PU Rogoh USD100 Juta untuk Program Sanitasi 48 Wilayah

detail berita

Ilustrasi, Sumber: Runi/Okezone

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya melakukan penjaringan minat kepada 48 kabupaten atau kota untuk mengikuti program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS). Total anggaran yang disalurkan dalam program ini sebesar USD100 juta yang  berasal dari pinjaman Islamic Development Bank (IDB).

Terdapat beberapa persyaratan bagi kabupaten/kota untuk mengikuti program ini. Diantaranya telah memiliki Strategi Sanitasi Kota (SSK), lokasi kelurahan yang dipilih telah melakukan tiga kali program PNPM Mandiri Perkotaan dan terdapat sharing dana APBD sebesar lima persen untuk biaya operasional.

Sekretaris Ditjen Cipta Karya Kementerian PU Dadan Krinandar mengatakan, program ini rencananya akan dilaksanakan di 1.800 lokasi yang berada di 13 provinsi. Program ini sebagai upaya untuk mendukung pencapaian target pembangunan milenium (Millenium Development Goals/MDGs) pada 2015, yaitu menurunkan 50 persen jumlah penduduk yang belum memiliki akses sanitasi.

“SANIMAS ini merupakan program dengan konsep pemberdayaan masyarakat dimana tiap lokasi akan mendapatkan dana bantuan langsung masyarakat sebesar maksimal Rp425 juta,” katanya seperti dikutip dari situs Kemen PU, Rabu (20/2/2013).

Dari total BLM Rp425 juta tersebut, lima persen merupakan biaya persiapan, perencanaan dan operasional yang dilakukan oleh masyarakat, dan tidak diperbolehkan untuk membayar gaji atau honor BKM atau fasilitator. Untuk biaya upah tenaga kerja konstruksi maksimal 35 persen dan minimal 60 persen untuk biaya konstruksi.

Kepala Sub Direktorat Kerjasama Luar Negeri (KLN) Dwityo A Soeranto mengatakan, Maret nanti rencananya akan dilakukan penandatanganan pinjaman program SANIMAS ini. Program ini  akan berlangsung selama empat tahun mulai dari 2013-2016.

“Apabila kabupaten atau kota telah menyatakan minat dan siap dalam tahun ini maka bisa segera dimulai. Apabila belum bisa tahun ini maka bisa dilakukan tahun depan. Hal ini tergantung kesiapan kabupaten atau kota penerima manfaat,” tandas dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s