info propety :IPW Dukung Kepemilikan Properti Asing, Asal…

detail berita

Hunian vertikal (apartemen) salah satu sektor yang diajukan sebagai syarat kepemilikan properti asing (Foto: Dede K/Okezone)

JAKARTA – Aturan kepemilikan properti asing terus didengungkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Saat ini, pengajuan aturan tersebut telah di bawa ke meja DPR-MPR RI, namun masih menuai pro dan kontra.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) mengatakan pihaknya mendukung kebijakan tersebut dengan syarat, harus ada kompensasi terhadap masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum bisa memiliki rumah. Sebab, hingga kini angka kebutuhan perumahan masih tinggi, yakni mencapai 800 ribu unit per tahun seiring bertambahnya jumlah penduduk.

“Ini memang positif bagi pertumbuhan ekonomi bangsa, tapi harus ada rambu-rambu yang jelas yang mengaturnya. Buat apa kita mikirin kepentingan orang asing, jika masyarakat kita sendiri tidak diperhatikan,” imbuhnya.

Ali menegaskan, boleh saja bercermin ke Singapura, China dan negara-negara lain yang telah sukses dengan jual beli properti oleh asing. Akan tetapi,  yang dipelajari jangan bagus-bangusnya saja dan mengabaikan dampak buruknya.

Dia mengungkapkan, Singapura dan China yang telah lama membuka kran kepemilikan properti asing bisa dibilang pertumbuhan pasarnya sangat pesat. Namun, dampaknya adalah terjadi bubble atau penggelembungan nilai properti.

“Di sana, orang asing bebas beli properti, tapi lihat belakangan malah terjadi bubble. Harga properti naik gila-gilaan, sehingga pasar jadi tidak sehat. Itu sebabnya, pemerintahnya mengeluarkan kebijakan, seperti pajak tambahan bagi pembeli asing untuk mengerem bubble yang lebih besar,” ujarnya kepada Okezone, di Jakarta, Jumat (4/1/2013).

Lebih lanjut Ali mengatakan, jika pemerintah RI benar-benar membuka kesempatan bagi orang luar untuk bebas memiliki properti di sini, maka selain kompensasi kepada MBR, juga harus bisa menjamin tidak akan terjadi lonjakan harga tanah dan nilai produk properti yang signifikan.

“Misalkan, syarat orang asing bisa membeli properti yang harganya Rp2 miliar ke atas saja, belum tentu pengembang jual dengan harga segitu. Bisa saja mereka jual dengan harga Rp5 miliar pun akan tetap laku. Karena nilai properti kita masih rendah dan potensi kenaikannya besar. Saya tanya ke pengembang ada enggak yang bisa jamin properti dan tanah enggak akan naik, enggak ada yang bisa menjamin itu,” tegasnya. (NJB)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s