Prospektif, Bisnis Sewa Rumah untuk Ekspatriat

Penataan Ruang Keluarga di sebuah hunian memegang peranan penting dalam penataan interior rumah

Penataan Ruang Keluarga di sebuah hunian memegang peranan penting dalam penataan interior rumah (sumber: News)

Ekspatriat berposisi tinggi seperti CEO bisa mengalokasikan anggaran hingga sebesar USD10 ribu sampai USD15 ribu per bulan untuk pengeluaran residensial.

Bisnis penyewaan perumahan untuk kalangan ekspatriat atau warga negara asing masih sangat prospektif, terutama karena masih sedikitnya jumlah suplai rumah yang dinilai sesuai dengan standar kaum ekspatriat.

“Salah satu persoalan utama dalam sektor residensial untuk ekspatriat adalah masih sulitnya mencari rumah berstandar ekspatriat,” kata Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto dalam paparan tentang sektor properti kuartal IV 2012 di Jakarta, Selasa.

Menurut Ferry, hanya terdapat sedikit daerah yang memiliki banyak rumah yang dinilai berstandar ekspatriat antara lain di Pondok Indah dan Kemang, Jakarta Selatan.

Ia memaparkan, sejumlah karakteristik yang dinilai sesuai dengan standar yang diharapkan ekspatriat seperti luas rumah yang besar dan memiliki “backyard” (halaman belakang).

“Rumah ini secara stok tidak banyak pertumbuhannya sehingga tidak terlalu banyak stok dan kalau ada, pasti menjadi rebutan (antarekspatriat),” ucapnya.

Sedangkan terkait dengan kenaikan harga sewa, ujar dia, terjadi kenaikan harga sewa sekitar 500-1.000 dolar AS per unit rumah.

Selain itu, lanjut Ferry, pada saat ini banyak “landlord” yang menginginkan agar penyewaan rumah dilakukan minimal dua tahun.

Ia juga menuturkan, masih banyak WNA yang mencari residensial atau tempat tinggal di daerah-daerah yang dekat dengan institusional internasional seperti sekolah internasional, terutama di kawasan Jakarta Selatan.

Sementara itu, Associate Director Residential Sales & Leasing Colliers International Aleviery Akbar mengemukakan, ekspatriat berposisi tinggi seperti CEO bisa mengalokasikan anggaran hingga sebesar 10.000-15.000 dolar AS per bulan untuk pengeluaran residensial.

“Ada kenaikan yang cukup signifikan untuk sektor residensial untuk ekspatriat,” tuturnya.

Sedangkan dalam hal apartemen sewa, menurut Aleviery Akbar, terjadi kenaikan harga sewa sekitar 10-20 persen pada 2012 dibanding tahun sebelumnya antara lain karena kenaikan “service charge” yang dibebankan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s