Daily Archives: March 21, 2013

Dubai Bangun Hotel Bawah Laut Terbesar di Dunia

Hotel Bawah Laut
Hotel Bawah Laut (sumber: wherecoolthingshappen)

Dubai – Inovasi dan terobosan mutakhir yang dilakukan oleh pemerintah Dubai seperti tak ada hentinya.

Setelah sukses membuat salah satu bangunan tertinggi di dunia serta membangun pulau buatan terbesar di dunia, Dubai sekarang mereka tengah meyiapkan bangunan hotel mewah bawah laut terbesar di dunia.

Pemerintah Dubai baru-baru ini diketahui telah menandatangani kerjasama dengan perusahaan asal Swiss, Deep Ocean Technology, untuk membangun sebuah hotel di bawah laut yang bakal diberi nama World Water Discus Hotel.

Seperti dikutip laman Asiaone, alasan hotel tersebut diberi nama World Water Discus Hotelkarena bentuknya yang mirip dengan cakram dan memiliki tampilan yang cukup futuristik.

Hebatnya, pada salah satu bagian hotel ini terdapat kamar-kamar untuk para tamu yang terletak beberapa meter dibawah permukaan laut.

Jika di total, terdapat 21 kamar hotel eksklusif yang memiliki akses untuk tempat menyelam dan fasilitas bar lounge di bawah laut.

Selain itu, ada pula fasilitas sistem pencahayaan khusus dan kendaraan bawah air yang bisa dipergunakan oleh para tamu yang menginap.

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

Sumber:Asiaone

Polusi Cahaya di Hong Kong, Salah Satu yang Terburuk di Dunia

 

 

Pemandangan di Pelabuhan Victoria, Hong Kong ketika peringatan Earth Hour 2012 silam.
Pemandangan di Pelabuhan Victoria, Hong Kong ketika peringatan Earth Hour 2012 silam. (sumber: AFP)

Hong Kong – Hong Kong menjadi salah satu kota dengan polusi cahaya paling tinggi di dunia. Tingkat cahaya di kepulauan China itu 1000 kali lebih terang dibandingkan standar global, demikian hasil temuan sejumlah ilmuwan jelang peringatan “Earth Hour” yang akan datang.

Sebuah studi yang digelar oleh Hong Kong University menemukan bahkan menemukan bahwa level cahaya di distrik Tsim Sha Tsui yang terkenal sebagai pusat perbelanjaan 1200 kali lebih besar ketimbang standar kegelapan langit internasional.

Hong Kong mempunyai populasi sebanyak tujuh juta jiwa dan dipenuhi oleh gedung-gedung pencakar langit, serta neon-neon yang menayangkan iklan. Tidak ada hukum di wilayah itu yang mengatur tentang penerangan di luar ruangan.

Hasil penelitian yang dilakukan dengan melakukan lima juta pengukuran di berbagai titik kota itu menunjukkan bahwa polusi cahaya di Hong Kong mengalahkan polusi yang sama di London, Sydney, Tokyo, atau Shanghai.

“Di Hong Kong Anda tidak bisa bepergian di luar pada malam hari tanpa dibutakan oleh semua cahaya yang menyilaukan ini,” kata Jason Pun salah satu peneliti dalam studi tersebut.

“Faktanya semua cahaya ini menunjukkan banyaknya energi yang disia-siakan,” imbuh dia, “Kami harus mengurangi banyaknya penggunaan lampu dan mengaturnya demi masa depan lingkungan.”

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa polusi cahaya bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan pada manusia termasuk di dalamnya insomnia dan sakit kepala.

Penulis: Liberty Jemadu/BER

Sumber:AFP

Alana Hotels & Resort Resmi Dibuka

 

Tampilan Deluxe Room The Alana Vasanti, Bali
Tampilan Deluxe Room The Alana Vasanti, Bali (sumber: Istimewa)

Jakarta – Archipelago International perkenalkan sekaligus meresmikan bran hotel terbarunya, Alana Hotels & Resort. Hal ini sekaligus mengumumkan pembukaan hotel bran Alana yang pertama The Alana Vasanti Seminyak di Bali lewat pameran dagang pariwisata tahunan yang menghadirkan lebih dari 60 perwakilan hotel-hotel yang dikelolanya serta komunitas biro perjalanan wisata Jakarta.

“Bran Alana adalah label hotel lifestyle dengan desain berkelas terbaru kami dan merupakan proyek kami yang paling ambisius hingga saat ini,” ucap Norbert Vas, Wakil Presiden Penjualan & Pemasaran Archipelago International pada penyelenggaraan Aston Fair Jakarta, Rabu (20/3).

Alana Dalam bahasa Hawaii, berarti ‘tulus, cantik atau persembahan’. Sesuai dengan namanya, Alana Hotel & Resorts sesuai dengan namanya, menawarkan butik hotel lifestyle berkelas yang moderen namun ramah dan nyaman.

“Alana Hotel sangat sesuai bagi wisatawan yang menyanjung penampilan, pelayanan yang lebih personal dan ramah lingkungan serta dibangun dengan konsep desain yang luas untuk menghadirkan pengalaman menginap dengan kemewahan & eksklusif,”tambah Vas.

Hotel Alana pertama di Indonesia adalah The Alana Vasanti – Seminyak, Bali dan akan segera disusul dengan The Alana Surabaya yang dijadwalkan akan dibuka Juni tahun ini kemudian disusul pembukaan dua hotel lagi di tahun 2014 yaitu Yogyakarta dan Solo.

Dengan lokasinya yang strategis tepat di tengah daerah Petitenget yang cukup populer, The Alana Vasanti Seminyak berada di sekitar restoran dan klub ternama di Bali serta tidak jauh dari Pantai Seminyak yang sangat terkenal.

Resor terbaru ini menghadirkan 28 Presidential dan Deluxe Suite yang mewah serta 93 kamar tamu yang luas yang masing – masing dilengkapi balkon pribadi, kamar mandi dengan rain shower, TV LED 42” serta sound system yang dapat digunakan untuk iPod.

Para tamu suite memiliki akses eksklusif 24 jam masuk club lounge dengan fasilitas WiFi cuma-cuma, menu sarapan pagi yang mewah serta canapé dan koktil di malam hari sedangkan untuk Presidential Suite juga menggunakan Jacuzzi private luar ruangan.

Fasiltas lainnya termasuk juga restoran trendi Devali, kolam renang luar ruangan dengan tempat berjemur, pool bar serta fasilitas gym. Terdapat juga fasilitas ruang pertemuan dengan luasan 200 meter termasuk sebuah ruangan berukuran sedang serta dua ruangan function yang dapat digunakan untuk pertemuan kecil, serta banquet.

Penulis: H-15/FER

Sumber:Suara Pembaruan

Bali Harus seperti Singapura

Pantai Kuta, Bali (Foto: Mutya/Okezone)

Pantai Kuta, Bali (Foto: Mutya/Okezone)

JAKARTA – Permasalahan sampah di Bali tak bisa dianggap enteng. Harus ada peraturan tegas untuk menyelesaikannya, dan membuat Bali kembali bersih layaknya Pulau Surga. 

“Seharusnya Bali dibuat peraturan seperti di Singapura saja. Jadi, semua yang membuang sampah sembarangan harus ditindak tegas,” kata Chandra, drummer grup band Pilot, saat berkunjung ke redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (20/3/2013).

Chandra, yang memang warga Bali, mengakui memang saat ini pantai-pantai di Bali, terutama Kuta, tidak lagi bersih. Sampah-sampah menggunung dan membuat suasananya tidak lagi seperti Pulau Dewata.

“Penyelesaian sampah memang kembali pada diri kita sendiri, harus ingat untuk menjaga lingkungan. Tapi tentunya perlu peraturan pemerintah untuk menindak orang yang membuang sampah sembarangan,” tegasnya.

Dalam ajaran Hindu, yang merupakan agama mayoritas penduduk Bali, ada pula ajaran yang mengajak umatnya untuk menjaga lingkungan. “Makanya, kalau orang Bali yang taat agama, dia pasti tidak mungkin membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengungkapkan pernyataan mengejutkan, yang mengatakan dia malu dengan predikat Bali sebagai Pulau Surga. Pasalnya, kondisi saat ini yang ada di Bali justru sebaliknya, yaitu macet dan banyak sampah.

Neo Hotel, Akomodasi Murah Selevel Fave Hotel

Hotel Neo Jelantik (Foto: neohotels)

Hotel Neo Jelantik (Foto: neohotels)

JAKARTA – Jaringan hotel Archipelago International, yang menaungi Aston, Fave Hotel, Alana, dan banyak hotel lain, memiliki satu brand hotel bujet yang unik. Adalah Neo Hotel, yang siap bersanding dengan Fave Hotel sebagai hotel bujet atau hotel bintang dua.

Untuk mengakomodasi wisatawan yang butuh penginapan murah, Archipelago International menghadirkan Fave Hotel sebagai akomodasi bertarif murah. Kini, hadir juga Neo Hotel, yang memiliki tipe nyaris sama dengan Fave Hotel.

“Kami menyebut Neo Hotel sebagai hotel bintang dua setengah. Pada konsepnya, sebenarnya mirip dengan Fave Hotel, sebagai hotel bujet,” kata Yanuwar Dedy, Corp Director of Sales & Marketing Archipelago Internasional, di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Dedy, yang membedakan Neo dan Fave adalah suasana yang dihadirkan. “Neo bernuansa hitam dan abu-abu, memberikan kesan elegan dan chic, berbeda dengan Fave yang warnanya lebih cerah, berkesan cheerful,” ujarnya.

“Di Neo, tamu juga akan disambut oleh ambassador kami yang mengenakan pakaian hitam dan berambut silver. Ini juga kesan elegan tersebut,” jelas Dedy. Selain itu, tidak banyak hal yang membedakan kedua hotel ini.

Tahun ini, Archipelago Internasional akan membuka Hotel Neo di Cideng, Jakarta. “Nanti di Jakarta juga akan ada Neo Melawai, dan tahun ini juga akan dibuka Neo Jelantik di Bali,” tutupnya.

Bandara Pertama di Indonesia Bukan Soetta

Bandara Kemayoran (Foto: 108Jakarta)

Bandara Kemayoran (Foto: 108Jakarta)

BANDARA adalah gerbang masuk wisatawan ke suatu daerah melalui perjalanan udara. Bahkan di beberapa negara, bandara juga dapat berfungsi sebagai tempat rekreasi kala menunggu jadwal terbang lantaran fasilitasnya begitu lengkap dan canggih.

Bicara tentang bandara pertama di Indonesia, pernahkah Anda mendengar Bandara Kemayoran? Inilah bandara pertama di Indonesia yang dibuka untuk penerbangan internasional. Mulai dibangun sejak 1934, Bandara Kemayoran secara resmi digunakan pada 1940. Pesawat pertama yang mendarat adalah DC-3 Dakota milik perusahaan penerbangan Hindia Belanda. Pesawat ini diterbangkan dari Lapangan Udara Tjililitan.

Bandara dengan kode JKT ini berhenti beroperasi pada 1984 sehingga untuk sementara, penerbangan internasional dipindahkan ke Bandara Halim Perdanakusuma. Sebagai pengganti Bandara Kemayoran, dioperasikanlah Bandara Internasional Soekarno Hatta yang dikenal hingga saat ini. Semua penerbangan internasional kemudian dipindahkan ke bandara baru. Sementara, Bandara Halim Perdanakusuma digunakan sebagai pangkalan militer serta penerbangan khusus lainnya.

Tak hanya menjadi bandara pertama di Indonesia, Bandara Kemayoran juga menjadi bandara pertama tempat penyelenggaraan kegiatan-kegiatan kedirgantaraan. Misalnya, pada 1940 atau bertepatan dengan ulang tahun Raja Belanda, Bandara Kemayoran menjadi tuan rumah penyelenggaraan airshow pertama. Lalu pada 1984, barulah Indonesian Airshow digelar untuk pertama kali di bandara ini. (dari berbagai sumber)

 

Dunia Cap India Tidak Aman

Wanita, amankah di India? (Foto: theage)

Wanita, amankah di India? (Foto: theage)

AUSTRALIA – Adanya beberapa kasus penyerangan terhadap perempuan di Indiabelakangan ini menumbuhkan rasa ketakutan yang besar. Ini terutama dirasakan turis perempuan yang ingin berkunjung ke negara tersebut.

Turis asal Denmark, Judith Jensen, mengungkapkan bahwa banyak alasan yang membuatnya merasa tidak nyaman saat berlibur di India. Dia mengatakan tidak berani memberhentikan taksi di tengah jalan, tidak ingin tinggal di hotel sembarangan, dan tidak keluar sama sekali ketika hari sudah gelap.

“Membaca berita mengenai kasus-kasus pemerkosaan di India membuat saya semakin merasa takut di negara tersebut,” kata Jensen yang kini tengah berada di Delhi, seperti dikutip dariTheAge, Kamis (21/3/2013).

Padahal, promosi pariwisata “Incredible India” telah menambah jumlah wisatawan selama satu dekade terakhir menjadi 6,6 juta wisatawan per tahun, meski jumlahnya masih di bawah jumlah kunjungan turis ke China dan Malaysia. Tampaknya, kini usaha menambah jumlah wisatawan itu menjadi sia-sia, karena India telah mendapat cap sebagai destinasi yang tidak aman, terutama untuk perempuan.

Pemerintah India sendiri telah meyakinkan bahwa negaranya tidak berbahaya. Kasus penyerangan tidak sering terjadi, dan kebanyakan wisatawan justru tidak pernah mengalami kejadian tidak mengenakkan.

Namun, kedutaan besar negara lain memberikan travel warning yang meyakinkan warganya selalu berhati-hati di India. Kementerian Luar Negeri Swedia bahkan meminta warganya yang berkunjung ke India untuk pergi dalam grup wisata, dengan pemandu yang legal.

Peringatan sama juga diberikan oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Australia, dan Inggris. Negara-negara ini juga meminta warganya ekstra berhati-hati saat berada di India, terkait dengan kasus penyerangan yang terjadi akhir-akhir ini.

Alasan Kelapa Gading Jadi Incaran Investasi

detail berita

Sumber: ilenrock

JAKARTA – Tak hanya produk properti di tiap-tiap kawasan yang memiliki diferensiasi, karakter pembeli di tiap-tiap wilayah pun ternyata berbeda-beda.

Pimpinan perusahaan agen properti, Chika Property, Robert Kaonang mencontohkan, di Kelapa Gading, Jakarta Utara pembelinya kebanyakan berjiwa bisnis tinggi. Dalam artian, banyak pembeli di kawasan ini yang memanfaatkan propertinya sebagai investasi.

“Mereka cenderung melihat potensi kenaikan nilai investasinya. Maka tak heran jika sudah membeli satu produk, ada produk yang baru lagi mereka tetap beli. Sebab nilainya juga terus naik tinggi,” kata Robert saat ditemui di kantornya, Kamis (21/3/2013).

Sementara jika dibandingkan dengan pembeli di kawasan lain, lanjutnya, seperti di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, karakter pembelinya lebih benyak merupakan penghuni atau orang yang telah lama tinggal di situ dan cenderung untuk menggunakan (end user).

Tak hanya itu, ke depan Robert memperkirakan pembeli properti di wilayah Kelapa Gading dan sekitarnya akan lebih banyak membeli apartemen ketimbang rumah tapak. Alasannya adalah keterbatasan lahan dan tingginya harga rumah tapak (landed house) yang semakin membuat masyarakat kian melirik hunian vertikal (apartemen).

“Padahal enam tahun lalu, khususnya di wilayah Kelapa Gading, tidak terlalu banyak yang minat pada apartemen. Mau beli rumah second harga sudah tinggi dan perlu renovasi juga,” sebutnya.

Robert mengatakan, seiring naiknya harga tanah di wilayah ini dari tahun ke tahun, harga apartemen yang dibangun pun terus naik. Saat ini harrga apartemen paling murah di Kelapa Gading berkisar di atas Rp500 jutaan.

Menariknya lagi, meskipun kawasan ini terbilang daerah langganan banjir. Namun, tidak berpengaruh besar pada pasar properti di sana. Apalagi mereka menilai berinvestasi properti tidak pernah ada ruginya.

“Bebarapa kali kena banjir, pengaruhnya ada tapi pada beberapa customer saja. Tapi secara umum tidak berpengaruh besar. Karena banjir sifatnya sementera dan tidak membuat kerusakan fatal,” bebernya.

Dia pun menyebut, baik kawasan Kelapa Gading maupun Cempaka Putih, dan koridor Yos Sudarso yang secara geografis letaknya berdekatan, masih akan terus diincar sebagai lokasi investasi yang tepat. Salah satunya adalah proyek superblok Holland Village yang dikembangkan PT Lippo Karawaci Tbk di Cempaka Putih.

“Holland Village timing-nya tepat. Sebab dua sampai tiga tahun ke depan akan banyak orang pilih apartemen. Selain itu lokasinya strategis dan segmennya beda, yakni menengah ke atas yang tidak banyak persaingannya. Unit apartemen yang ditawarkan pun hanya dua tower, jadi investor juga tidak khawatir akan persaingan di sana,” pungkas Robert. (nia

Apartemen Grup ISPI di Bekasi Bakal Sasar Ekspat

Kamis, 21 Maret 2013 | 08:54

  
Ilustrasi Grup ISPI.
Ilustrasi Grup ISPI. (sumber: Grupispi.com)

Bekasi – Sukses membangun properti kawasan mandiri di wilayah Bekasi Timur, Grup ISPI berencana akan membangun apartemen pertama di kawasan Bekasi pada akhir tahun ini.

Komisaris Utama Grup ISPI, Preadi Ekarta mengatakan, rencana apartemen yang akan dibangun tersebut nanti akan menyasar para ekspatriat atau warga asing dari Asia, seperti Jepang, Korea dan Tiongkok.

“(Di) Kawasan industri ini ada sekitar 30 ribu warga Asia yang bekerja di sini. Dan ini peluang juga yang sangat besar bagi kami untuk membangun apartemen,” kata Preadi, saat menghadiri launching cluster Columbus Mansion, di Bekasi, Rabu (20/3).

Menurut Preadi, apartemen ini masih dalam persiapan, karena masih menunggu proyek komersial yang akan segera dibangun dalam waktu dekat ini. “Nanti kalau Giant sudah terbangun, kami nanti akan bangun apartemen. Paling lambat akhir tahun bisa dimulai pekerjaannya,” katanya.

Apalagi menurut Preadi, karena sampai saat ini lahan atau land bank yang dimiliki Grup ISPI masih sangat besar, yakni sekitar 20 hektar. Meski begitu, saat ini investasinya masih dalam persiapan secara matang, termasuk juga desainnya.

“Masih dalam proses. Kalau komersial jadi, baru kita akan jelaskan,” ujarnya pula.

 

Penulis: IMM/SIT

Intiland Gelar Topping Off Whiz Hotel Cikini

Rabu, 20 Maret 2013 | 19:17

  
Whiz Hotel
Whiz Hotel (sumber: Intiland)

Jakarta – PT Intiwhiz International, anak usaha pengembang properti PT Intiland Development Tbk menggelar acara penutupan atap atau topping off Whiz Hotel Cikini. Prosesi pelaksanaan topping off dilakukan oleh Moedjianto Soesilo Tjahjono, presiden direktur dan chief operating officer Intiwhiz serta didampingi oleh Ndang Mulyadi dan Anies Heriyanto direktur perseroan.

Moedjianto mengungkapkan proses pembangunan Whiz Hotel Cikini berjalan cukup lancar dan sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Pihaknya optimis pembangunan hotel tepat waktu dan dapat beroperasi pada triwulan ketiga 2013. Whiz Hotel Cikini akan menjadi hotel kedua di Jakarta yang akan beroperasi setelah perseroan mengoperasikan Grand Whiz Hotel Kelapa Gading pada Desember 2012 lalu.

“Kami merencanakan hotel ini dapat beroperasi sekitar bulan Juli 2013. Dengan enam keunggulan konsep easy access, good sleep, good shower, connectivity, desain yang stylish serta fasilitas dan hospitality yang diberikan, Kami yakin Whiz Hotel Cikini akan menjadi salah satu hotel favorit pilihan masyarakat,” kata Moedjianto dalam rilis yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Rabu (20/3)

Whiz Hotel Cikini berada di lokasi yang strategis, di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Hotel yang setinggi delapan lantai dan satu lantai basement untuk fasilitas parkir ini, menyediakan 135 kamar yang terdiri dari dua tipe, yakni standar dan deluxe.

Menurut Moedjianto, Whiz Hotel Cikini memberikan sejumlah keunggulan dari sisi lokasi yang mudah dijangkau serta dekat dengan pusat bisnis dan pemerintahan, fasilitas, maupun layanan. Sementara itu, di kawasan sekitar Whiz Hotel Cikini didukung oleh pusat hiburan, kuliner, serta fasilitas pendukung lainnya.

Perseroan terus menjajaki potensi pengembangan jaringan hotel Intiwhiz di sejumlah kota di Indonesia sebagai upaya perluasan bisnis. Strategi pengembangan jaringan hotel tersebut ditempuh lewat berbagai skema, seperti kerjasama strategis dengan pemilik tanah, build-operate-transfer (BOT), maupun sebagai manajemen operator hotel.

“Kami membuka peluang yang sebesarnya-besar kepada investor yang tertarik untuk turut serta bekerjasama dalam mengembangkan jaringan hotel Intiwhiz di seluruh Indonesia,” kata Moedjianto.

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

Sumber:PR