Warga Fatmawati Masih Tolak Pembangunan MRT Secara Melayang

 

Ilustrasi jalur MRT di Jakarta
Ilustrasi jalur MRT di Jakarta (sumber: jakartamrt.com)

Jakarta – Rencana pembangunan sarana transportasi massal Massive Rapid Transportation (MRT) belum juga bisa diputuskan karena sebagian masyarakat yang berada di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, masih keberatan dengan pembangunan tersebut.

Rully Daniel, salah satu warga dari perwakilan MRT Peduli dan tinggal di daerah Panglima Polim, Jakarta Selatan, mengatakan, pihaknya sangat mendukung pembangunan sarana transportasi massal tersebut. Namun dengan catatan, MRT itu dibangun di bawah tanah (subway).

“Kami dukung pembangunan MRT, dengan catatan ketika MRT tersebut tidak merugikan warga. Dari Kampung Bandan ke Ratu Plaza ada subway, tapi di area yang semakin sempit kami sangat sayangkan, justru menjadi elevated yang akan merusak kerapian Jakarta Selatan,” ujar Rully saat dilakukan uji publik MRT bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta, di Balai Kota, Rabu (20/2).

Dikatakannya, area di sekitar kediamannya tersebut sudah menjadi area yang tertata sejak tahun 1960. Begitupula dengan para pedagang yang berada di Pasar Blok A, Pasar Cipete, dan Pasar Mede yang mengaku sudah eksis sejak puluhan tahun lalu.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, tidak mungkin MRT dibangun seluruhnya secara subway, karena biayanya akan naik tiga kali lipat.

“Kalau semua bawah tanah, biayanya tiga kali lipat setelah dihitung dan dikalkulasi. Itu jatuhnya nanti ke masyarakat lagi,” ujar gubernur yang akrab disapa Jokowi itu.

Dikatakan mantan Wali Kota Solo ini, biaya pembangunan akan lebih mahal apabila dibangun di bawah. Dengan demikian, harus seluruhnya dibuka sehingga seluruh masyarakat mengerti alasan mengapa pembangunan dilakukan di atas.

“Itu karena biaya. Kenapa? Karena beban masyarakat jadi turun dengan dibangun di atas,” tambahnya.

Uji publik MRT yang dilakukan untuk kedua kalinya ini belum mendapatkan hasil. Jokowi pun belum dapat memberikan keputusan terkait dilanjutkan atau tidaknya pembangunan tersebut, karena masih adanya protes dari beberapa warga Fatmawati yang tidak mau lingkungannya terganggu dengan rencana pembangunan MRT secara melayang di kawasannya.

Guna membuat realisasi dari pembangunan MRT ini cepat, dalam uji publik itu, Jokowi pun menerima usulan dari perwakilan warga untuk membentuk suatu komite yang melibatkan masyarakat. Hal tersebut supaya permasalahan yang muncul dalam pembangunan MRT ini bisa diselesaikan dan antara pemerintah serta masyarakat bisa mendapatkan solusi untuk itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s