Daily Archives: August 1, 2012

Kalahkan Rusia & AS, RI Juara 1 Hotel dengan Prospek Bisnis Cerah

Jakarta – Indonesia bisa mengalahkan Rusia, Brazil dan AS dalam prospek bisnis hotel di dunia. Survei salah satu situs perjalanan TripAdvisor, baru merilis TripAdvisor Industri Index yang berisi survei hotel terbesar di dunia.

Hasilnya, Indonesia berada di posisi teratas untuk hotel-hotel dengan prospek bisnis dan profitabilitas terbaik menurut survei TripAdvisor tersebut.

Dengan lebih dari 25.000 respons dari para pengusaha hotel dari seluruh dunia, dan 339 di antaranya dari Indonesia sendiri, survei ini telah mengungkapkan beberapa temuan penting mengenai tren-tren industri perhotelan teratas saat ini.

Diantara hasil-hasil utama tersebut antara lain, Indonesia berada di posisi pertama di dunia untuk hotel-hotel yang memiliki prospek bisnis terbaik, dan benar-benar atau sangat menguntungkan di tahun 2012.

Survei dua kali setahun dari Trip Advisor ini juga telah mengungkapkan beberapa wawasan lainnya dalam industri ini, termasuk akomodasi yang diharapkan dari harga kamar di bulan September, bagaimana mereka berinteraksi dengan wisatawan di platform social dan mobile, dan rencana-rencana mereka untuk menawarkan program-program ramah lingkungan.

Indonesia berada di posisi pertama di dunia untuk hotel dengan prospek bisnis terbaik, sementara Yunani berada di posisi paling buncit berdasarkan jawaban responden terhadap beberapa pertanyaan yang mengukur kesehatan bisnis yang telah mereka capai.

Selain itu, prospek bisnis untuk akomodasi di Asia Pasifik telah meningkat sedikit karena 50% kini mengharapkan ekonomi akan membaik, naik dari 48% menurut survei Industry Index terakhir di Desember 2011.

“TripAdvisor Industry Index menegaskan iklim ekonomi saat ini, karena hotel-hotel di Asia Pasifik, Amerika Utara dan Amerika Latin memiliki kemungkinan dua kali lipat untuk mendapatkan keuntungan dalam enam bulan terakhir dibandingkan hotel-hotel di kawasan EMEA (Eropa, Timur Tengah dan Afrika),” kata President TripAdvisor for Business, Christine Petersen dalam siaran persnya, Selasa (31/7/2012).

“Yang menggembirakan adalah daya tarik akomodasi berasal dari area online, social dan pemasaran bergerak. Sementara saat ini hanya seperempat dari responden menawarkan program yang melibatkan pengguna perangkat bergerak kami berharap angka ini akan naik,” tambahnya.

Berikut peringkat prospek paling positif:

1. Indonesia
2. Brasil
3. Rusia
4. Amerika Serikat
5. India

Prospek Paling Negatif:

18. New Zealand
19. Perancis
20. Spanyol
21. Italia
22. Yunani

Pada bagian lain, TripAdvisor mengungkapkan juga properti yang menguntungkan. Sebanyak 44% dari akomodasi di Indonesia dilaporkan benar-benar atau sangat menguntungkan dalam enam bulan terakhir. Ini merupakan angka tertinggi di dunia.

Properti–properti lebih besar yang memiliki lebih dari 50 kamar (52%) dilaporkan mendapatkan keuntungan lebih besar dibandingkan properti-properti lebih kecil dengan 50 atau kurang kamar (40%).

Selain itu, Thailand dan Indonesia adalah tempat terbaik untuk pekerjaan perhotelan di Asia Pasifik. Menurut survei tersebut, secara persentase lebih banyak pengusaha perhotelan di Thailand (31%) dan Indonesia (30%) yang menambah jumlah staf mereka. Sebagai perbandingan, pengusaha hotel di Jepang (20%), New Zealand (9%) dan Australia (8%), yang berada belakang Indonesia dan Thailand.

Advertisements

Kurang Diminati, Bisnis Motor Listrik Made in China Lesu

Jakarta – Saat ini sudah beredar motor listrik impor buatan China beredar di pasar dalam negeri namun kurang diminati masyarakat. Disaat yang bersamaan Menteri BUMN Dahlan Iskan ingin mengembangkan motor listrik buatan lokal.

Motor listrik buatan China ini dijual jauh lebih murah dari motor-motor konvensional berbahan bakar minyak (BBM). Meski harganya miring, tetap saja konsumen tak banyak tertarik.

“Masyarakat kurang berminat, sehingga berpengaruh pada omzet kami yang turun hingga 50%, bayangkan saat ini kami hanya bisa menjual 15-20 unit (per bulan), sejak tahun 2010 sepeda motor listrik,” kata Boim pemilik Dealer E-Moto Jaya kepada detikFinance di Bekasi Barat, Rabu (1/08/12).

E-Moto adalah Dealer tunggal motor listrik buatan China di Jabodetabek. Menurutnya pada tahun 2007-2008 adalah puncak penjualan tertinggi motor listrik E-Moto, yaitu 50 unit perbulan. Satu sepeda motor listrik buatan China ini dihargai Rp 7.800.000. Untuk engine berkisar Rp 1,8 juta hingga Rp 2,5 juta.

Boim mengakui sparepart dan teknisi menjadi sandungan para pemakai motor listrik di Indonesia khususnya Jabodetabek. Mereka harus membawa motor listrik ke bengkel E-Moto di Bekasi untuk diperbaiki karena E-Moto adalah salah satu dealer yang bertahan hingga saat ini di Indonesia.

Jemput Bola adalah sebuah sistem yang digunakan dealer E-Moto untuk memuaskan pelanggan motor listrik. Teknisi E-Moto akan datang kelokasi sesuai dengan panggilan via telepon.

“Kita teruskan bisnis ini, ucapan Pak Dahlan membuat saya yakin bahwa motor listrik cerah kedepannya,” tutupnya.

Saat ini E-Moto menawarkan beberapa produk motor listrik antaralain Xenos, Spririt, Titan, VIP, Renza.

Hari Bersejarah, Akhirnya Proyek PLTA Rp 4,6 T Dibangun di Lembah Baliem

Wamena – Hari ini merupakan hari bersejarah. PT PLN (Persero) meresmikan pembangunan PLTA Baliem II dengan kapasitas 10X5 Megawatt (MW) dari sumber mata air sungai Baliem.

Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan, sungai Baliem ini bisa menghasilkan listrik hingga 200 MW.

“Ada 200 MW, tapi kita tahap awal dikembangkan 50 MW dulu,” ungkap Nur Pamudji saat peresmian pembangunan PLTU Baliem II di Lembah Baliem, Wamena, Rabu (1/8/2012).

Nur Pamudji juga menjelaskan, pembangunan PLTA tersebut akan mengaliri listrik untuk kabupaten-kabupaten di daerah pegunungan tengah Papua.

“Ini bisa dibagikan untuk kabupaten di pegunungan tengah,” sambungnya.

Di tempat yang sama, General Manager PLN UIP KIT Sulmapa Andi Paherangi Jaya mengatakan, pembangunan mega proyek yang akan diselesaikan dalam waktu 5 tahun ini akan mampu menghemat penggunaan BBM yang sebelumnya digunakan sebagai pembangkit listrik.

“Dapat menghemat BBM sebesar 123 ribu kiloliter (KL) per tahun atau setara Rp 2,7 triliun dengan harga BBM Rp 20 ribu/liter,” imbuhnya.

Selain itu, untuk pendanaan mega proyek PLTA Baliem II ini, akan dibiayai oleh dana internal PLN dan APBN.

“Sumber pendanaan berasal dana PLN dan APBN, dengan anggaran Rp 4,6 triliun untuk pembangkit dan sarana prasarana tanah,” tambahnya.

Peresmian pembangunan proyek ini juga dihadiri oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan.

UBS Kehilangan Rp 3,2 Triliun Gara-gara IPO Facebook

Jakarta – Initial Public Offeering (IPO) Facebook membuat banyak sekuritas menderita kerugian akibat delay trading di hari pertama. Salah satunya adalah bank raksasa asal Swiss, UBS, yang mengumumkan loss sebesar US$ 356 juta (Rp 3,2 triliun).

Dikutip dari CNBC, Rabu (1/8/2012), salah satu sumber di bank tersebut mengatakan, secara otomatis UBS sudah menerima pesanan beli di monitornya, tapi tidak mendapat konfirmasi transaksi atas saham raksasa jejaring sosial tersebut.

Akibatnya, para pialang mencoba memasukkan pesanan kembali dan terjadi secara berulang-ulang sehingga melebihi batas pesanan yang sudah dialokasikan UBS.

Ia menambahkan, UBS yakin monitor perdagangan mereka tidak mengalami masalah. Itulah kenapa UBS meminta ganti rugi dan kompensasi dari Nasdaq.

Kerugian UBS ini nilainya 10 kali lebih tinggi dari sekuritas lain, sehingga menimbulkan spekulasi apakah memang semua ini adalah kesalahan Nasdaq sendiri. Sebelumnya Nasdaq sudah berencana memberikan kompensasi sebesar US$ 62 juta saja.

Penawaran saham perdana Facebook bulan Mei lalu diwarnai dengan kesalahan transaksi di setengah jam pertama setelah pembukaan gara-gara kesalahan teknis. Sehingga banyak pemesanan saham yang gagal diselesaikan.

Pada perdagangan kemarin, harga saham Facebook sempat menyentuh posisi terendahnya di US$ 21,61 per lembar, jatuh hampir 50% dari harga IPO di US$ 38.

Sahamnya menutup perdagangan Selasa waktu setempat di US$ 21,71 per lembar. Sementara saham UBS jatuh lebih dari 4% ke level US$ 10,60 per lembar.