Kawasan Cileungsi Mulai Diserbu Pengembang

Jakarta – Dinamika prospek properti di kawasan Jabodetabek terus berlanjut. Setelah sebelumnya kawasan BSD, Tangerang Selatan berkembang pesat, kini muncul beberapa kawasan yang menjadi rambahan baru bagi pengembang.

Direktur Eksekutif Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, dalam dua tahun terakhir pasar properti di kawasan BSD mulai terlihat jenuh.

“Di kawasan ini banyak dibangun rumah-rumah mewah, dan inilah yang mulai jenuh. Di sisi harga, saya melihat sudah mulai over value. Jadi saya memprediksi tahun 2013, pasar hunian mewah di BSD akan melemah,” kata Ali dalam keterangan tertulis rumah.com dikutip, Rabu (9/1/2013)

Menurut Ali, tidak masalah bagi konsumen atau end usser yang ingin membeli rumah di BSD, begitu pula investor yang ingin berinvestasi dalam jangka panjang. “Tetapi bagi investor yang berinvestasi dalam jangka pendek, sebaiknya mengurungkan niatnya membeli properti di kawasan ini,” katanya.

Ali menuturkan justru kini kawasan Cibubur memiliki daya tarik karena kawasan ini melebar hingga ke Cileungsi, karena harga properti di Cibubur—sepanjang Jalan Transyogi—sendiri sudah sangat mahal.

“Kawasan Cileungsi inilah yang sekarang banyak diserbu pengembang. Beberapa proyek perumahan berskala besar tengah dibangun di sini, seperti Metland Transyogi, Metland Cileungsi, dan Harvest City,” kata Ali.

Berdasarkan catatan rumah.com, yang menunjukkan banyak konsumen mencari hunian di Kota Wisata. Menurut Ali, hal ini disebabkan karena Kota Wisata adalah ikon Cibubur. “Perumahan ini adalah proyek besar pertama yang dibangun di Cibubur, sehingga identik dengan Cibubur,” katanya.

Selain itu Ali menuturkan, ada wilayah yang memang tetap menjadi favorit konsumen mencari rumah yaitu Bintaro. Kawasan ini yang telah matang dan ramai, sehingga menarik bagi konsumen. “Bintaro adalah kawasan satelit yang sudah jadi, dengan infrastruktur yang bagus,” katanya.

Harga properti di kawasan Bintaro saat ini belum over value, sehingga masih berpotensi menghasilkan capital gain.

“Bintaro masih menyasar pada segmen menengah dan menengah-atas, dengan harga properti mulai Rp 500 jutaan. Dan karena lahan mulai terbatas, maka pengembang di Bintaro mulai berani membangun proyek apartemen dengan harga Rp 300 jutaan,” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s