Harga Rumah Diprediksi Naik 7% di Awal Tahun

Jakarta – Para pengembang properti memperkirakan kembali terjadi kenaikan harga rumah memasuki awal tahun khususnya triwulan I-2013. Melalui survei Bank Indonesia (BI) mereka memprediksi ada kenaikan harga rumah sebesar 7,4% dibandingkan awal 2012 lalu.

“Secara tahunan (yoy) kenaikan harga properti residensial pada triwulan I-2013 diperkirakan mengalami peningkatan dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar 7,4%,” jelas hasil Survei Harga Properti Residensial dikutip dari situs BI, Jumat (15/2/2013)

Berdasarkan survei tersebut, kenaikan harga rumah yang paling tinggi terjadi di Makassar sebesar 15,6% (y o y). Selain itu wilayah Palembang juga terjadi kenaikan harga hingga 10,57%.

“Dari sisi permintaan dan penawaran (triwulan I-2013), properti residensial di 14 kota besar diperkirakan cenderung tetap,” jelas survei BI tersebut.

Sedangkan data kenaikan harga rumah pada tiga bulan terakhir di 2012 (triwulan IV), menunjukan terjadi kenaikan 3,81% dibandingkan tiga bulan sebelumnya (q to q). Pada periode triwulan IV-2012 terjadi kenaikan harga rumah 6,98% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Berdasarkan tipe rumah, kenaikan harga terjadi pada semua tipe rumah, kenaikan tertinggi terjadi pada rumah kecil 8,24%. Kenaikan tertinggi terjadi di wilayah Makassar. Kenaikan harga juga terjadi di wilayah Denpasar 9,97%,” jelas survei itu.

Pada periode itu juga tercatat terjadi peningkatan penjualan 26,68% dibandingkan 3 bulan sebelumnya. Kenaikan penjualan rumah tipe kecil mencapai 41,02%. Berdasarkan lokasi penjualan unit rumah kecil tertinggi terjadi di Jabodetabek dan Banten.

Para pengembang properti juga mengaku masalah kenaikan harga bahan bangunan menjadi penghambat bisnis mereka, sebanyak 19,39% dari mereka mengakui hal ini. Sementara itu, sebanyak 18,4% mengakui masalah tingginya suku bunga KPR juga menghambat sektor properti. Selain itu, tercatat 16,32% dari mereka menyatakan masalah uang muka masih menghambat dan 15,63% menyatakan masalah perizinan masih jadi kendala.

Survei harga properti residensial merupakan survei tiga bulanan yang dilaksanakan sejak triwulan I-1999 oleh BI. Dilakukan terhadap sampel kalangan pengembang properti di 12 kota yaitu Medan, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Manado, dan Makassar.

Wilayah Jabodetabek mulai disurvei pada triwulan I-2002, dan pada triwulan I-2004 ditambah kota Pontianak sehingga menjadi 14 kota. Total responden yang disurvei mencakup 45 pengembang utama di Jabodetabek dan Banten dan sekitar 215 pengembang di 13 kantor Bank Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s