Hidupkan Lagi Subsidi Uang Muka Perumahan

KOMPAS/PRIYOMBODOAPERSI menilai, kebijakan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP)) dinilai sudah tepat untuk meringankan pembeli melalui kredit pemilikan rumah (KPR). Namun, persoalan uang muka masih menjadi salah satu kendala.

JAKARTA, KOMPAS.com – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) berharap pemerintah dapat menghidupkan lagi kebijakan subsidi uang muka untuk pembelian rumah. Kehadiran subsidi uang muka dapat menjadi alternatif mendukung program rumah bersubsidi Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera).

“Kalau subsidi uang muka diberlakukan lagi akan sangat bermanfaat bagi masyarakat berpendapatan rendah yang ingin membeli rumah,” kata Ketua Umum DPP Apersi Eddy Ganefo di Jakarta, Rabu (9/1/2013).

Eddy mengatakan, kebijakan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP)) dinilai sudah tepat untuk meringankan pembeli melalui kredit pemilikan rumah (KPR). Namun, persoalan uang muka masih menjadi salah satu kendala.

Dia menilai, kebijakan Kemenpera saat ini sudah memadai untuk masyarakat berpendapatan rendah yang ingin membeli rumah. Hanya saja, pelaksanannya di lapangan masih membutuhkan perbaikan di lapangan. Terutama, kata Eddy, terkait dengan koordinasi perizinan yang sebagian besar porsinya di pemerintah daerah.

“Kemudian ketersediaan listrik di sejumlah daerah masih menjadi kendala sehingga menyulitkan bagi anggota APERSI dalam menjual produknya,” katanya.

Eddy mengatakan, permintaan perumahan terbesar saat ini masih di kawasan Bodetabek. Namun, kendala terbesarnya ada pada masalah mahalnya harga tanah.

Saat ini, para pengembang yang tergabung dalam APERSI sebagian besar bergerak di bidang penyediaan rumah murah. Para pengembang tersebut menyiasati dengan membangun rumah tipe kecil tipe 21 atau 22 di atas lahan 60 meter persegi. Terkait itu, APERSI telah meminta kepada Pemda Botabek untuk menghapuskan biaya perizinan. Pihaknya juga berharap pemerintah mengatur kembali kebijakan penyediaan rumah susun murah atau dulu dikenal dengan nama Rusunami.

“Kita minta kepastian masalah perizinan yang mudah dan murah serta subsidi dari Menpera dapat digelontorkan untuk Rusunami,” ujar Eddy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s