Daily Archives: January 9, 2013

Bali, Urutan Pertama Dunia untuk Liburan Impian 2013

Keindahan pulau dewata direpresentasikan lewat pesona gambar pemandangan alam yang dimiliki oleh Viceroy Resort Bali.

Keindahan pulau dewata direpresentasikan lewat pesona gambar pemandangan alam yang dimiliki oleh Viceroy Resort Bali. (sumber: Huffingtonpost)

Keindahan dunia bawah laut Raja Ampat, juga masuk dalam daftar wisata impian di 2013.

Beberapa hari yang lalu, laman Huffingtonpost melansir daftar destinasi wisata yang menjadi impian wisatawan dari seluruh dunia.

Hebatnya, keindahan alam dan atraksi wisata yang dimiliki oleh Indonesia berada dalam urutan pertama dan kedua dalam daftar liburan impian tersebut.

Pesona dan keindahan alam serta aneka atraksi wisata yang dimiliki pulau Bali, menempati urutan pertama dalam daftar.

Keindahan pulau dewata direpresentasikan lewat pesona gambar pemandangan alam yang dimiliki oleh Viceroy Resort Bali.

Untuk urutan kedua, Pesona dunia bawah laut kawasan menyelam (diving) Raja Ampat, menjadikanya sebagai destinasi liburan impian di tahun ini.

Tempat ini dinyatakan sebagai kawasan laut yang memiliki keanekaragaman hayati paling mempesona di dunia.

Tidaklah mengherankan jika Raja Ampat kemudian menjadi tujuan utama kalangan pecinta diving dan snorkeling dari seluruh dunia.

Selain Bali dan Raja Ampat, ada sejumlah destinasi lain yang juga termasuk dalam daftar destinasi wisata impian kalangan turis di seluruh dunia.

Untuk peringkat ketiga ditempati oleh sebuah resor pegunungan yang ada di wilayah St Lucia.

Keindahan lokasi menyelam di kawasan Big Island, hawaii menempati urutan keempat.

Peringkat kelima ditempati Vanuatu yang dinyatakan sebagai pulau tujuan utama paling alami dan memiliki situs Warisan Dunia UNESCO.

Selanjut, keindahan pasir pink yang ada di Harbour Island, Bahama menempati urutan keenam daftar liburan impian tahun 2013.

Pesona Maladewa menempati urutan ketujuh lewat keindahan yang dimiliki oleh Conrad Maldives Resort and Spa di Pulau Rangali, Maladewa.

Terakhir, keindahan pulau Santorini, Yunani, menjadi penutup destinasi liburan impian di tahun ini.

Advertisements

Ada Pizza Rendang di The Sunan Hotel Solo

Menu pizza rendang The Sunan Hotel Solo

Menu pizza rendang The Sunan Hotel Solo (sumber: The Sunan Hotel)

Menu pizza rendang ditawarkan seharga Rp55 ribu nett per loyang dan bisa dibagi menjadi 8 potong.

Terobosan kuliner dan menu – menu atraktif terus dilakukan oleh hotel berbintang empat, The Sunan Hotel Solo.

Salah satunya adalah dengan menghadirkan varian pizza tipis dengan rasa rendang.

Kehadiran varian pizza baru ini melengkapi ragam hidangan pizza yang telah hadir lebih dahulu di hotel ini seperti, meat lover, seafood, cheese Melt, vegetable dan fresh fruit pizza.

“Peluncuran Pizza Rendang ini merupakan bentuk kreatifitas seni kuliner yang diolah oleh pastry Chef Tarno untuk memperkaya khazanah kuliner The Sunan Hotel Solo,” jelas Mustafa Rahmatono, General Manager The Sunan Hotel Solo dalam rilis yang diterima Beritasatu.com, Selasa (8/1).

Menurut Mustafa, kelezatan rasa dan keunikan dari pizza rendang yang ditawarkan oleh pihaknya terdapat pada bentuknya yang tipis, garing dan lengkap dengan rasa rendang yang menggoda.

“Harga pizza tersebut ditawarkan Rp55 ribu nett per loyang dengan diameter 18 cm dan bisa dibagi menjadi 8 potong pizza,” tambah dia.

Pada bulan Januari ini, lanjut Mustafa, selain menggenjot penjualan kamar dan konferensi, The Sunan Hotel Solo terus melakukan inovasi pada produk – produk makanan dan minuman yang dimiliki.

“Sebagai hotel yang diperhitungkan di Solo, kami selalu mengutamakan eksistensi melalui kekuatan karakter, service, inovasi produk serta kreativitas event,” lanjut dia

“Lewat peluncuran pizza ini, kami berharap para tamu memiliki banyak pilihan untuk mengenal kreasi makanan sekaligus menaikkan penjualan makanan di The Sunan Hotel Solo,” pungkasnya.

Penulis: Feriawan Hidayat

TDL Naik, Harga Rumah Pasti Naik…

Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kebijakan pemerintah untuk menaikkan tarif tenaga listrik sebesar 15 persen sepanjang 2013 sudah menuai berbagai penolakan. Beberapa pihak mengkhawatirkan kebijakan yang akan berpengaruh pada pengguna listrik di atas 1.300 VA tersebut juga akan memengaruhi harga beragam kebutuhan pokok, termasuk perumahan.

Kenaikan TDL kemungkinan akan menaikkan harga komponen bahan baku perumahan. Harga rumah bisa naik hingga 7 persen.
— Eddy Ganefo

Demikian diungkapkan Ketua Umum Apersi Eddy Ganefo dan Ketua DPD Apersi Kalimantan Selatan H Hasyim KA. Keduanya tidak menampik adanya kenaikan harga rumah tahun ini.

“Kenaikan tarif tenaga listrik kemungkinan akan menaikkan harga komponen bahan baku perumahan. Harga rumah bisa naik hingga 7 persen,” ujar Eddy di Jakarta, Rabu (9/1/2013).

Hal senada juga disampaikan Hasyim. Menurut dia, kenaikan harga rumah akan mencapai 7 persen. Meskipun akan berpengaruh terhadap harga komponen bahan baku perumahan, ia sepakat agar penundaan pembelian rumah tidak boleh sampai terjadi meski ada kenaikan tarif tenaga listrik.

“Kami punya trik tersendiri, yaitu dengan mengurangi profit,” tutur Hasyim, yang pada Selasa (9/1/2013) resmi menjadi Ketua DPD Apersi Kalimantan Selatan.

Sudah Ada PP Tembakau, Selamat Tinggal Rokok Mild!

Jakarta – Salah satu hal baru dalam Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengamanan Produk Tembakau adalah larangan untuk memakai istilah menyesatkan dalam kemasan rokok. Istilah Mild, Light, Low Tar, Slim dan sejenisnya tidak boleh dipakai lagi.

Bunyi pasal yang memuat larangan tersebut seperti dikutip dari situs Sekretariat Negara, Rabu (9/1/2013) adalah sebagai berikut:

Pasal 24

(1) Setiap produsen dilarang untuk mencantumkan keterangan atau tanda apapun yang menyesatkan atau kata-kata yang bersifat promotif.

(2) Selain larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), setiap produsen dilarang mencantumkan kata “Light”, “Ultra Light”, “Mild”, “Extra Mild”, “Low Tar”, “Slim”, “Special”, “Full Flavour”, “Premium” atau kata lain yang mengindikasikan kualitas, superioritas, rasa aman, pencitraan, kepribadian, ataupun kata-kata dengan arti yang sama.

Sesuai penjelasan yang dilampirkan, sebuah istilah dikatakan ‘menyesatkan atau kata-kata yang bersifat promotif’ jika maknanya memperdayakan atau cenderung bermaksud menciptakan kesan keliru tentang dampak kesehatan dari Produk Tembakau. Misalnya, seolah-olah bisa memberi manfaat untuk kesehatan.

Istilah ‘Rokok Mild’ misalnya, mengesankan bahwa racung yang terkandung dalam rokok tersebut hanya sedikit sehingga lebih aman dibanding rokok biasa. Padahal menurut penelitian, keyakinan ini justru membuat orang merokok lebih banyak karena merasa lebih aman.

Sementara itu, kesan seolah-olah memberikan manfaat untuk kesehatan contohnya ada pada istilah ‘Rokok Slim’. Dalam iklan-iklan selama ini, Rokok Slim menggunakan model bertubuh slim seolah-olah bentuk tubuh seperti demikian bisa didapat dengan merokok.

Dengan disahkannya PP Nomor 109/2012 tentang Pengamanan Produk Tembakau, maka istilah semacam itu akan dilarang. Larangan juga berlaku untuk istilah lain yang mengindikasikan kualitas, superioritas, rasa aman, pencitraan, kepribadian, ataupun kata-kata dengan arti yang sama.

Selain Rute Cawang-Bekasi, Adhi Karya Siapkan Monorel Tangerang-Palmerah

Jakarta – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) bersama konsorsium BUMN membatah keluar dari proyek pengembangan monorel di Jakarta. Perseroan malah menyiapkan rute baru, rute ini di luar dari jalur yang disiapkan PT Jakarta Monorail.

Adhi Karya akan menawarkan pengembangan monorel rute baru tahap II. ADHI bersama konsorsium perusahaan pelat merah tawarkan rute baru dari Tangerang ke Palmerah atau rute barat kepada Gubernur DKI Jakarta Jokowi.

Rute ini melengkapi rute timur atau pengembangan tahap 1 yakni Bekasi Timur ke Cawang dan Cibubur ke Cawang kemudian dilanjutkan ke tengah kota.

“Mungkin dilanjutkan, kajian berikutnya jalur barat, nanti tahap berikutnya (jalur barat) dari Tangerang ke Palmerah,” tutur Sekretaris Perusahaan ADHI Amrozi Hamidi kepada detikFinance, Rabu (9/1/2013).

Pada dasarnya, ADHI ingin menawarkan konsep terintegrasi pemecahan persoalan transportasi di Jakarta sehingga ADHI terus akan membawa kosorsium BUMN seperti PT Telkom Tbk, PT LEN, dan PT INKA untuk mengembangan kosep monorel Jakarta secara lengkap.

“Adhi pada dasarnya tetap ingin disuruh membantu percepatan jaringan transportasi DKI. Adhi tetap menggunakan konsorsium BUMN,” pungkasnya.

Pemerintah Siap Pasok Energi untuk Proyek Mobil Listrik

Jakarta – Pemerintah menjamin pasokan energi untuk mobil listrik sangat cukup walaupun telah ada 1 juta unit mobil listrik pada tahun ini. Hal ini sebagai antisipasi terjadi pertumbuhan permintaan mobil listrik dimasa mendatang.

“Kebutuhan listrik kan tiap tahun bertambah tapi kita sudah antisipasi jika mobil listrik ada, mulai dari stasiun pengisian mobil listrik,” ucap Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman, Rabu (9/1/2013).

Berapun mobil listrik yang ada, bahkan jika pada 2013 kata Jarman ada 1 juta unit mobil listrik, pasokan listrik tetap cukup dan ada khususnya untuk Jawa-Bali.

“Walau tahun ini ada 1 juta unit dan mobil listrik diproduksi massal, pasokan listrik ada dan cukup khususnya jika melihat kondisi pasokan cukup untuk Jawa-Bali,” ungkap Jarman.

Namun hingga sampai saat ini ujar Jarman, pihaknya belum mengeluarkan anggaran khusus untuk menyiapkan infrastruktur pengisian mobil listrik.

“Tidak ada anggaran khusus untuk infrastruktur mobil listrik, yang jelas dari sis pasokan listrik sudah cukup berapapun yang diproduksi, apalagi kita sudah ada cadangan listrik 30% di Jawa-Bali, bahkan dibeberapa tempat sudah aman pasokannya,” tukas Jarman.

Listrik Naik 15%, Pengusaha Mal Naikkan Service Charge 20%

Jakarta – Kenaikan tarif listrik rata-rata 15% sepanjang 2013 direspons oleh para pengelola pusat belanja dengan menaikkan service charge sebesar 15-20%.

Service charge merupakan biaya yang dikenakan pengelola pusat perbelanjaan kepada penyewa atau tenant, antaralain pemeliharaan gedung dan peralatan, suplai pendingin udara, biaya penggunaan lampu penerangan di ruang umum dan membayar gaji pegawai pengelola mal.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jakarta Handaka Santosa mengatakan dengan kenaikan tarif listrik tahn 2013 sebesar 15%, service charge mal di Indonesia naik sebesar 15-20%.

“Tarif listrik naik, mau tidak mau pengelola akan menyesuaikan biaya service charge paling tidak sebesar 15-20%,” kata Handaka di acara coffee morning di Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rabu (9/1/2013).

Menurut Handaka, kenaikan service charge tersebut tentunya akan dibebankan ke penyewa/tenant mal.

“Dimana kenaikan tersebut akan dibebankan ke penyewa atau tenant. Tentunya kenaikan tersebut akan berpengaruh kepada kenaikan harga barang/jasa dan ujung-ujungnya hal ini akan membebani konsumen dan masyarakat,” ungkap Handaka.

Handaka menuturkan kenaikan tarif listrik ini berimbas ke semua biaya operasional disegala sektor terutama selaku pengelola mal. “Karena listrik sebagai komponen utama (sebesar 45-50%) dalam sistem operasional, ditambah lagi ada kenaikan upah minimum provinsi (UMP Jakarta) yang signifikan sebesar 44%,” tandas Handaka.

Indonesia Punya Teh Mahal, Harganya Rp 1,5 Juta/Kg

Jakarta – Indonesia dikenal dengan negara yang mempunyai beragam jenis hasil pertanian. Tetapi tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengetahui jika Indonesia mempunyai teh mahal asli Indonesia. Teh mahal itu adalah teh putih.

“Indonesia mempunyai teh mahal yaitu teh putih. Itu asli Indonesia,” ungkap Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi saat menghadiri lelang teh di Kawasan Menteng Jakarta, Rabu (9/01/2013).

Bayu mengatakan untuk mendapatkan 1 kg teh putih, konsumen harus merogoh kocek sebesar Rp 1,5 juta lebih mahal dari harga rata-rata teh biasa. Teh putih menurut Bayu salah satunya hanya dapat ditemui di Kawasan Bandung, Jawa Barat.

“Salah satu produsennya itu Walini di Bandung itu (teh putih) Ikon teh Indonesia,” kata Bayu.

Bayu juga mengatakan tanaman teh tidak hanya menjadi tanaman yang dapat dikonsumsi tetapi tanaman teh merupakan tanaman konversi yang paling baik. Salah satu efek positif dari tanaman teh adalah menjaga lingkungan dari bahaya polutan.

“Teh merupakan tanaman konversi yang paling baik. Jika kita jaga maka lingkungan kita jauh lebih baik. Bahkan kita betul-betul ingin mendorong konsumsi teh di Tanah Air,” cetus Bayu.

Ini 10 Kawasan Perumahan di Jabodetabek yang Jadi Favorit

Jakarta – Hampir semua proyek properti yang dipasarkan tahun lalu laku keras, terutama di kawasan-kawasan favorit. Sehingga tak ada yang meragukan tahun 2012 adalah tahun bisnis properti.

Tahun lalu, Rumah.com mengidentifikasi sepuluh kawasan yang paling banyak diminati konsumen. Dari data tersebut terlihat bahwa kawasan paling diminati adalah kawasan yang telah berkembang dan matang (mature) yang memiliki beragam fasilitas.

Berikut ini adalah 10 kawasan favorit untuk tempat tinggal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) versi Rumah.com:

  1. Bintaro, Jakarta Selatan
  2. Cibubur, Jakarta Timur
  3. BSD, Tangerang
  4. Gading Serpong, Tangerang
  5. Tebet, Jakarta Selatan
  6. Kelapa Gading, Jakarta Utara
  7. Jagakarsa, Jakarta Selatan
  8. Rawamangun, Jakarta Timur
  9. Sunter, Jakarta Utara
  10. Cinere, Jakarta Selatan

Presiden Direktur Rumah.com Chris Antonius mengatakan, data ini diolah dari pencarian hunian yang dilakukan konsumen di situs Rumah.com selama 2012 lalu. “Saat ini Rumah.com memiliki lebih dari 120 ribu iklan (listing) properti yang diakses lebih dari 1,5 juta pengunjung setiap bulan,” kata Chris dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/1/2013)

Chris menambahkan, pemilihan lokasi tempat tinggal biasanya dipengaruhi oleh faktor aksesibilitas dan kedekatan hunian dengan fasilitas-fasilitas penunjang, seperti rumah sakit, pusat belanja, sekolah, tempat rekreasi, dan lain-lain.

“Konsumen biasanya lebih memilih rumah di kawasan yang sudah berkembang dengan fasilitas lengkap, meski untuk itu mereka harus mengeluarkan uang lebih besar,” katanya.

Kawasan Cileungsi Mulai Diserbu Pengembang

Jakarta – Dinamika prospek properti di kawasan Jabodetabek terus berlanjut. Setelah sebelumnya kawasan BSD, Tangerang Selatan berkembang pesat, kini muncul beberapa kawasan yang menjadi rambahan baru bagi pengembang.

Direktur Eksekutif Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, dalam dua tahun terakhir pasar properti di kawasan BSD mulai terlihat jenuh.

“Di kawasan ini banyak dibangun rumah-rumah mewah, dan inilah yang mulai jenuh. Di sisi harga, saya melihat sudah mulai over value. Jadi saya memprediksi tahun 2013, pasar hunian mewah di BSD akan melemah,” kata Ali dalam keterangan tertulis rumah.com dikutip, Rabu (9/1/2013)

Menurut Ali, tidak masalah bagi konsumen atau end usser yang ingin membeli rumah di BSD, begitu pula investor yang ingin berinvestasi dalam jangka panjang. “Tetapi bagi investor yang berinvestasi dalam jangka pendek, sebaiknya mengurungkan niatnya membeli properti di kawasan ini,” katanya.

Ali menuturkan justru kini kawasan Cibubur memiliki daya tarik karena kawasan ini melebar hingga ke Cileungsi, karena harga properti di Cibubur—sepanjang Jalan Transyogi—sendiri sudah sangat mahal.

“Kawasan Cileungsi inilah yang sekarang banyak diserbu pengembang. Beberapa proyek perumahan berskala besar tengah dibangun di sini, seperti Metland Transyogi, Metland Cileungsi, dan Harvest City,” kata Ali.

Berdasarkan catatan rumah.com, yang menunjukkan banyak konsumen mencari hunian di Kota Wisata. Menurut Ali, hal ini disebabkan karena Kota Wisata adalah ikon Cibubur. “Perumahan ini adalah proyek besar pertama yang dibangun di Cibubur, sehingga identik dengan Cibubur,” katanya.

Selain itu Ali menuturkan, ada wilayah yang memang tetap menjadi favorit konsumen mencari rumah yaitu Bintaro. Kawasan ini yang telah matang dan ramai, sehingga menarik bagi konsumen. “Bintaro adalah kawasan satelit yang sudah jadi, dengan infrastruktur yang bagus,” katanya.

Harga properti di kawasan Bintaro saat ini belum over value, sehingga masih berpotensi menghasilkan capital gain.

“Bintaro masih menyasar pada segmen menengah dan menengah-atas, dengan harga properti mulai Rp 500 jutaan. Dan karena lahan mulai terbatas, maka pengembang di Bintaro mulai berani membangun proyek apartemen dengan harga Rp 300 jutaan,” katanya.