Yogyakarta Tambah 66 Hotel Tahun Ini

Hotel Novotel di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hotel Novotel di Daerah Istimewa Yogyakarta. (sumber: Dok. Novotel)

“Yogyakarta masih sangat menarik dan potensial untuk objek bisnis yang terfokus pada meeting, incentive, convention dan exhibition …”

Jumlah hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan bertambah sebanyak 66 hotel pada tahun ini.

Demikian yang dikemukakan oleh Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia provinsi ini, Deddy Pranowo Eryono.

“Pada tahun ini jumlahnya (hotel) akan ditambah sebanyak 66 hotel yang terdiri atas  22 hotel bintang dan 44 non bintang (melati),” katanya di Yogyakarta, Senin (07/01).

Dengan penambahan sebanyak 66 hotel tersebut, lanjut deddy, jumlah persediaan kamar hotel akan bertambah 10.000 kamar. Jadi, bila digabungkan dengan yang sudah ada, maka secara keseluruhan akan tersedia 28.000 kamar hotel di DIY pada tahun ini.

Sekadar diketahui, kata dia, hingga tahun 2012, jumlah hotel di DIY sebanyak 384 yang terdiri atas 42 hotel bintang dan 342 hotel non bintang (melati).

Menurut Deddy penambahan tersebut dipicu, karena hingga saat ini DIY masih sangat menarik untuk acara-acara pertemuan berskala Nasional maupun Internasional.

“Yogyakarta masih sangat menarik dan potensial untuk objek bisnis yang terfokus pada Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (Mice), baik dalam skala Nasional maupun Internasional,” katanya.

Dengan demikian, kata Deddy, jumlah okupansi hotel pada tahun ini dipastikan juga akan meningkat dari tahun lalu.

“Dengan penambahan hotel bisa dipastikan okupansi meningkat asalkan tiap-tiap hotel yang baru juga mampu memberikan promosi yang lebih menarik,” katanya.

Dia mengatakan untuk pertumbuhan okupansi hotel juga sangat terpengaruh dengan perkembangan even-even budaya di tiap-tiap objek wisata yang disediakan.

“Berkembangnya even-even budaya di setiap objek wisata di DIY terkait dengan bertambahnya pengunjung atau wisatawan yang datang sehingga secara langsung atau tidak akan mempengaruhi jumlah okupansi hotel,”katanya.

Deddy berharap dengan pertumbuhan jumlah hotel tersebut juga dapat diimbangi dengan pertumbuhan infrastruktur yang memadai oleh pemerintah setempat.

“Infrastruktur juga harus didukung misalnya dengan menambah kantung-kantung parkir bagi bus-bus pariwisata,” katanya.

Selain itu, lanjut Deddy, sosialisasi terkait informasi lalu lintas juga diharapkan lebih jelas sehingga dapat memudahkan para pendatang.

“Kami juga berharap agar sebelum peraturan baru lalu lintas diberlakukan agar lebih dulu memberikan sosialisasi yang jelas sehingga memudahkan para pendatang,” tutupnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s