinggi, penelitian dan analisa mutakhir, dan simulasi negosiasi FTA bilateral untuk para pejabat dan sektor swasta dari negara-negara anggota ASEAN serta para pejabat Sekretariat ASEAN.

“UE dan ASEAN memulai negosiasi regional tahun 2007 yang dirancang pula untuk mendukung proses integrasi regional ASEAN. Walaupun negosiasi regional tersebut dihentikan sementara dan kini mengarah pada proses negosiasi bilateral, UE tetap yakin bahwa perjanjian perdagangan bebas antara ASEAN dan UE secara politis dan ekonomi bermanfaat untuk jangka panjang dan ambisi memiliki perjanjian strategis dengan ASEAN sebagai kesatuan wilayah tetap dipertahankan,” kata Duta Besar/Kepala Delegasi Uni Eropa (UE) untuk Indonesia, Brunei, dan ASEAN, Julian Wilson, dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (16/4/2012).

Program ini pun akan membahas berbagai isu perdagangan dan investasi baik yang bersifat tradisional dan non-tradisional, maupun tantangan- tantangan abad ke-21. Serangkaian lokakarya terkait program ini telah dimulai di Siem Reap, Kamboja, pada 16-20 Januari 2012. Program tersebut juga telah mendukung penyelenggaraan KTT Bisnis ASEAN-UE pertama, di Jakarta pada 5 Mei 2011 dan kedua di Phnom Penh pada 1 April 2012.

Bulan depan, program UE-ASEAN “Peningkatan Kapasitas Negosiasi FTA ASEAN” akan meluncurkan serangkaian seminar sosialisasi mengenai berbagai isu perdagangan internasional, investasi, globalisasi dan isu-isu yang terkait dengan politik, ekonomi dan sosial di Kuala Lumpur, Malaysia.

ASEAN merupakan mitra dagang terbesar ketiga UE setelah Amerika Serikat dan China. Berdasarkan data, nilai perdagangan barang dan jasa kedua wilayah mencapai lebih dari 175 miliar euro pada 2010. UE merupakan mitra ekspor terbesar ASEAN dengan ekspor melebihi 90 miliar euro tahun 2011. ASEAN pun mengalami surplus perdagangan dengan UE mencapai 25 miliar euro tiap tahunnya.

Bank Dunia Punya Presiden Baru

17 April 2012

WASHINGTON, KOMPAS.com — Bank Dunia, Senin (16/4/2012), memilih seorang dokter Amerika Serikat keturunan Korea Selatan, Jim Yong-kim, sebagai pemimpinnya. Kim merupakan calon yang diajukan Presiden Barack Obama. Ia bersaing ketat dengan calon dari Nigeria, Ngozi Okonjo-Iweala.

Hari Rabu lalu, calon ketiga yang berasal dari Kolombia, yaitu Jose Antonio Ocampo, menarik diri dan menyebut proses pemilihan presiden Bank Dunia itu sebagai “praktik politik.”

Dr Kim akan menggantikan Robert Zoellick yang telah memegang jabatan tertinggi di Bank Dunia sejak tahun 2007.

Dewan direktur Bank Dunia memilih Kim, seorang ahli kesehatan AS berusia 52 tahun dan seorang pendidik, ketimbang Menteri Keuangan Nigeria Ngozi Okonjo-Iweala, yang berargumentasi bahwa pemberi pinjaman besar itu perlu reorientasi di bawah seseorang dari dunia berkembang.

Direksi Bank Dunia menyatakan “penghargaan yang mendalam” untuk Kim, Okonjo-Iweala, dan Jose Antonio Ocampo. “Mereka, para kandidat, memperkaya diskusi tentang peran presiden dan arah masa depan Kelompok Bank Dunia,” kata Bank Dunia dalam sebuah pernyataan. “Para nominator akhir mendapat dukungan dari negara anggota yang berbeda, yang mencerminkan kaliber tinggi dari calon.”

Berdasarkan konvensi, Amerika Serikat selalu memegang jabatan di Bank Dunia ini sejak dibentuk tahun 1944. Jabatan untuk organisasi dunia lain, Dana Moneter Internasional, juga selalu dipegang warga Eropa. Namun, sejumlah negara terus menekan agar proses pemilihan ini lebih terbuka.

Presiden Bank Dunia berikutnya akan mengawasi staf yang terdiri dari sekitar 9.000 ekonom dan pakar pembangunan di seluruh dunia dengan jumlah pinjaman portofolio tahun lalu mencapai 258 miliar dollar AS.