RI Pelajari Bangunan Tahan Gempa dari Jepang

detail berita

(Foto: Dok. Kementerian PU)

JAKARTA – Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) melakukan kerjasama teknis pendampingan mitigasi bencana kepada 19 kabupaten/kota. Hasil kerjasama ini diharapkan dapat terwujud dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Bangunan Gedung di masing-masing kabupaten/kota tersebut.

“Kegiatan kerjasama teknis ini telah dimulai sejak 2007 yang terdiri dari fase I dan fase II (tengah berjalan) telah memberikan hasil dan manfaat bagi masyarakat, pemerintah daerah dan pusat. Kabupaten/kota sasaran adalah wilayah Sumatera dan Jawa yang merupakan daerah rawan gempa,” kata Dirjen Cipta Karya Imam Ernawi saat memberi arahan dalam seminar The Project on Building Administration and Enforcement Capacity Development for Seismic Resilience, Phase II di Kementerian PU, Kamis belum lama ini, seperti dikutip dalam situ Kementerian PU, Selasa (19/3/2013).

Imam mengatakan, manfaat yang telah diterima dalam kerjasama teknis ini antara lain peningkatan pemahaman masyarakat tentang persyaratan pokok (key requirement) bangunan yang lebih aman gempa, metode retrofiiting bangunan gedung dan pentingnya kepemilikan IMB. Menurutnya, bantuan-bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong pemerintah kota/kabupaten dalam menyusun Perda Bangunan Gedung.

“Target kami pada akhirnya adalah pembuatan Perda di kabupaten/kota tersebut. Saya harap ada suatu mekanisme efektif untuk mengenalkan ini kepada masyarakat. Saya minta komitmen pemda dan tindak lanjutnya dalam hal ini,” imbuhnya.

Sementara itu,  perwakilan dari Kedutaan Jepang di Indonesia, Furumoto mengatakan, bencana gempa merupakan masalah yang sama, baik bagi Jepang maupun Indonesia. Gempa  besar yang terjadi di wilayah timur Jepang dua tahun lalu telah mendorong pihak Negeri Sakura itu untuk terus melakukan penelitian dan riset untuk mengurangi kerusakan terhadap gempa.

“Saya berharap kerjasama teknis ini dapat memberikan kesadaran pentingnya ketahanan gempa bagi Indonesia. Kerjasama ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan baik kedua negara,” ujar Furumoto.

Sebagai informasi, seminar tersebut diadakan oleh Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Ditjen Cipta Karya dan mengadirkan pembicara dari Ditjen Cipta Karya serta JICA Jepang. Seminar ini bertujuan untuk memperoleh visi dan misi dalam upaya peningkatan kapasitas kelembagaan di pusat maupun daerah.

Selain itu seminar ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam implementasi administrasi bangunan gedung terkait sistem perizinan, norma, standar prosedur dan kriteria (NSPK), maupun teknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan ketahanan bangunan terhadap gempa bumi. (NJB)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s