Siap-siap… Kawasan Jl Satrio Bakal Bebas Kendaraan!

KOMPAS/LASTI KURNIA

Kendaraan merayap di fly over Jalan Sudirman menuju Jalan Prof Dr Satrio, Casablanca.

 JAKARTA, KOMPAS.com – Jalan Prof. Dr. Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, hampir selalu padat dengan kendaraan. Tidak heran, hal tersebut dapat terjadi lantaran Kuningan merupakan jalan akses termudah menuju Sudirman dari Kampung Melayu dan sebaliknya. Namun, bagaimana jika jalan tersebut harus steril dari kendaraan pribadi?

Arsitek lanskap, pemerhati dan tokoh Gerakan Kota Hijau Jakarta, Nirwono Joga, mengungkapkan, pihak Gerakan Kota Hijau Jakarta telah menargetkan ruas jalan Prof. Dr. Satrio bebas kendaraan bermotor tahun 2015 mendatang. Kemungkinan membuat kawasan Kuningan bebas kendaraan bermotor sebenarnya tidak lepas dari pembangunan jalan layang dan Ciputra World Jakarta, sebuah proyek super-blok terintegrasi yang berada di atas tanah seluas 12 hektar di Jalan Prof. Dr. Satrio.

“Sebenarnya kami harapkan tahun 2015 itu sudah terwujud,” ujar Nirwono, Sabtu (16/3/2013), dalam diskusi membahas peran pengembang terhadap konsep Jakarta hijau yang digelar komunitas Skyscraper City Indonesia.

Pihak Ciputra World Jakarta (CWJ) sendiri dalam beberapa kesempatan sempat mengatakan, bahwa CWJ akan menyediakan tempat parkir sepeda di gedung-gedung mereka. Namun, lanjut Nirwono, ternyata tempat parkir sepeda saja tidak cukup.

Nirwono bilang, ia dan Gerakan Kota Hijau Jakarta sudah bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk merealisasikan hal ini. Untuk mengantisipasi ketiadaan mobil pribadi, ia menginginkan adanya semacam bus pengumpan berbahan bakar gas dan titik-titik penyewaan sepeda yang terintegrasi dengan rute bus Transjakarta di dua sisi ujung Jalan Prof. Dr. Satrio.

“Sepeda tersebut nantinya hanya dapat digunakan di wilayah Kuningan dengan pembayaran menggunakan Jakcard. Berbagai penawaran dapat juga diikutkan dalam kartu tersebut, seperti potongan harga atau voucher makan dan berbelanja,” ujarnya.

Nirwono mengatakan, upaya tersebut menjadi semacam kompensasi bagi pengelola pusat perbelanjaan di wilayah tersebut. Namun, menurutnya masih banyak pekerjaan rumah harus dilakukan, terutama mengubah pola pikir masyarakat dan pemilik gedung agar lebih memahami gerakan peduli lingkungan.

“Masalah sebenarnya bukan dana, tapi ada di sosialisasi. Perlu pemahaman dari para pengelola gedung. Mereka selalu takut, begitu bebas dari kendaraan, pengunjungnya akan berkurang, akan sepi. Padahal, sebenarnya kawasan-kawasan terpadu yang ramah lingkungan akan menjadi lebih mempunyai nilai jual,” ujar Nirwono.

Tentunya, hal ini akan dilakukan setahap demi setahap. Untuk permulaan, Nirwono menyarankan adanya satu hari dalam seminggu sebagai hari tanpa kendaraan bermotor di ruas Jalan Prof. Dr. Satrio.

Hal tersebut nampaknya diamini oleh pihak Ciputra. General Manager Ciputra World Jakarta Johan Tomara mengatakan, mengenai penggunaan sepeda, pedestrian seperti itu akan sangat menarik.

“Kami mendukung jika ada rencana seperti itu. Ini masalah keberpihakan. Kalau memang Pemda berpihak pada pengendara kendaraan pribadi, pasti mereka lebih pro ke situ. Tapi, kalau memang mendukung apa yang diharapkan dari Pak Ciputra, maka mau tidak mau kendaraan pribadi bebas dari kawasan ini. Saat ini, hal ini sudah sampai ke Dinas Perhubungan. Jadi, rencananya ini jadi kawasan pedestrian walk,” ujar Nirwono.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s