info property : 2013, Backlog Perumahan Makin Membengkak?

detail berita

Ilustrasi perumahan (Foto: Heru H/Okezone)

JAKARTA – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2010, kekurangan pasokan perumahan (backlog) di Indonesia telah mencapai 13,6 juta dan berdasarkan perhitungan Indonesia Property Watch (IPW) pada 2012 angka ini sudah bertambah menjadi 21,7 juta.

Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda mengatakan, pada 2013 backlog perumahan bisa saja kian membengkak, apabila tidak ada terobosan yang dilakukan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk menambah pasokan perumahan dan memberikan kemudahan bagi masyarajkat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah layak huni.

“Tahun 2013 beberapa waktu lalu saya bilang tahun harapan, tapi melihat kinerja Kemenpera selama 2012 yang tidak ada kemajuan, harapan itu dipertanyakan lagi,” ungkap Ali kepada Okezone, di Jakarta, Jumat (4/1/2013).

Sebab lanjut Ali, dilihat dari program kerja Kemenpera selama satu tahun kemarin tidak ada perubahan, penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mandek, dan penyediaan rumah tapak atau rumah susun (rusun) bagi MBR yang semenstinya bisa dilakukan pun tidak berhasil. “Untuk 2013 kami (IPW) belum menghitung, tapi pasti bertambah backlog-nya,” ujar Ali.

Sementara itu, pengamat properti Panangian Simangkulangit sebelumnya pernah membeberkan, backlog 13,6 juta pada 2012 akan bertambah. Meskipun kenaikannya tidak terlalu signifikan, Panangian memperkirakan, angka backlog perumahan akan naik menjadi sekira 15 juta pada 2014.

Mengingat hingga saat ini, pemerintah belum bisa mengurangi secara signifikan angka backlog perumahan tersebut. “Sudah beberapa kali pergantian kabinet dan menteri perumahan, tapi buktinya angka tersebut tidak berkurang malah terus bertambah setiap periodenya,” kata Panangian beberpa waktu lalu.

Dia manambahkan, jika dirunut mundur ke belakang, semenjak jatuhnya rezim Soeharto pada 1998, tercatat backlog perumahan saat itu mencapai 5 juta. Kemudian pada 2004 meningkat menjadi 7 juta, dan 2009 naik menjadi 11 juta.

“Dalam setahun ada sekira 700-800 ribu backlog. Secara tidak langsung bisa disimpulkan dalam kurun waktu empat sampai lima tahun, angka backlog perumahan di Tanah Air meningkat hingga empat jutaan. Sudah hampir sama jumlahnya dengan permintaan (demand) perumahan,” jelas Panangian. (NJB)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s