Teroboson UNY, Donat dari Biji Nangka

Ilustrasi donat.
Ilustrasi donat. (sumber: dok Dunkin Donuts.)

Yogyakarta – Tim mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta membuat terobosan baru. Terobosan itu mereka lakukan dengan memanfaatkan biji nangka sebagai bahan baku kue donat yang diberi nama Dobina.

“Biji nangka merupakan sumber karbohidrat, protein, dan energi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang potensial. Biji nangka juga merupakan sumber mineral yang baik,” kata koordinator tim mahasiswa Senja Dewi di Yogyakarta, Minggu (10/3).

Pembuatan donat merupakan salah satu cara mengolah makanan agar dapat bervariasi dan memenuhi cita rasa. Meskipun banyak variasi, yang paling penting dari pembuatan kue donat adalah bahan bakunya yakni tepung.

“Tepung biji nangka mengandung nilai gizi lebih tinggi dibandingkan dengan tepung terigu. Pembuatan tepung biji nangka, yakni mencuci biji nangka kemudian merebusnya hingga matang untuk membuang getahnya,” katanya.

Biji nangka yang sudah masak didinginkan, kemudian dipotong tipis-tipis, dan dikeringkan di bawah sinar matahari kemudian digiling untuk dijadikan tepung.

Untuk mendapatkan tepung yang halus, tepung diayak terlebih dulu agar terpisah dari serat-serat yang masih kasar.

“Dari hasil komparasi bisa disimpulkan bahwa tepung biji nangka mengandung karbohidrat, lemak, protein, dan amilum yang lebih baik dibandingkan dengan tepung terigu,” katanya.

Selama ini masyarakat hanya memanfaatkan daging nangka, sedangkan bijinya belum dimanfaatkan secara optimal.

Padahal, biji nangka mengandung karbohidrat cukup tinggi yakni dalam 100 gram biji nangka mengandung karbohidrat sebesar 36,7 gram.

Kandungan karbohidrat biji nangka, kata dia, memang lebih rendah dibandingkan dengan beras. Kandungan karbohidrat 100 gram beras sebesar 78,9 gram.

“Dua kilogram biji nangka sebanding dengan satu kilogram beras. Biji nangka dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan pangan yang cukup bergizi karena masih adanya kandungan zat lain yang lebih tinggi dibandingkan dengan makanan penghasil karbohidrat lainnya seperti zat besi dan vitamin B1,” paparnya.

Penulis: Yudo Dahono/YUD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s