Kemenpera Lanjutkan Program 1.000 Tower Rusunami

Ilustrasi Rusunami

Ilustrasi Rusunami (sumber: Yudhi Sukma Wijaya/THE JAKARTA GLOBE)

Pihak Kemenpera juga bekerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah untuk menyediakan lahan pembangunan Rusun.

Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) berencana melanjutkan kembali program pembangunan 1.000 menara rumah susun sederhana milik (rusunami), dengan “terjun langsung” dalam proyek ini.

“Untuk mendorong partisipasi pengembang swasta, pemerintah akan membangun rusunami terlebih dahulu. Tentu kami yang bangun, terutama dalam hal penyediaan lahan dan pengembangnya adalah kontraktor BUMN yang siap,” ungkap Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz di kantornya, pekan lalu.

Menpera menuturkan, saat ini program pembangunan 1000 tower berjalan lamban. Karena itu, pada tahun ini, pihaknya akan menggenjot kembali program tersebut.

Sebelum dimulai, Kemenpera akan mengajukan kepada presiden untuk merevisi terlebih dulu Kepres No 22 Tahun 2006 tentang Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Rusun.

“Ini komitmen kami untuk melanjutkan program 1000 menara rusunami. Revisi Keppres supaya proyek ini bisa berjalan dengan baik,” ungkap Djan Faridz.

Menurut Menpera, peran pengembang swasta untuk membangun rusun di tengah kota dengan harga terjangkau, masih sulit terlaksana dengan baik. Karena itu pemerintah akan turun langsung untuk mengembangkan rusunami.

Selama ini, swasta yang ingin membangun rusun di tengah kota, memiliki kendala seperti tingginya harga lahan dan perizinan. Kondisi tersebut tidak memungkin swasta menjual rusunami dengan harga terjangkau.

“Pasti harganya mahal. Karenanya, pemerintah yang turun langsung terlebih dahulu, agar swasta juga terpancing bangun rusun murah,” ujar dia.

Djan Faridz menambahkan, pihaknya akan berupaya dalam penyediaan lahan dan menggandeng kontraktor yang siap.

“Pemerintah akan berkontribusi pada pengadaan lahan rusun-rusun tersebut. Kami mengupayakan mendapat tanah idle (menganggur) dari Pemda,” kata dia.

Untuk kontraktornya, lanjut Djan, pemerintah juga akan menggandeng BUMN maupun swasta untuk pengerjaan konstruksi. Dia juga akan mendorong perbankan agar mendukung pembiayaan.

“Pemerintah terjun. Swastanya kita dorong. Nanti pada pelaksanaan pembangunannya, baru kita tunjuk BUMN, Perumnas, Hutama Karya, dan lainnya,” papar dia.

Selain itu, Kemenpera akan bekerja sama dengan pemerintah daerah (pemda) termasuk pemerintah provinsi DKI Jakarta, untuk menyediakan lahan pembangunan Rusun.

Salah satu yang sudah disepakati dan siap bangun adalah lahan milik DKI di Pasar Rumput, Jakarta Pusat dan eks dinas Teknis DKI, Jakarta Timur. Kemayoran, Bandara, pelabuhan dan sejumlah titik lainya di Jakarta tengah dibidik untuk dibangun rusun.

Kemenpera juga akan melakukan pendekatan dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam rangka pemanfaatan lahan idle di stasiun kereta api.

“Nantinya, pembangunan rusun diupayakan di tengah kota Jakarta, sehingga penghuninya dekat dengan pusat kota, yang menjadi lokasi tempat kerja. Bila pinggir kota ya sulit, dan masyarakat juga engga untuk menghuninya,” kata dia.

Rencana Kemenpera tersebut disambut hangat oleh Perum Perumnas. Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang properti ini mengaku, siap membantu pembangunan rusun murah dalam program 1000 menara rusunami.

“Tentu kami tertarik untuk bangun itu,” kata Direktur Produksi Perum Perumnas, Kamal Kusmantoro.

Menurutnya, Perumnas dan BUMN lainnya sudah bekerjasama dengan Pemda DKI untuk bangun 12 tower di wilayah Jakarta. Baik yang terletak di Kemayoran, Jakarta Timur dan sejumlah titik lainya.

Terkait lambannya proyek pembangunan 1000 tower tersebut, kata Kamal, karena patokan untuk harga rusun hanya Rp 4 juta per m2r, sehingga bisa merugikan pengembang.

“Kalau harga murah sulit untuk dibangun. Kalau bisa, minimal Rp6 juta per m2. Apalagi untuk KLB (Koefisien Luas Bangunan) saat ini masih bisa ditinggikan kembali,” ujar dia.

Ketua umum DPP Ral Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso mengatakan, pada prinsipnya swasta siap membantu program pemerintah dalam membangun 1000 tower rusun. Persoalannya, aturan dan regulasinya juga harus mendukung.

“Jangan sampai swasta bangun, tetapi merugi, ya kalau seperti itu sulit,” kata dia.

Karena itu, pemerintah harus memberian insentif kepada pengembang agar bisa membantu program tersebut, seperti insentif bebas PPn dan lainnya. Dengan demikian harga bisa ditekan sampai Rp4 juta per m2, dari saat ini masih mencapai Rp7 juta per m2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s