6 Tol Dalam Kota Jakarta Pertama di Dunia Terintegrasi dengan Transportasi Massal

ilustrasi: jalan layang non tol Tn Abang-Kp Melayu

Jakarta – Proyek 6 ruas jalan tol DKI Jakarta dipastikan akan dilalui transportasi massal. Keenam tol dalam kota yang sudah direstui Gubernur DKI Jokowi akan dilengkapi dengan Bus Rapid Transit (BRT).

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengklaim proyel 6 ruas tol ini adalah satu-satunya jalan tol di dunia yang terintegrasi dengan angkutan umum. Hak tersebut dikatakan Djoko di sela-sela peninjauan ke jalan tol Tangerang-Merak pasca banjir, di Km 57 tol Tangerang-Merak, Senin (14/1/2013).

“Ini satu-satunya jalan tol yang menggunakan angkutan umum di dunia, hanya ini,” kata Djoko.

Ia menambahkan, di setiap ruas jalan tol senilai Rp 41,5 triliun ini dapat dilalui bus TransJakarta, serta selain memiliki jalur khusus, busway ini pun di beberapa disediakan tempat pemberhentian khusus layaknya halte di jalan-jalan non tol di Jakarta. “Semacam halte, tapi saya tidak hafal (jumlahnya), mungkin sekitar 8 atau berapa,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan dibangunnnya jalan tol melayang ini, otomatis akan berkontribusi mengurangi kemacetan di Jakarta karena telah menambah rasio jalan Jakarta yang selama ini dinilai masih kurang.

“Dampaknya akan mengurangi kemacetan, pertama menambah ruas jalan di DKI. Sekarang rasio jalan di DKI 6,7% nanti jadi 6,7 lebih (%),” tegasnya.

Keenam ruas tol ini akan dibangun melayang atau elevated dan akan dibangun dalam 3 tahap. Tahap pertama mencakup ruas Semanan-Sunter dan Sunter-Pulo Gebang yang ditargetkan akan mulai dibangun pada akhir 2013 dan beroperasi di 2016.

Tahap kedua yakni Duri Pulo-Kampung Melayu dan Kemayoran-Kampung Melayu yang akan mulai dibangun di 2016 hingga 2018. Sedangkan untuk tahap ketiga yaitu Tanah Abang-Ulujami dan Pasar Minggu-Casablanca akan dibangun di 2018 hingga 2020.

Kontraktor tol ini adalah konsorsium Jakarta Tollroad Development (JTD) yang merupakan gabungan dari PT Jakarta Propertindo, Pembangunan Jaya Group, PT Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP).

Diperkirakan total investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan proyek ini terbilang cukup mahal, yaitu Rp 41,5 triliun, sedangkan untuk biaya pembebasan lahan diperkirakan mencapai Rp 5 triliun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s