Menpera Optimistis Program Perumahan 2013 Akan Membaik

Djan Faridz

Djan Faridz (sumber: Antara)

“Siap bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan khususnya bidang perumahan agar penyediaan rumah layak huni untuk masyarakat bisa terpenuhi dengan baik”

Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mengaku optimistis sambut industri properti dan pembangunan perumahan, khususnya rumah sejahtera karena adanya dukungan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

“Saya tetap optimis pelaksanaan program perumahan di Indonesia pada 2013 akan lebih baik lagi. Untuk itu, kami siap bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan khususnya bidang perumahan agar penyediaan rumah layak huni untuk masyarakat bisa terpenuhi dengan baik,” kata Djan Faridz dalam rilis Kemenpera yang diterima di Jakarta, Rabu (9/1).

Menpera menjelaskan, penyediaan perumahan merupakan salah satu masalah yang harus mendapat perhatian dari semua pihak. Berdasarkan data yang ada di Kemenpera, angka kekurangan rumah (backlog) perumahan pada 2010 sudah mencapai 13,6 juta rumah.

Sedangkan rumah yang dibangun oleh rumah tangga miskin yang tidak layak huni 7,9 juta unit. Adapun luas permukiman kumuh pada 2011 mencapai 59.000 ha.

Dijelaskan Djan Faridz, Kempera pada 2012 telah melaksanakan beberapa program kerja, antara lain pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang terkontrak untuk tahun 2012 berjumlah 217 twin block (TB). “Untuk total anggaran pembangunan Rusunawa tahun 2012 berhasil direalisasikan sekitar Rp1,0018 triliun atau 87,97 persen dari anggaran sekitar Rp 1,1387 triliun,” katanya.

Untuk membantu masyarakat miskin memiliki rumah layak huni, Kempera juga menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swdaya (BSPS).

Hingga 26 Desember 2012 lalu, dari total target pembangunan fisik sekitar 250.000 unit rumah, terealisasi pembangunan rumah MBR sekitar 18.159 unit atau 90,9 persen.

Sementara dari sisi bantuan program FLPP yang dialokasikan dananya sekitar Rp7,103 triliun untuk sekitar 133.000 unit rumah berhasil direalisaikan sebanyak 73.923 unit rumah dengan total anggaran Rp3,0331 triliun.

Beberapa kendala terkait dengan pembangunan Rusunawa di Indonesia antara lain umumnya lokasi belum siap karena masih memerlukan “land clearing”, memerlukan pengurukan, pembongkaran bangunan lama, serta perpindahan lokasi.

Sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) Setyo Maharso juga optimistis target pembangunan rumah sederhana dan apartemen di tahun 2013 sebanyak 450.000 unit bisa tercapai.

Setyo memaparkan, DPP REI akan mendorong REI di daerah untuk menggenjot target itu dengan membantu dalam mencari solusi pembiayaan dan ketersediaan lahan.

Penulis: Antara/ NAD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s