Manajemen Bumi Plc Sudah Mantap ‘Bercerai’ dengan Grup Bakrie

 

Jakarta – Dewan direksi dan komisaris Bumi Plc sudah memantapkan niatnya untuk ‘bercerai’ dengan Grup Bakrie. Bumi Plc menilai rencana Nathaniel Rothschild merombak direksi Bumi Plc tidak akan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Dalam keterangan tertulis di situs resmi Bumi Plc, Kamis (7/2/2013), manajemen Bumi Plc sama sekali tidak akan merespon permintaan dari Rothschild tersebut karena telah memilih untuk melepas anak usahanya di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Transaksi pemisahan ini akan menghasilkan dana US$ 580 juta (Rp 5,51 triliun) bagi perusahaan yang terdaftar di bursa London itu. Hal ini yang dinilai paling realistis oleh manajemen Bumi Plc karena bisa memulihkan nilai perusahaan.

Manajemen juga menilai Rothschild sama sekali tidak punya peran banyak di Bumi Plc, apalagi kepemilikan sahamnya sangat kecil. Rothschild yang ini memaksimalkan nilai Bumi Plc dengan mengambil kontrol penuh, memperbaiki kerusakan operasional dan memaksimalkan nilai di PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dinilai tidak masuk akal.

Pasalnya, Rothschild tidak memberikan detil atau jaminan tentang bagaimana dia akan mencapai hal ini. Apalagi, jajaran direksi yang diusulkan Rothschild sama sekali tidak paham tentang masalah yang dihadapi perusahaan dan bagaimana mengelolanya.

Bumi Plc didirikan oleh kongsi Grup Bakrie-Rothschild di 2011, yang sebelumnya bernama Vallar Plc. Hubungan keduanya mulai memanas tak lama setelah perusahaan tersebut listing di bursa London.

Kabar yang beredar, Rothschild berniat mengambil alih Bumi Plc cara menjatuhkan harga sahamnya melalui kabar ‘miring’ seputar Grup Bakrie. Setelah saham Bumi Plc anjlok, Rothschild akan membelinya di harga murah.

Namun, Grup Bakrie yang sadar akan hal itu pun tidak tinggal diam dan menarik satu-persatu personelnya dari jajaran direksi dan komisaris Bumi Plc. Setelah Indra Bakrie dan Ari Hudaya lebih dahulu meninggalkan perusahaan yang dulu bernama Vallar Plc itu, Chief Executive Officer (CEO) Bumi Plc Nalin Rathod pun menyusul.

Mundurnya jajaran direksi Bumi Plc itu dipicu oleh ketegangan antara dua investornya, yaitu Grup Bakrie dan Rothschild. Nat yang kabarnya berniat mengambil alih Bumi Plc dari Grup Bakrie menuduh anak usahanya di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), telah melakukan penggelapan dana.

Nat pun meminta dilakukannya audit investigasi terhadap BUMI dan BRAU. Audit investigasi pun dilakukan, tapi karena merasa tidak didukung direksi dan komisaris Bumi Plc, Nat pun mengundurkan diri.

Tak lama, Grup Bakrie yang geram atas tuduhan tak berdasar itu langsung mengajukan proposal untuk melepas hubungan dengan Bumi Plc melalui pembelian kembali saham-saham yang dipegang Bumi Plc di aset-asetnya di Indonesia senilai US$ 1,2 miliar.

Yaitu melalui pembelian kembali 29% saham BUMI juga 85% kepemilikan di BRAU yang keduanya merupakan anak usaha Bumi Plc. Pembelian akan dilakukan secara bertahap. Masing-masing nilainya US$ 278 juta dan US$ 950 juta.

Rothschild, yang juga salah satu pemegang saham Mayoritas di Bumi Plc merespons proposal ini dengan tawaran baru, yaitu berani membayar Bumi Plc senilai US$ 270 juta (Rp 2,5 triliun) kepada Bumi Plc melalui NR Investments jika dewan komisarisnya berani memutus hubungan dengan Grup Bakrie dan Samin Tan.

Dewan direksi Bumi Plc yang sudah melakukan pertemuan menyatakan tidak bisa merespons tawaran Rothschild dan akan melanjutkan pembahasan proposal Grup Bakrie, tawaran yang akan ‘menceraikan’ Bumi Plc dengan Grup Bakrie.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s