Hebat! Paviliun Indonesia Terbaik Kedua se-Asia Pasifik

Desain anjungan Indonesia saat ITB Berlin 2013 (Foto: indonesiatravel)

Desain anjungan Indonesia saat ITB Berlin 2013 (Foto: indonesiatravel)

BERLIN – Paviliun Indonesia terpilih sebagai terbaik kedua se-Asia Pasifik pada ajang ITB Berlin 2013. Paviliun Kapal Phinisi menarik perhatian para pengunjung pameran pariwisata terbesar di dunia itu.

Dalam acara ITB (Internationale Tourismus Boerse) Berlin 2013, Indonesia berhasil menjadinegara Asia Tenggara pertama sebagai partner country. Indonesia pun mengusung tema “Heart Matter”, dengan menggabungkan komponen Hati, Bumi, dan Seni. Ketiga komponen kemudian diwujudkan dalam desain paviliun Indonesia berupa Kapal Phinisi yang legendaris.

Paviliun berbentuk Kapal Phinisi ini mempromosikan berbagai harta karun yang dimiliki Indonesia, baik di permukaan maupun bawah laut. Kecermatan serta keseriusan pembuatan paviliun akhirnya membuahkan hasil. Tak hanya mampu menarik perhatian pengunjung, paviliun Indonesia juga dinobatkan sebagai terbaik kedua se-Asia Pasifik, seperti disitat dari Good News From Indonesia, Senin (11/3/2013).

“Paviliun Wonderful Indonesia raih penghargaan stan terbaik ke-2 untuk Asia Pasifik dalam pameran wisata ITB Berlin,” seperti tertulis pada dalam akun Twitter resminya, @GNFI.

Penghargaan stan terbaik kedua ini mengulang prestasi Indonesia pada 2011 silam setelah berhasil mengungguli India yang menempati posisi ketiga. Sementara, Korea Selatan tetap unggul setelah tahun ini kembali mendapatkan penghargaan sebagai paviliun terbaik se-Asia Pasifik.

Penyerahan The Best Exhibitor Awards diterima oleh Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Esthy Reko Astuti, Direktur Promosi Pariwisata Luar Negeri Nia Niscaya, dan beberapa pejabat Kemenparekraf lainnya di Palais an Funkturm, Berlin, Jerman.

“Indonesia menampilkan paviliun yang merepresentasikan branding Wonderful Indonesia. Penghargaan ini sekaligus menjadi gambaran bahwa stan kita kuat menampilkan ciri lokal bangsa,” ujar Esthy, seperti dikutip dari Koran Sindo.

Sementara, seperti diungkapkan dalam laman Indonesiatravel, paviliun Kapal Phinisi milik Indonesia dirancang oleh Wilhelm Johannes. Pria yang lulus tahun 1984 dari Institut Teknologi Bandung ini memang sebelumnya sudah sering merancang paviliun yang digunakan dalam pameran pariwisata lainnya, seperti Shanghai World Expo dan ASEAN Fair di Bali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s