Kenaikan Tarif Listrik Pengaruhi Pasar Properti

Oleh Ely Rahmawati dan Retno Ayuningtyas | Kamis, 10 Januari 2013 | 11:23

Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek properti di kawasan Rasuna Said, Jakarta, belum lama ini. Pada 2014, sektor properti di Indonesia diperkirakan akan menjadi bintang di Asia Pasifik meskipun siklusnya mulai melambat. Perkembangan proyek-proyek infrastruktur akan membawa dampak positif terhadap sektor properti atau real estat di Indonesia. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek properti di kawasan Rasuna Said, Jakarta, belum lama ini. Pada 2014, sektor properti di Indonesia diperkirakan akan menjadi bintang di Asia Pasifik meskipun siklusnya mulai melambat. Perkembangan proyek-proyek infrastruktur akan membawa dampak positif terhadap sektor properti atau real estat di Indonesia. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

JAKARTA – Kebijakan pemerintah untuk menaikkan tarif tenaga listrik (TTL) sebesar 15% sepanjang 2013 diprediksi hanya akan berdampak kecil terhadap kenaikan harga residensial. Sebaliknya, kebijakan ini akan berimbas besar pada service charge apartemen sewa dan pusat belanja.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengungkapkan, pada dasarnya kenaikan TTL tidak akan memengaruhi struktur rumah. Namun, secara tidak langsung pasti akan menaikkan bahan material. Namun, dampaknya tidak besar. “Harga rumah diperkirakan hanya naik sekitar 5%,” ujar Ali saat dihubungi Investor Daily, Rabu (9/1).

Menurut Ali, harga jual rumah kelas menengah atas tidak akan terasa dengan adanya kenaikan tarif listrik. “Ini hanya berupa dampak ikutan saja, karena secara struktural sudah beda. Harga bahan material yang naik lebih tergantung pada biaya transportasi,” papar dia.

Sebaliknya, lanjut Ali, biaya servis (ser vice charge) pada apartemen sewa dan pusat perbelanjaan akan naik setinggi besaran kenaikan tariff listrik. Kondisi ini akan memberatkan pasar apartemen sewa dan mal. “Selain adanya kenaikan harga barang dan jasa, tingkat okupansi juga sedikit menurun,” kata dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s