Apartemen Bergaya “Steampunk” untuk Penggemar Fiksi

Tidak sekedar menjadi hiasan, balon tersebut memperikan pendaran cahaya temaram yang berubah warna secara otomatis. Selain itu, ada juga roda gigi dan kayu menghiasi langit-langit apartemen ini.

 KOMPAS.com – Bagi pecinta literatur bergenre fiksi ilmiah dan fantasi, kemungkinan besar apartemen milik Jeremy Noritz dapat menjadi “surga dunia” bagi mereka. Pasalnya, pria pembuat film ini memiliki sebuah apartemen bergaya steampunk, lengkap dengan zeppelin “terbang” dan berbagai ornamen khas steampunk di dalamnya.

Apartemen tersebut berada di Chelsea, New York City, Amerika Serikat. Sejak pertengahan 2011 lalu, apartemen tersebut sudah menjadi buah bibir di sekitar apartemen dan di internet, terutama setelah Noritz memutuskan menjual apartemen miliknya ini.

Anda yang mulai penasaran, mungkin bisa mengikuti “tur” singkat ke apartemen seluas 167 meter persegi milik Noritz ini. Pertama-tama, Anda akan “disambut” dengan pintu khas kapal selam. Melangkah masuk, Anda akan segera melihat berbagai perlengkapan yang ada dalam buku Jules Verne berjudul 20,000 Leagues Under the Sea. Di sini, sebuah zeppelin sepanjang hampir 10 meter “melayang” di atas Anda.

Tidak sekedar menjadi hiasan, balon tersebut memperikan pendaran cahaya temaram yang berubah warna secara otomatis. Selain itu, ada juga roda gigi dan kayu menghiasi langit-langit apartemen ini.

Selain ornamen, suasana semakin lengkap dengan lantai beton ekspos yang diberi warna coklat tua, seolah seperti patina. Tidak hanya di jalan masuk dan ruang tamu, dekorasi ini terus berlanjut hingga kamar mandi dan kamar tidur.

Di kamar tidur, sebuah tempat tidur bergaya Murphy dapat diturunkan dengan sistem yang menempel dengan papan seluncur. Sementara itu, di kamar mandi apartemen ini, Anda akan melihat berbagai perlengkapan khas steampunk.

Apartemen ini merupakan perpaduan apik antara tema retro-industrial, fantasi bawah laut, dan elemen fiksi ilmiah lainnya. Tentu saja, ungkapan bahwa apartemen ini “tidak biasa” terkesan terlalu sederhana untuk menggambarkannya.

Semua keunikan itu berawal pada 2006 silam. Saat itu, Jeremy Noritz membeli sebuah apartemen bergaya loft di West 29th Street. Ketika ingin mendekor apartemen tersebut, ia terinspirasi dari proyek yang tengah dikerjakannya saat itu, yaitu mengenai kelahiran fotografi dan teknologi kerdirgantaraan.

Setelah menyelesaikan apartemen tersebut, Noritz kemudian berniat menjualnya dengan harga 1,75 juta Dollar AS, atau sekitar Rp16,9 miliar. Anda berminat?

(Sumber: http://www.homedsgn.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s