Lombok Utara Targetkan Kunjungan 500.000 Wisatawan

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Pengunjung menikmati guyuran Air Terjun Sindang Gila di kaki Gunung Rinjani, di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Minggu (25/9/2011). Air terjun ini bersumber dari Gunung Rinjani dan mengalir ke desa-desa di bawahnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan pertanian penduduk sekitar.

MATARAM, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 500.000 orang pada 2013 untuk mendukung program Visit Lombok Sumbawa (VLS) jilid II dengan target 2 juta wisatawan pada 2015.

Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu di Mataram, Kamis (3/1/2013), mengatakan pada 2012 jumlah wisatawan mancanegara maupun nusantara yang berkunjung ke daerah itu mencapai 400.000 orang, sehingga mampu memberika sumbangan 40 persen untuk program VLS I/2012 dengan realisasi kunjungan sebanyak satu juta wisatawan.

“Saya melihat dari tahun ke tahun setelah terbentuknya Kabupaten Lombok Utara kunjungan wisatawan terus meningkat. Pada 2011 angka kunjungan wisatawan tercatat 360.000 orang dan 2012 mencapai 400.000 orang,” katanya.

Djohan mengaku optimistis target kunjungan wisatawan ke Lombok Utara sebanyak 500.000 orang pada 2013 akan tercapai, karena minat para wisatawan mancanegara maupun nusantara untuk berkunjung ke daerah itu semakin meningkat.

Untuk itu, Pemkab Lombok Utara berupaya membina dan memelihara ketertiban dan keamanan di destinasi wisata guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada para wisatawan yang berkunjung dan berlibur di daerah itu.

Menurut Djohan, meningkatnya kunjungan wisatawan tersebut karena didukung kondisi keamanan yang semakin kondusif dan telah dilakukan pembenahan destinasi unggulan, seperti obyek wisata Gili Trawangan di Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang.

Untuk menunjang pengembangan industri pariwisata, Pemkab Lombok Utara memberikan kemudahan kepada investor membangun fasilitas akomodasi, baik hotel maupun restoran dan usaha wisata lainnya.

“Saya melihat sekitar 40 hingga 50 persen wisatawan yang berkunjung ke NTB berada di Kabupaten Lombok Utara. Ini berdampak terhadap meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD),” katanya.

Djohan melanjutkan, setiap tahun PAD Lombok Utara terus meningkat dan sekitar 70 persen berasal dari sektor pariwisata. Pada tahun pertama ketika Lombok Utara ditetapkan menjadi daerah otonom baru pada 2009, PAD Lombok Utara sebesar Rp 6 miliar.

Pada 2010 meningkat menjadi Rp 10 miliar dan naik lagi menjadi Rp 25 miliar pada 2011, kemudian pada 2012 meningkat menjadi Rp 30 miliar, sebesar 70 persen di antaranya berasal dari sektor pariwisata, dan pada 2013 ditargetkan Rp 32,6 miliar.

Menurut data BPS, tambah Djohan, lonjakan PAD Lombok Utara merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan sembilan kabupaten/kota lainnya di Provinsi NTB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s