Harga Properti Residensial Alami Kenaikan

Seorang Agen Properti tengah menjelaskan sistem pembelian properti dalam sebuah pameran properti.

Seorang Agen Properti tengah menjelaskan sistem pembelian properti dalam sebuah pameran properti. (sumber: JG Photo/Safir Makki)

Jakarta – Harga properti residensial di 14 kota besar di Indonesia pada kuartal I-2013 diprediksi naik 7,40% (year-on-year) dibandingkan kuartal sebelumnya. Kenaikan harga ini menyebabkan permintaan dan penawaran properti residensial relatif stabil.

Meskipun demikian, secara kuartalan, tekanan kenaikan harga rumah melambat sebesar 1,21%, dengan kenaikan harga rumah tertinggi terjadi pada rumah tipe kecil (1,87%). Berdasarkan wilayah, kenaikan harga properti paling tinggi terjadi Makassar (15,60%).

Demikian hasil survei harga properti residensial yang dipublikasikan Bank Indonesia (BI) pada Senin (25/ 2). Survei ini memeperhatikan perkembangan bisnis properti residensial di 14 kota besar di Indonesia dan prediksinya pada kuartal I-2013.

Menurut BI, dari sisi permintaan dan penawaran, properti residensial di 14 kota besar Indonesia pada 2013 diperkirakan cenderung tetap.

Sebagian besar responden berpendapat, faktor utama yang dapat menghambat pertumbuhan bisnis properti adalah kenaikan harga bahan bangunan (19,39%), tingginya suku bunga kredit pemilikan rumah/KPR (18,40%), uang muka rumah (16,32%), dan perizinan (15,63%).

“Dana internal per usahaan tetap menjadi sumber utama pembangunan properti residensial. Sedangkan konsumen lebih memanfaatkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) dalam bertransaksi,” jelas BI.

Sebesar 80% konsumen menggunakan KPR dalam pembelian rumah terutama tipe kecil. Kemudahan mendapat KPR dan suku bunga yang rendah menjadi alasan tersebut.

“Tingkat suku bunga yang ditawarkan perbankan berkisar 9-12%. Di samping fasilitas KPR, konsumen juga memilih cara pembayaran tunai ber tahap (11,33), dan tunai (8,67%),” ungkap dia.

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali mengakui, memang akan ada kenaikan harga rumah terutama tipe kecil. Ini karena rumah tipe kecil rentan terhadap inflasi dan kenaikan tarif dasar listrik.

“Pasokan dan permintaan residensial kelas menengah terlihat stabil, belum ada peningkatan signifikan,” kata dia di Jakarta, Selasa (26/2).

Ali memprediksikan, ada gejala perlambatan pada kuartal I-2013 khususnya residensial menengah ke atas. Sedangkan pasokan untuk segmen ini diperkirakan masih tetap besar.

“Sejumlah proyek besar akan mulai dipasarkan pada kuartal kedua tahun ini,” tegas dia.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s