Wah … China Akan Dituntut soal “Arsitektur Bajakan”!

Ikon milik Inggris, Tower Bridge, di Suzhou, Provinsi Jiangsu, China.

KOMPAS.com — Sampai saat ini, China telah berhasil membuat “kloning” dari sejumlah gedung terkenal di dunia, mulai dari Ronchamp Chapel dan Menara Eiffel di Perancis hingga tiruan kota Hallstatt di Austria.

Kami akan meminta sang peniru tersebut segera menghentikan pembangunan, mengganti eksterior bangunan, meminta maaf, dan memberikan kompensasi.
— Nighel Calvert

Namun, meski “berhasil” mendirikan bangunan-bangunan megah tersebut, tampaknya kini China harus mulai membuat bangunan megah yang tidak mencontek hasil karya orang lain. Pasalnya, arsitek asal Inggris, Zaha Hadid, mengatakan, ia akan mengambil langkah hukum setelah melihat pembangunan di kota Chongqing.

Menurut Hadid, pembangunan tersebut merupakan “arsitektur bajakan” dari Wangjing Soho di Beijing. Pada awalnya, Hadid tampak tenang menghadapi ide pembangunan gedung hasil “kloning” tersebut selama pembangunannya tidak serta-merta mencontek keseluruhan desain aslinya.

“Kami akan meminta sang peniru tersebut segera menghentikan pembangunan, mengganti eksterior bangunan, meminta maaf, dan memberikan kompensasi,” ujar pengacara, Nighel Calvert, kepada Guardian.

Hebatnya, “versi kloning” di Chongqing tersebut selesai lebih awal daripada bangunan aslinya di Beijing. Pengembang yang membangun “gedung bajakan” tersebut merasa tidak bersalah. Mereka bahkan mengatakan, bentuk bangunan yang mereka bangun itu terinspirasi dari bebatuan yang ada di Sungai Yangtze, bukan dari kreasi Hadid di Beijing.

Tampaknya, meski memiliki kemungkinan memenangi gugatan, menurut pengacara yang berbasis di Shanghai, You Yunting, Hadid kemungkinan besar hanya mendapatkan kompensasi dan tidak dapat meruntuhkan gedung tiruan tersebut.

“Meski hakim berpihak kepada Soho, pengadilan tidak akan memaksa terdakwa untuk meruntuhkan bangunannya,” kata Yunting kepada Der Spiegel. 

Sebelumnya, tiruan Kapel Ronchamp Corbusier di Perancis sudah mendapatkan perintah penghancuran. Versi replika tersebut berada di Zhengzhou. Pada akhir era 1990-an, gedung tersebut terpaksa dihancurkan lantaran mendapat reaksi keras dari Yayasan Corbusier.

Selain kapel, China juga meniru Menara Eiffel yang identik dengan Paris. Menara tiruan ini berada di Tianducheng, tepatnya di pinggiran kota Hangzhou di timur Provinsi Zheijang.

Tidak cukup dengan dua bangunan ikonik dari Perancis itu, China juga memiliki Tower Bridge, jembatan yang menjadi salah satu identitas Inggris. Menurut arkeolog Jack Carlson, usaha meniru bangunan-bangunan dari seluruh dunia ini merupakan upaya meniru lokasi-lokasi penting di Barat agar tampak lebih “berbudaya”. Menurut dia, ini adalah salah satu upaya China untuk menegaskan supremasi global China.

Memang, fenomena meniru bangunan lain di China bukan hal baru. China juga memiliki “Kota Thames”, sekitar 30 km dari pusat kota Shanghai. Kota tersebut merupakan replika dari kota kecil di Inggris. Di tempat itu terdapat bangunan-bangunan bergaya Tudor dan kotak telepon umum berwarna merah. Telepon umum semacam ini merupakan ciri khas Inggris. Kota tersebut dibuka untuk umum pada 2006. Di sana bahkan ada replika pengawal kerajaan Inggris, patung Winston Churchill, dan tokoh fiksi Harry Potter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s