Jakarta, Depok dan Bekasi akan ‘Dibanjiri’ Apartemen di 2013

Jakarta – Pembangunan apartemen di Jakarta, Bekasi dan Depok bakal semakin pesat, khususnya di luar kawasan segitiga emas atau central business district (CBD) Jakarta. Walaupun pada tahun lalu penjualan apartemen relatif rendah.

Berdasarkan Survei Perkembangan Properti Komersial Bank Indonesia (BI) akhir tahun lalu (triwulan IV-2012) terjadi tambahan pasokan apartemen di tiga wilayah tersebut sebanyak 3.806 unit. Pasokan itu berasal dari 8 proyek apartemen yang akan beroperasi triwulan I-2013.

“Antusias pengembang terhadap perkembangan kondominium/apartemen jual di Jadebek cukup baik, hal ini terlihat dari pesatnya jumlah proyek yang akan memasuki pasar pada tahun 2013. yakni sebanyak 95 proyek (apartemen), dimana 86 diantaranya berlokasi di wilayah non-CBD,” jelas survei BI dikutip Minggu (17/2/2013)

Dalam survei tersebut juga terungkap, kalangan pengembang menganggap rendahnya penjualan apartemen pada tahun 2012 karena banyaknya penambahan pasokan. Pada triwulan IV-2012 tingkat penjualan apartemen menurun tipis dari 95,72% menjadi 94,71%. Sedangkan harga jual apartemen justru naik sebesar 2,44% dibandingkan tiga bulan sebelumnya (qtoq) atau sebesar 45,37% dibadingkan periode yang sama tahun lalu (yoy).

“Penjualan pada triwulan IV didominasi oleh apartemen kelas middle dengan tingkat penjualan 98%,” jelas survei tersebut.

Dari survei itu menunjukan para pembeli apartemen kelas menengah umumnya para keluarga baru. Apartemen tipe kecil seperti studio ukuran 26 meter persegi dan tipe dua kamar tidur atau tipe 36 meter persegi banyak digemari konsumen.

Survei itu mencatat secara keseluruhan permintaan terhadap apartemen sewa maupun jual di wilayah Jabodebek cukup besar. Selama 2010-2012 masih terdapat kelebihan permintaan dibandingkan peningkatan pasokan. Khusus untuk apartemen jual pada tahun lalu terdapat kelebihan pasokan yang tidak terserap oleh pasar sebanyak 810 unit.

Survei ini merupakan analisa triwulanan properti yang dilaksanakan sejak triwulan I-1996. Sejak triwulan I-2006, jumlah responden ditambah menjadi sekitar 745 perusahaan properti di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Banten (Tangerang, Serang dan Cilegon) dan 50 perusahaan di wilayah Bandung.

Analisa itu mencakup 5 jenis properti komersial yaitu pusat perbelanjaan, perkantoran, hotel, apartemen dan lahan industri. Pengumpulan data dilakukan oleh pihak ketiga (outsourcing) dengan menghubungi responden secara langsung atau melalui telepon.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s