Century 21: Banjir Tidak Pengaruhi Penjualan Properti!
Penulis : Tabita Diela | Rabu, 6 Februari 2013 | 18:40 WIB
Dibaca: 1229
|
Share:
Century 21Penandatanganan kerjasama Century 21 Indonesia dan Rumah123.com dilakukan oleh Executive Director Century 21 Indonesia Andri Witjaksono (Kedua dari Kiri) dan General Manager Rumah123.com Andy Roberts (Kedua dari Kanan), di Jakarta (6/2/2013). Kerjasama ini dilakukan sebagai komitmen Century 21 Indonesia untuk mendukung bisnis para Member Broker dan Marketing Associate-nya di dunia online.

JAKARTA, KOMPAS.com – Banjir “lima tahunan” yang sempat melanda Jakarta di awal tahun 2013 sempat dikhawatirkan mampu melumpuhkan perekonomian Jakarta. Salah satu imbasnya adalah industri properti di Jakarta.

Di semua wilayah seperti di Kelapa Gading dan Pluit tidak terjadi perubahan signifikan akibat banjir. Transaksi tetap tinggi.
— F Suherman

Namun demikian, perusahaan broker Century 21 justru menyatakan tidak merasakan adanya kendala selepas musibah tersebut. General Manager Century 21 F. Suherman mengaku, wilayah DKI Jakarta memberikan kontribusi pasar yang besar bagi perusahaan tersebut.

“Sebanyak 63 persen dari total penjualan nasional merupakan hasil kontribusi DKI Jakarta. Jakarta Barat masih menjadi primadona transaksi properti,” kata Suherman usai menandatangani kerja sama dengan situs properti Rumah123.com di Jakarta, Rabu (6/2/2013).

Executive Director Century 21 Andri Witjaksono menambahkan, bahwa Penjualan terbanyak berdasarkan wilayah terjadi di Jakarta Barat 26 persen, Jakarta Utara 23 persen, Jakarta Selatan 11 persen, Jakarta Pusat dan Timur 3 persen, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan luar Jawa sebesar 38 persen. Dengan keberadaan Jakarta Barat dan Utara di posisi puncak, hal ini menarik untuk diketahui.

“Di semua wilayah seperti di Kelapa Gading dan Pluit tidak terjadi perubahan signifikan akibat banjir. Transaksi tetap tinggi. Tidak ada gerakan eksodus besar-besaran seperti pada 2002,” ujar Suherman.

“Pasar, apalagi di Jakarta, sudah terbiasa dengan hal tersebut seperti pada 2007 dan sebelumnya lagi tahun 2002. Pasar sempat terkoreksi sedikit, tapi hanya di waktu-waktu ketika banjir terjadi,” ujar Andri.

Dia menambahkan, penduduk Jakarta sudah melakukan preparasi dan antisipasi sebelum banjir terjadi. Pemilik ruko bahkan sudah mengantisipasi datangnya banjir dengan menempatkan barang-barang pada lantai dua atau tiga. Sembari berseloroh, Andri mengungkapkan lesunya pasar hanya terjadi ketika banjir.

“Orang tidak menjual rumah ketika banjir. Masa iya, sambil banjir-banjir menawarkan rumah. Masyarakat kita cepat lupa. Setelah banjir, transaksi kembali terjadi dan tidak ada penurunan nilai,” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s