“Pemda Buat Harga Tanah Jadi Tinggi”

detail berita

Ilustrasi, Sumber: buyshomemn

JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyampaikan kritikan terkait Rancangan Undang-undang Tabungan Pemerintah (RUU Tapera). Kritikan tersebut ditujukan kepada pemerintah sebagai upaya mengatasi kekurangan pasokan perumahan (backlog) di Tanah Air.

Menurut Ketua Apindo Bidang Pengupahan dan Jaminan Sosial Hariyadi Sukamdani, pemerintah selama ini tidak konsisten dengan peraturan atau kebijakan yang dibuatnya.

“Pemerintah tidak mengerjakan PR-nya dengan baik. Ini terkait kenaikan harga tanah. Harga tanah naik karena negara atau pemerintah daerah membuatnya harga tanahnya jadi tinggi, sebab nilai jual objek pajak (NJOP) naik 5-10 persen per tahun,” ujarnya saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Panitia Khusus (Pansus) RUU Tapera di Gedung MPR/DPR RI, Senin (11/3/2013).

Selain itu, dia juga mengkritisi mengenai tata ruang dan sistem perpajakan yang berlaku. Hal ini ditengarai sebagai pemicu kenaikan harga rumah dan semakin sulit dijangkau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Bagaimana melakukan klustering kalau pemerintah enggak disiplin dalam membuat perencanaan tata ruang yang setiap tahunnya bisa berubah. Di sisi lain sistem perpajakan dari pemerintah, di mana Pajak Pertambahan Nilai (PPN)  dikenakan ke kontraktor, sehingga harga jual dari rumah juga tidak bisa ditekan,” paparnya. (nia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s