Monthly Archives: July 2012

18,6% Ruang Mal di Jakarta Belum Dihuni

Jakarta – Jakarta memiliki banyak mal dan setiap tahunnya terus bertambah.Namun ada saja beberapa ruang sewa atau ruang pusat perbelanjaan yang belum terisi.
Senior Associate Director Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo menerangkan, hingga akhir Juni 2012, tingkat hunian pusat perbelanjaan mencapai 81,4%. Ini artinya sekitar 18,6% ruang mal belum terhuni. Angka tingkat hunian itu memang sudah sedikit mengalami kenaikan.

“Dengan hampir tidak ada pasokan baru yang masuk ke pasar dan dibukanya beberapa penyewa besar pada beberapa pusat perbelanjaan yang sudah ada, ini menaikkan tingkat hunian menjadi 81,4%,” kata Arief dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, seperti dikutip Minggu (29/7/2012).

Data Cushman & Wakefield menjabarkan ruang ritel Jakarta terbagi dua, sewa dan milik (strata-title). Untuk tingkat hunian pusat perbelanjaan sewa hingga Juni mencapai 87,6% atau naik 0,7% dari triwulan sebelumnya. Sedangkan pusat perbelanjaan milik net take-up mencapai 67,7%.

Penyewa utama pusat perbelanjaan di Jakarta pada periode April-Juni berasal dari pemilik toko peralatan, elektronik, dan hiburan anak-anak. Selain itu masih terdapat pula toko-toko specialty lain yang buka merupakan campuran, baik F&B (makanan dan minuman) dan non F&B (terutama pakaian dan aksesoris).

Pasokan hanya datang dari Jembatan Multi Guna Senen Jaya (ruang ritel sewa jangka panjang) yang baru diresmikan triwulan II-2012.

“Pasokan tambahan ini membawa pasokan kumulatif ruang ritel di Jakarta menjadi 3.592.300 m2, yang terdiri dari 2.466.500 m2 (68,7%) pusat perbelanjaan sewa dan 1.125.800 m2 (31,3%) pusat perbelanjaan strata-title sampai akhir Juni 2012,” kata Arief.

Harga sewa dasar (base rental) pusat perbelanjaan di Jakarta hingga triwulan II-2012 masih setia pada level Rp 614.400 per m2 per bulan. Tarif ini relatif tidak naik karena belum adanya pasokan baru yang masuk ke pasar.

Meski harga sewa dasar pusat perbelanjaan tidak naik, namun tidak demikian dengan biaya servis.

Service charge mengalami sedikit kenaikan 0,9% (dibandingkan triwulan sebelumnya) menjadi Rp 97.500 per m2 per bulan,” tutur Arief.

Muncul Mal Baru, Jalan Casablanca Siap Jadi ‘Orchard’ Jakarta

Jakarta – Mal baru yaitu Kota Kasablanka Rp 2,1 triliun hadir di Jalan Prof. Dr Satrio atau dikenal Jalan Casablanca, Jakarta Selatan. Keberadaan mal ini bakal mendukung rencana menjadikan ruas jalan tersebut menjadi ‘Orchard’ Jakarta.

“(Kota Kasablanka) tidak hanya menjadi new shopping destination saja. Tetapi dengan kehadiran mal tersebut akan semakin mendukung Jalan Casablanca-Jalan Satrio menjadi Orchard Road-nya Indonesia,” ucap Direktur Pakuwon Group A. Stefanus Ridwan S, ditemui saat pembukaan mal baru ini di Jalan Casablanca, Jakarta Selatan, Sabtu (28/7/2012).

Untuk menjadi Orchard layaknya di Singapura, menurut Stefanus, suatu mal tidak mungkin berdiri sendiri. Mal ini harus berkumpul menjadi satu tanpa memikirkan adanya persaingan atau saling ‘membunuh’.

“Kalau mau menjadi Orchard seperti di Singapura, mal tidak bisa berdiri sendiri, dia harus ada dukungan dengan mal yang lain, bukan untuk bersaing, tetapi berupaya menarik konsumen sebanyak mungkin apalagi sampai dapat menarik turis asing,” jelasnya.

Saat ini, okupansi Kota Kasablanka sudah mencapai 90% dengan tingkat open tenant saat show off sudah mencapai 70% lebih.

“Ini bisa merupakan rekor tersendiri, begitu buka sudah 70% tenant telah buka, bahkan di akhir tahun sudah mencapai 90%,” tandasnya.

Pakuwon Group menghabiskan Rp 2,1 triliun membangun mal baru bernama Kota Kasablanka tahap I. Dalam 5 tahun ke depan mal ini akan menjadi Superblok Kota Kasablanka di atas lahan 9,5 hektar.

Asyik! Taman Bermain Legoland Pertama di Asia Buka 15 September

Johor Bahru – Malaysia telah mengumumkan untuk membuka taman bermain Lego alias Legoland. Tepatnya tanggal 15 September 2012, taman seluas 30 hektar dengan 40 wahana dari roller coaster hingga atraksi akan segera dibuka.

Taman bermain seharga US$ 239 juta atau setara dengan Rp 2,151 triliun ini merupakan yang pertama di Asia setelah sebelumnya terdapat di Denmark, Jerman dan Inggris.

General Manager Legoland Malaysia, Siegfried Boerst mengatakan sejak ground breaking pertama pada Desember 2009, Legoland kini dalam tahapan penyelesaian.

“Sekarang hanya tinggal dalam hitungan bulan saja, tepatnya kini 75% sudah selesai,” terang Boerst dalam situs resmi Legoland yang dikutip detikFinance, Selasa (31/7/2012).

Berlokasi di Johor Bahru, Legoland Malaysia ini menyediakan jutaan keping Lego yang bisa digunakan untuk berkreasi selama bermain di taman. Supaya tidak kepanasan di tengah iklim tropis Malaysia, Legoland menyediakan beberapa wahana bertema air.

Jika sudah rampung, taman tersebut akan terbagi menjadi tujuh tema. Miniland akan mejadi tema yang utama, menghadirkan versi mini dari kota-kota dan bangunan khas seputar Asia Tenggara. Seluruhnya dibangun dari 25 juta keping Lego.

“Akan ada beberapa ikon Asia, seperti Merlion (Singapore), Angkor Wat (Kamboja), Taj Mahal (India), Petronas Twin Towers (Malaysia) dan lebih banyak lagi,” tambah Jelas Humas Legoland, Matthew Law.

Pengunjung akan diberi julukan ‘Heroes’ ketika memasuki area bertema ‘Imagination’. Sebuah area khusus untuk mengasah kemampuan merangkai kepingan-kepingan Lego. Sementara area Lego Technic akan menyediakan wahana roller-coasters dan permainan menantang lainnya.

Sedangkan area Lego City, anak kecil bisa berlayar di perahu sendiri dan mengemudi mobil-mobil Legoland, tapi tapi setelah punya Surat Izin Mengemudi (SIM) Legoland terlebih dahulu.

Tiket masuk harian untuk anak di bawah 12 tahun dipatok US$ 35 atau Rp 315 ribu dan dewasa US$ 44 atau Rp 396 ribu.

Bentoel Group Merugi Rp156,14 miliar

Bentoel Group Merugi Rp15614 miliar

JAKARTA–MICOM: Perusahaan rokok, Bentoel Group mengalami kerugian sebesar Rp156,14 miliar hingga semester I tahun 2012 .

Hal ini menunjukkan kinerja negatif, sebab pada periode yang sama tahun lalu Bentoel untung Rp235,15 miliar.

“Pada enam bulan pertama tahun 2012, peningkatan harga yang disebabkan oleh cukai dan koreksi saham perdagangan mengakibatkan penurunan dalam volume. Hal ini berdampak pada keuntungan kami untuk periode tersebut,” jelas Presiden Direktur dari Bentoel Group, Jason Murphy, Selasa (31/7).

Dia menerangkan bahwa harga cengkeh yang melambung tinggi di akhir tahun 2011 berdampak pada biaya penjualan Bentoel Group.

Tetapi, pemulihan akan tanaman cengkeh diperkirakan akan terjadi  tahun ini dan Bentoel Group mengharapkan keuntungan dari penurunan harga cengkeh ini akan terealisasi pada 2013 mendatang.

“Investasi kami tetap fokus terhadap upaya membangun portofolio merek kami. Salah satu inisiatif ini adalah peluncuran Dunhill Fine Cut Mild, kretek pertama kami dengan merek internasional yang hingga kini memperoleh tanggapan yang positif dari pasar Indonesia.”

“Kami akan terus melaksanakan transformasi terhadap merek kami, menyelaraskannya dengan kesempatan yang ada pada pasar dan meneruskan tingkat investasi yang serupa untuk dapat mencapai rencana pertumbuhan jangka panjang berkelanjutan kami,” ujarnya

Bentoel Group, yang terdiri dari PT Bentoel Internasional Investama Tbk dan anak perusahaannya, sekarang merupakan anggota dari British American Tobacco Group, perusahaan rokok terbesar kedua di dunia.

Pada Januari 2010, PT British American Tobacco Indonesia Tbk bergabung dengan PT Bentoel Internasional Investama Tbk.

Kini, Bentoel Group adalah produsen rokok terbesar ke-4 di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 8%.

Bentoel Group memproduksi dan memasarkan beragam produk di segmen kretek buatan mesin, kretek buatan tangan dan rokok putih. (WR/OL-8)

Whitz Hotel Perluas Jaringan ke Palembang

JAKARTA–MICOM: Perkembangan pesat yang ditunjukkan Palembang sepertinya memancing para investor untuk mengembangkan usaha mereka di ibu kota provinsi Sumatera Selatan itu.

Adalah PT Intiwhiz Internasional, anak usaha pengembang properti PT Intiland Development Tbk yang kali ini berencana mengembangkan jaringan mereka di Palembang.

Hotel dengan nama  Whiz Hotel Dempo Palembang merupakan Whiz Hotel ke-14 dari 30 jaringan Whiz Hotel yang masuk dalam daftar pengembangan hotel Intiwhiz Internasional.

Presiden Direktur  PT Intiwhiz International, Moedjianto Soesilo Tjahjono mengatakan, pengembangan Whiz Hotel Dempo Palembang dilaksanakan melalui kerja sama dengan PT Jaya Indowisma Mandiri yang merupakan perusahaan pengembang properti di Palembang.

Penandatangan kesepekatan kerja sama  dilakukan ke dua perusahaan di Jakarta pada Jumat (27/7)  lalu.

Melalui kerjasama ini, pembangunan Whiz Hotel Dempo Palembang akan dilakukan oleh PT Jaya Indowisma Mandiri dan pengelolaannya dipercayakan ke pihak Intiwhiz, selaku operator hotel.

Pemilihan kota Palembang dalam pengembangan jaringan hotel Intiwhiz, karena Palembang merupakan kota terbesar dan terpadat kedua di Sumatra setelah Medan.

Palembang juga memiliki potensi dan taya tarik sebagai kota wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition ).

Berlokasi di Jalan Dempo Palembang, pembangunan Whiz Hotel Dempo Palembang akan dilakukan pada awal triwulan IV tahun 2012.

Moedjianto mengatakan,  pembangunannya  membutuhkan waktu sekitar satu tahun dan ditargetkan beroperasi pada triwulan IV tahun 2013.

Whiz Hotel Dempo Palembang merupakan hotel pertama dari jaringan hotel Intiwhiz yang berlokasi di pulau Sumatera, dibangun di atas  lahan seluas 3.200 meter persegi, jelas Moedjianto.

Dia juga mengatakan, hotel akan dilengkapi sekitar 180 kamar terdiri tipe standard dan deluxe.

Perseroan juga berkomitmen untuk mengembangkan jaringan Whiz Hotel di berbagai kota di Indonesia.

Selain di Yogyakarta, Semarang, dan pulau Bali, jaringan hotel Intiwhiz akan hadir di kota-kota besar di Indonesia, antara lain Jakarta, Bogor, Bandung, Pekanbaru, Balikpapan, Makasar, Surabaya, Malang, Palangkaraya, dan Manado. (Ant/OL-8)

AKSI KORPORASI: Bakrie Telecom raih pinjaman US$50 juta

Compact_esia-an__1_

JAKARTA: PT Bakrie Telecom Tbk mendapatkan pinjaman US$50 juta dari sindikasi kreditur untuk pelunasan pokok obligasi I/2007 perseroan.

Manajemen perusahaan yang dipimpin Anindya Novyan Bakrie tersebut dalam keterbukaan informasi kepada PT Bursa Efek Indonesia hari ini, (24/7/2012) mengatakan pinjaman itu ditangani Credit Suisse Singapore sebagai agen fasilitasi.

“Fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok obligasi BTEL I/2007 yang jatuh tempo pada 4 September 2012,” ujar manajemen perusahaan.

Manajemen emiten berkode BTEL itu mengatakan pencairan fasilitas akan dilaksanakan setelah terdapat pemenuhan seluruh syarat pendahuluan sebagaimana diatur dalam perjanjian pinjaman sindikasi tersebut.

Baru-baru ini, prospek peringkat sayap telekomunikasi Grup Bakrie itu baru diturunkan Fitch Ratings menjadi pengawasan negatif (rating watch negative/RWN) pada pekan lalu.

Saat ini, peringkat utang jangka panjang denominasi asing dan rupiah Bakrie Telecom juga masih ditetapkan kembali di level CCC, setelah diturunkan Fitch Ratings dari B pada 29 Februari.

Nitin Soni, Associate Director-Analis Utama Fitch Ratings Singapore Pte Ltd, dalam risetnya mengatakan peringkat perbaikan perbaikan perseroan ditetapkan pada level RR4.

“Prospek peringkat obligasi senior US$380 juta yang berperingkat CCC juga diturunkan ke pengawasan negatif,” ujar  Nitin Soni dalam risetnya saat itu.

Dia juga menilai penerbitan saham baru merupakan sumber pendanaan baru yang paling mungkin.

Hal itu, lanjutnya, disebabkan ruang menambah utang yang terbatas, terkait dengan lemahnya kemampuan finansial perusahaan yang juga mengancam kovenan obligasi denominasi dolar AS

ACCOR buka IBIS BALI KUTA

JAKARTA: Accor, operator hotel internasional di Asia Pasifik dan Indonesia mengumumkan debut pertama jejaring Ibis di Bali dengan membuta Hotel Ibis Bali Kuta.

Hotel yang terletak strategis di daerah Kuta dan kurang sekitar 1 km perjalanan dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar menyambut tamu pertamanya pada 1 Juni 2012.

Ibis Bali Kuta menawarkan 156 kamar yang dirancang dengan baik dan harga terjangkau, lengkap dengan akses internet gratis.

”Kami sangat antusias menjadi hotel dengan merek Ibis pertama di Bali,” kata Engkun Kurnia, General Manager Hotel Ibis Bali Kuta dalam keterangan pers yang diterima Bisnis Rabu (4/7/2012).

Ibis Bali Kuta menawarkan promo tarif menginap Rp575.000 per kamar per malam, termasuk sarapan untuk 2 orang mulai sampai dengan 20 Desember 2012.

Menurut dia, sejumlah fasilitas juga disediakan pihaknya, seperti restoran dan bar di lobi area yang buka selama 24 jam dengan berbagai pilihan makanan dan minuman, serta pusat kebugaran.

Selain itu, hotel ini juga dilengkapi dengan dua ruang pertemuan yang fleksibel yang dapat mengakomodasi acara dan pesta pribadi hingga mampu menampung 100 orang.

”Pihak hotel melayani kebutuhan pelancong bisnis maupun liburan dengan menyediakan akomodasi dan layanan yang sesuai dengan nilai untuk uang dalam kategori masyarakat kelas ekonomi,” tuturnya.

Engkun menjelaskan kualitas layanan merupakan komitmen harian yang tertanam dalam hotel merek Ibis agar tamu dapat benar-benar yakin atas pengalaman yang berkualitas tinggi secara konsisten setiap mereka menginap. (arh

PROPERTI: Mengkalkusi Investasi Kondotel

Compact_kondotel

JAKARTA: Di tengah aneka tawaran investasi modern yang menjanjikan keuntungan berlipat, properti masih menjadi cara tradisional yang diakui masih sangat ampuh. Alasannya pun sederhana, harga properti selalu naik.
Kini, investasi kondotel yang harga miliaran bahkan cepat ludes diserbu pembeli. Kondotel semakin biasa digunakan orang berburu keuntungan dengan cara dijual kembali dengan harga lebih tinggi, dikontrakkan, atau disewakan.
Namun, tetap saja ada beberapa perbedaan dibandingkan dengan berinvestasi pada apartemen ataupun rumah tapak.
Stella Sari Dewy, General Manager Wuku Resort Condotel and Villa, mengatakan pemilik kondotel tidak perlu memikirkan lagi biaya operasional bulanan, perawatan, hingga mencari penyewa.
Kalau apartemen biasa tak berpenghuni selama 3 bulan, pengelolanya tidak akan memperoleh pemasukan untuk menutupi biaya  operasional bulanan. ”Kondotel dikelola oleh profesional sehingga Anda tidak perlu memikirkan lagi soal perawatan hingga mencari penyewa,” ujarnya.
Investasi kondotel juga lebih praktis karena sebagai pemilik Anda tetap bisa menginap di properti tersebut dan memperoleh pelayanan yang sama dengan tamu lainnya dari pengelola properti tersebut.
Stella menggambarkan investasi kondotel di Wuku Resort mulai dari Rp1 miliar – Rp3 miliar per unit dan Rp3,5 miliar – Rp4,5 miliar per unit untuk tipe vila. Investor akan memperoleh return of investment 8% – 10% per tahun, di luar bonus poin yang mereka peroleh dari penggunaan properti tersebut sebagai pemilik.
Return tersebut merupakan angka standar untuk tingkat hunian hotel (okupansi) 60% per tahun. Jika di atas itu, return yang diperoleh lebih besar lagi. Keuntungan diberikan dari pendapatan kotor dikurangi biaya operasional.
Wuku Resort Condotel and Villa mulai beroperasi pada tahun depan dengan kisaran harga US$100 per malam. Properti ini di bawah pengelolaan Centara Hotels & Resort, operator hotel terbesar di Thailand yang mulai berekspansi ke India, Filipina, Vietnam, Sri Langka, dan Indonesia.
”Biasanya 60% [dari keuntungan] untuk pemilik, sedangkan 40% untuk biaya operasional termasuk perawatan, overhead cost, dan fee bagi manajemen atau operator yang mengoperasikan hotel,” ujarnya.
Kaum Muda
Stella mengatakan kaum muda saat ini mulai banyak yang menggandrungi investasi kondotel. Mereka bahkan tidak sedikit yang berpatungan hingga 10 orang untuk membeli satu unit kondotel.
”Tentu saja, nama pemilik hanya satu. Mereka biasanya membuat perjanjian terpisah langsung dengan notaris,” ujar Stella.
Investor juga akan memperoleh kuota alias semacam jatah menginap yang dihitung sebesar 30 poin per tahun di Wuku Resort.
Jika jatah itu diambil pada hari kerja, poin akan dipotong satu. Jika digunakan pada akhir pekan atau libur hari raya, poin akan berkurang dua. Poin ini juga bisa digunakan untuk reservasi bagi anggota keluarga lainnya. Tidak harus pemilik yang menginap.
Aliva Abdullah, CEO Individwa Property mengatakan kondotel menjadi pilihan investasi karena pasar Indonesia selalu tertarik dengan properti yang berkonsep bagus dan dikelola secara profesional, dan memberikan rasa aman berinvestasi.
Operator hotel profesional menjadi salah satu pertimbangan dan modal untuk menjaga kualitas properti dan kemampuan memberikan 8% garansi tahunan selama 5 tahun. ”Tingkat kepemilikan kondotel Taum yang saya dirikan sudah mencapai 90% dan didominasi oleh orang Indonesia,” ujarnya.
Sebagai tip berinvestasi, status tanah dan lokasi kondotel perlu diperhatikan, apakah berstatus hak milik, hak sewa, atau hak guna pakai.
Pada tahap awal, pengembang biasanya menawarkan masa sewa 20 – 25 tahun atau sama dengan apartemen. Jika tanah diperpanjang, masa sewa juga diperpanjang.
Kita juga perlu memperhatikan skema pembagian uang sewa (return) per tahun untuk dapat memperkirakan tingkat pengembaliannya.Beberapa pihak ada yang menggunakan skema bagi hasil murni, ada juga yang digabungkan dengan minimum return guarantee.
Jangan lupa, sebagai pemilik, Anda juga memiliki jatah tinggal di sana per tahun. Jika memiliki kondotel di sebuah kota yang sering dikunjungi untuk berlibur atau bekerja, Anda tidak perlu bingung mencari penginapan dan mengeluarkan extra cost. (sut)

Bank of Korea Waswas, Harga Lelang Properti Merosot

SEOUL, KOMPAS.com – Bank Sentral Korea Selatan mewanti-wanti rendahnya kualitas pinjaman realestat komersial. Mereka meminta pihak otoritas memperketat pengawasan dan memberikan perhatian atas isu tersebut.

Menurut Bank of Korea, rasio pelanggaran (delinquency) kredit properti komersial tersebut telah naik ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Sementara, harga-harga lelang sejumlah properti telah merosot dibandingkan dengan total pinjamannya.

Bank of Korea mencatat, nilai pinjaman properti komersial itu telah tumbuh sebesar kredit perumahan. Mereka mencatat, pinjaman itu mengalir ke para wiraswasta yang memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan ke perusahaan besar ketika pertumbuhan ekonomi sedang menurun.

Berdasarkan analisis data terhadap enam bank terpercaya, rasio pelanggaran kredit properti komersial tercatat sebesar 1,44% pada akhir Mei 2012 lalu. Persentase tertinggi sebelumnya mencapai 1,55% pada September 2009.

Bank of Korea juga mengatakan, rasio pinjaman untuk lelang harga propert komersial mereka telah turun di bawah saldo pinjaman sebesar 25%. Angka ini jauh lebih tinggi dari pinjaman perumahan sebesar 0,9%.

Korea Selatan telah mengadopsi serangkaian tindakan administratif yang bertujuan untuk membatasi utang rumah tangga. Sebab, tingginya pinjaman rumah tangga menjadi salah unsur terlemah dalam negara ekonomi terbesar keempat di Asia.

Di Korea Selatan, Komisi Pelayanan Keuangan dan Dinas Pengawasan Keuangan punya tanggung jawab utama untuk mengawasi dan mengatur institusi keuangan negara tersebut. Sementara itu pengaruh Bank Sentral lebih terbatas. (Erindia Deviana)

AirAsia Terancam Denda Rp 1 Miliar/Hari Jika Langgar Aturan Akuisisi

Jakarta – Pencaplokan Batavia Air oleh maskapai berbiaya murah (Low Cost Carrier/LCC) asal Malaysia, AirAsia di bawah bayang-bayang ancaman denda. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sedang mempelajari proses akuisisi tersebut.

Ketua KPPU Tajuddin Noer Said, ada persyaratan yang diatur dalam Undang-undang nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat terkait akusisi Batavia Air oleh Air Asia Indonesia, jika dilanggar Air Asia bisa dikenakan hukuman denda Rp 1 miliar per hari.

“Terkait Marger tersebut, AirAsia Indonesia atau pihak yang mengakuisisi harus melapor dahulu kepada KPPU tentang akuisisi yang dijalankannya dalam 30 hari kerja sejak akusisi terjadi secara efektif,” kata Tajuddin di Kantor KPPU Jl Veteran, Senin (30/7/2012).

Dikatakan Tadjuddin, dalam undang-undang tersebut diatur soal merger dan akuisisi, perusahaan bersangkutan tidak harus melakukan notifikasi dengan jika akumulasi omzetnya di bawah Rp 5 triliun atau asetnya tidak melebihi Rp 2,5 triliun, karena KPPU-lah yang berwenang menentukan dan menilai.

“Jadi berdasarkan laporan dari AirAsia paling lambat 30 hari kerja sejak akusisi terjadi secara efektif, KPPU menilai omzet perusahaannya lebih dari Rp 5 triliun atau asetnya lebih dari Rp 2,5 triliun maka KPPU berdasarkan UU bisa menghukum dengan hukuman denda Rp 1 miliar per hari,” ungkap Tadjuddin.

Saat ini kata Tadjuddin, sudah dibentuk tim KPPU untuk menghitung berapa aset dan omzet perusahaan ini dan jika akusisi terjadi berapa aset dan omzet perusahaan tersebut.

“Ada Tim KPPU yang sedang berkumpul untuk mengitung aset perusahaan yang diakuisisi tersebut (Batavia) dan AirAsia Indonesia,termasuk berapa aset perusahaannya ada di seluruh dunia, kita sedang coba hitung,” tambahnya.

Menurut Tajuddin, Marger atau akusisi yang wajib dinotifikasi ke KPPU berdasarkan Pasal 5 Jo Pasal 7 PP nomor 57 Tahun 2010 tentang Penggabungan atau Peleburan Badan Usaha dan Pengambilalihan Saham Perusahaan yang Dapat Mengakibatkan Terjadinya Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Merger atau akusisi yang wajib dinotifikasi yang akumulasi diantaranya :

  • Jika akumulasi aset marger lebih Rp 2,5 triliun atau akumulasi omzet lebih dari Rp 5 triliun
  • Jika dua perusahaan yang marger tidak terafiliasi satu sama lain (bukan dari satu perusahaan Induk)
  • Jika tergolong marger asing (dua perusahaan marger di luar negeri tapi salah satu atau keduanya punya asiliasi di Indonesia atau punyaproduk yang beredar di Indonesia)