Setahun, Harga Tanah di Solo Naik 60 Persen

SURAKARTA-Harga tanah di Surakarta dan sekitarnya terus naik dalam beberapa tahun terakhir. Ketua Real Estate Indonesia (REI) Solo, Yulianto Wibowo Kusumo mengatakan kenaikan harga tanah pada 2012 mencapai rata-rata 60 persen jika dibandingkan 2011.

“Harga tanah di Solo naik tinggi. Selain Solo, yang naik drastis adalah Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta,” ujarnya, Rabu, 30 Januari 2013.

Menurutnya kenaikan harga tanah di Solo karena banyak investor yang mengincar lahan di Solo. Terutama karena segera akan dibangun jalan tol. “Karena ada proyek tol, harga tanah ikut terangkat,” katanya.

Dia mencontohkan di kawasan bisnis di Solo Baru, harga tanah pada 2011 per meternya Rp 4 juta. “Itu harga maksimal. Sekarang Rp 10 juta per meter tidak boleh,” ujarnya.

Contoh lainnya, harga tanah di perumahan yang dia bangun di Gentan, Sukoharjo, yang awalnya Rp 250-350 ribu per meter naik menjadi Rp 600 ribu per meter. “Malah kenaikannya 100 persen,” katanya.

Karenanya dia menilai investasi di bidang properti sebagai investasi paling menguntungkan dan minim risiko. Sebab harga tanah tidak akan turun dan terus naik. “Keuntungan properti per tahun bisa mencapai 30 persen,” ucapnya.

Yulianto mengatakan awal 2013 menjadi saat paling tepat untuk membeli properti. Sebab harga belum mulai naik dan suku bunga masih rendah.

“Suku bunga masih berkisar di 9 persen per tahun,” katanya. Dia memperkirakan suku bunga kredit akan naik dalam waktu dekat.

Sementara harga properti kemungkinan naik setelah Maret, saat banyak perusahaan pemerintah dan swasta menetapkan rencana kerja tahunan. Dia memprediksi kenaikan harga properti tahun ini sekitar 30 persen.

Dibandingkan investasi lain, dia menilai properti yang paling aman dan menguntungkan. Sebab jika hanya menyimpan uang di tabungan atau deposito akan tergerus inflasi.

“Kalau investasi di saham, keuntungannya sangat tergantung kinerja perusahaan,” ucapnya.

Humas REI Solo, Anthony Hendro mengatakan saat ini hampir semua jenis rumah diminati masyarakat. Mulai rumah subsidi, rumah komersial, dan rumah sekunder.

“Untuk rumah sekunder yang banyak dicari harga Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar. Kalau rumah komersial antara Rp 200-400 juta,” katanya.

Dia mengatakan pembeli rumah dengan harga ratusan juta hingga miliaran rupiah kebanyakan warga Solo yang sukses di Jakarta atau kota besar lainnya. Atau ekspatriat yang bekerja di Blok Cepu yang ingin menghabiskan libur akhir pekan di Solo. “Ekspatriat lantas membeli properti di Solo,” ucapnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s