Listrik Naik 15%, Pengusaha Mal Naikkan Service Charge 20%

Jakarta – Kenaikan tarif listrik rata-rata 15% sepanjang 2013 direspons oleh para pengelola pusat belanja dengan menaikkan service charge sebesar 15-20%.

Service charge merupakan biaya yang dikenakan pengelola pusat perbelanjaan kepada penyewa atau tenant, antaralain pemeliharaan gedung dan peralatan, suplai pendingin udara, biaya penggunaan lampu penerangan di ruang umum dan membayar gaji pegawai pengelola mal.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jakarta Handaka Santosa mengatakan dengan kenaikan tarif listrik tahn 2013 sebesar 15%, service charge mal di Indonesia naik sebesar 15-20%.

“Tarif listrik naik, mau tidak mau pengelola akan menyesuaikan biaya service charge paling tidak sebesar 15-20%,” kata Handaka di acara coffee morning di Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rabu (9/1/2013).

Menurut Handaka, kenaikan service charge tersebut tentunya akan dibebankan ke penyewa/tenant mal.

“Dimana kenaikan tersebut akan dibebankan ke penyewa atau tenant. Tentunya kenaikan tersebut akan berpengaruh kepada kenaikan harga barang/jasa dan ujung-ujungnya hal ini akan membebani konsumen dan masyarakat,” ungkap Handaka.

Handaka menuturkan kenaikan tarif listrik ini berimbas ke semua biaya operasional disegala sektor terutama selaku pengelola mal. “Karena listrik sebagai komponen utama (sebesar 45-50%) dalam sistem operasional, ditambah lagi ada kenaikan upah minimum provinsi (UMP Jakarta) yang signifikan sebesar 44%,” tandas Handaka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s