Konsep Simpel di Apartemen “Kotak Kayu”

interior memang sengaja dihilangkan, seperti halnya langit-langit apartemen yang hanya ditutupi segitiga balok kayu.
 

KOMPAS.com – Proyek “kotak kayu” ini dilakukan pada sebuah apartemen seluas 53 meter persegi, tepat di puncak dari 1910 unit apartemen yang ada di gedung ini. Dulunya, apartemen ini dibagi menjadi lima ruangan, namun tidak termasuk dapur, sebuah kamar mandi dan sebuah ruang penyimpanan dengan tinggi sekitar 1,50 meter.

Sebuah ruangan baru yang benar-benar berbeda ternyata bisa terlihat di sini. Hal tersebut memang menjadi tujuan serta inspirasi bagi proyek ini, yaitu memperbaiki ketidaklayakan huni dan luasan ruangan dengan cara mengosongkan interiornya.

Urusan interior memang sengaja dihilangkan, seperti halnya langit-langit apartemen yang hanya ditutupi segitiga balok kayu. Untuk mengaplikasikan hal itu, sang arsitek, Gracia Amandi dan Jorge de Una memutuskan hanya berkonsentrasi lebih pada penggunaan teknik dan struktur pencahayaan yang simpel.

Sementara itu, di sekelilingnya, sisa ruang dibiarkan kosong dan mengalir begitu saja, yang pada saat bersamaan malah tampak seperti “terisolasi”.

Untuk mewujudkan ide ini, sang arsitek memainkan potongan-potongan kayu untuk tampak depan ruang dapur, toilet, area laundry dan mencuci piring, serta shower dan kloset kecil. Sebelumnya, potongan kayu tersebut adalah bagian dari salah satu furnitur di apartemen ini.

Pada saat proses pengerjaan ini dilakukan dan dianggap penting untuk mempertahankan tampilan bangunan lamanya, sang arsitek tampaknya menemukan apa yang sudah ada di situ dalam konteks yang baru dengan tetap menjaga esensi dan sejarahnya. Kedua arsitek hanya memperbaiki kembali beberapa elemen yang sudah ada dan sistem konstruksinya diperbaiki lagi, seperti membuat partisi ringan, daun jendela, struktur kayu, serta lantai kayu pinus.

Gracia Amandi dan Jorge de Una merakit semua partisi tersebut dengan bantuan seorang tukang kayu. Maka, jelas, tidak tampak terlihat ubin pada lantai apartemen ini. Karena, untuk area shower pun mereka menggunakan panel phenolic resin yang permukaannya beralur untuk mencegah tergelincir.

(Sumber: http://www.archdaily.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s