Kepemilikan Properti Asing Bukan Prioritas

detail berita

Ilustrasi (Foto: Runi Sari B/Okezone)

JAKARTA – Wacana kepelimikan properti oleh pihak asing di Indonesia kembali menguak setelah akhir tahun lalu, Presiden SBY memberikan sinyal positif terhadap kebijakan ini. Hal ini tentu saja menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan. Salah satu pihak yang sangat giat dalam menyuarakan dibukanya kran kepemilikan asing ini adalah Persatuan Perusahan Realestat Indonesia (REI).

Menyoroti hal ini, Indonesia Property Watch (IPW) mengemukakan, sebelum dibukanya kran kepemilikan bagi warga asing di Tanah Air, alangkah baiknya jika pemerintah melihat pada sisi lain yang lebih penting, di mana masih banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang belum memiliki rumah.

Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda mengatakan, di Indonesia pemenuhan papan untuk rakyat khususnya MBR saat ini masih sangat memprihatinkan. Berdasarkan data BPS bahwa backlog rumah 13,6 juta unit dan berdasarkan perhitungan Indonesia Property Watch angka itu sudah membengkak menjadi 21,7 juta unit rumah.

“Yang menjadi pertanyaan adalah sederhana, bahwa Indonesia belum bisa mengurus hunian untuk rakyatnya. Dan sangat aneh rasanya bila kemudian kran kepemilikan asing yang menjadi isu prioritas untuk di-goalkan,” kata Ali seperti dikutip dalam situs resmi Indonesia Property Watch, Kamis (3/1/2013).

Lebih lanjut Ali menyebutkan, seberapa penting dibukanya kran kepemilikan asing dibandingkan dengan berjuta-juta rakyat yang belum mempunyai rumah.

“Akan bijaksana bila pemerintah mempunyai strategi dan kebijakan perumahan yang andal dahulu sebelum berpikir untuk membuka kepemilikan asing di Indonesia,” ujar dia.

Di satu sisi Indonesia Property Watch menyatakan setuju bila dibukanya kepemilikan asing akan membawa devisa dan keuntungan bagi pengembang dengan penyerapan tenaga kerja yang sangat banyak. Namun, di sisi lain perlu adanya rasa keberpihakan kepada MBR agar harga tanah tidak ikut melonjak naik, sehingga rakyat tidak dapat mempunyai rumah dan pemerintah pun kesulitan mengendalikan harga tanah. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s