Kenaikan Harga Rumah Bekas & Tanah di Menteng Masih yang Tertinggi

Jakarta – Kawasan elit Menteng, di Jakarta Pusat belum tergeser sebagai hunian sekunder (rumah bekas) yang mengalami kenaikan harga tanah dan properti tertinggi di Jakarta. Bank Indonesia (BI) memperkirakan triwulan I-2013 ini kenaikan harga properti di kawasan Menteng akan naik 5,5%.

“Berdasarkan wilayah daerah Menteng naik 5,5% dibanding triwulan sebelumnya (q to q) dan wilayah-wilayah lain yang memiliki nilai investasi tinggi seperti Jakarta Barat (4,5%) dan Jakarta Utara (4,5%),” jelas laporan perkiraan harga properti residensial pasar sekunder 2013 yang dirilis BI, Senin (25/2/2013).

Secara keseluruhan, pasar rumah atau hunian bekas di Jakarta pada triwulan ini mengalami kenaikan hingga 4,1%. Kenaikan harga rumah tertinggi terjadi pada rumah tipe besar.

BI menyatakan kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diperkirakan juga mengalami kenaikan harga karena tetap menjadi alternatif untuk hunian di Jakarta.

“Kenaikan harga tanah untuk rumah sekunder juga tetap akan dipengaruhi oleh perkembangan wilayah serta perkembangan komersial area,” jelas laporan BI.

Survei BI pada triwulan IV-2012 juga menunjukkan harga rumah bekas di wilayah Jakarta menunjukan kenaikan sebesar 4,58% dibandingkan triwulan sebelumnya (q to q).

“Peningkatan harga tertinggi pada rumah segmen atas terutama terjadi di kecamatan Menteng sebesar 6,84% dan Kemayoran 5,26%. Sementara itu peningkatan harga tertinggi pada rumah segmen menengah di Kemayoran 4,82% dan Petojo 4,53%,” jelas laporan BI.

Kenaikan ini karena meningkatnya permintaan rumah bekas di kawasan tersebut namun tidak diimbangi oleh pasokan yang cukup. Sehingga mendorong peningkatan harga properti di wilayah tersebut.

“Kenaikan harga properti residensial pasar sukender pada triwulan IV-2012 lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan harga triwulan III-2012 sebesar 4,59%,” jelas laporan BI.

BI juga mencatat harga tanah di wilayah-wilayah tersebut mengalami kenaikan. Pada triwulan IV-2012 harga tanah di Jakarta mengalami kenaikan 5,24% dengan kenaikan tertinggi pada segmen atas sebesar 5,61%.

“Berdasarkan wilayah kenaikan harga tanah tertinggi terjadi di Jakarta Pusat 6%, terutama di Menteng sebesar 7,06% dan Kemayoran 6,93%,” jelas BI.

Lagi-lagi masalah tingginya permintaan tanah di Menteng dan Kemayoran tak diimbangi dengan pasokan yang mendorong kenaikan harga tanah di wilayah tersebut.

Survei properti residensial untuk pasar sekunder oleh BI dilakukan sejak triwulan I-2011 terhadap responden di lima wilayah Jakarta antaralain Jakarta Barat (Kebon Jeruk, Tanjung Duren, Citra Garden), Jakarta Timur (Menteng Metropolitan, Pulo Mas dan Jatinegara Baru), Jakarta Selatan (Pondok Indah, Cilandak/Pasar Minggu dan Tebet), Jakarta Utara (Kelapa Gading, Sunter dan Pluit), dan Jakarta Pusat (Menteng, Cempaka Putih dan Kemayoran).

Dalam survei ini untuk katagori rumah menengah adalah rumah dengan luas bangunan 80-150 m2, rumah besar dengan luas di atas 150 m2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s