Tanah di Pluit Alami Penurunan

detail berita

Banjir di Jakarta (foto: dok.okezone)

JAKARTA – Banjir yang terjadi di kawasan Pluit disinyalir karena adanya penurunan tanah di kawasan tersebut. Adanya penurunan tanah dikarenakan pengambilan air tanah yang berlebihan dan juga proses pemadatannya belum sempurna.

“Kawasan Pluit itu merupakan kawasan dengan tanah bentukan dari pantai,” ungkap Ahli Tata Kota, Tjuk Kuswartojo, saat dihubungi Okezeone, Senin (28/1/2013).

Dia menambahkan jika rumah-rumah yang berada di daerah Pluit merupakan rumah-rumah yang dibangun di atas bekas rawa. Maka dari itu fondasi yang digunakan di kawasan ini merupakan fondasi cerucuk kayu.

“Cerucuknya sudah lapuk sehingga urukannya turun. Hal ini merupakan efek dari pemilihan pembangunan rumah bekas rawa,” ungkapnya.

Sebelumnya, kondisi tanah di Jakarta terus menurun. Selain dari faktor geologi, penyebab terjadinya hal ini karena pengambilan air tanah yang berlebihan. Penurunan tanah menyebabkan banjir meluas dan sistem kanal yang dibangun tidak efektif menanggulanginya.

Selain itu, menurut Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta 2011-2030 penurunan muka tanah terparah terjadi di sebagian kecamatan Penjaringan, seperti Pluit dan Muara Baru. Kawasan di Jakarta Barat juga mengalaminya seperti di Kapuk dan Kamal yang berada lima kilometer dari bibir pantai Jakarta. (nia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s