Yogyakarta Masih Jadi Tujuan Wisata “MICE”

Selain mejadi rumah ibadah, Masjid Gedhe Kauman komplek Kraton Kesultanan Yogyakarta, juga menjadi objek wisata dengan keindahan arsitektur dan interior yang bernuansa Jawa.

Selain mejadi rumah ibadah, Masjid Gedhe Kauman komplek Kraton Kesultanan Yogyakarta, juga menjadi objek wisata dengan keindahan arsitektur dan interior yang bernuansa Jawa. (sumber: JG Photo/Boy T Harjanto)

Yogyakarta – Provinsi  Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sampai saat ini masih menjadi daerah tujuan wisata meeting, incentive, convention and exhibition (MICE).

Demikian yang dikemukakan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia DI Yogyakarta, Istijab Danunegoro.

“Wisata MICE masih menjadi andalan pariwisata DIY. Keadaan itu  bisa dilihat dari banyaknya penyelenggaraan kegiatan MICE baik skala nasional maupun internasional yang diadakan di daerah ini,” katanya, di Yogyakarta.

Tidak hanya itu, lanjut dia, selain pameran, kegiatan rapat dan pertemuan dari instansi pemerintah maupun BUMN juga banyak diadakan di daerah ini. Apalagi fasilitas untuk kegiatan itu  cukup menunjang yaitu banyak hotel yang menyediakan tempat pertemuan berstandar nasional maupun internasional.

“Sebagai daerah tujuan kegiatan MICE, karena pertimbangannya biaya hidup di DIY memang murah, termasuk biaya  fasilitas dan akomodasi. Selain itu DIY juga memiliki fasilitas pendukung lain yang memadai di antaranya tempat wisata belanja, ruang pameran dan kegiatan  olahraga seperti lapangan golf,” imbuh Istijab.

Menurut dia keuntungan lain adalah salah satunya lokasi tempat kegiatan MICE  dengan objek wisata cukup dekat dan  akses menuju objek wisata tersebut relatif mudah.

“Keadaan ini yang membuat Yogyakarta masih menjadi salah satu tujuan utama penyelenggaranan wisata MICE,” kata Istijab.

Ia mengatakan pada Januari hingga Maret merupakan saat ‘low season’ bagi pariwisata dan perhotelan di daerah ini, sehingga tingkat hunian hotel rata-rata hanya mencapai 40-50 persen. Sedangkan hotel yang lokasinya  berada di satu seperti di kawasan Malioboro, Yogyakarta, bisa mencapai 60 persen.

Namun demikian, dari tingkat hunian hotel sebesar itu, sekitar 10 hingga 20 persen berasal dari kontribusi kegiatan MICE yang di gelar di Yogyakarta.

“Memasuki  April diharapkan kunjungan wisatawan ke  DIY mulai meningkat jumlahnya termasuk kegiatan wisata MICE yang digelar di daerah ini,” tutup Istijab.

Penulis: Ririn Indriani /RIN
Sumber:Antara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s