Jokowi Minta Singapura Dampingi Pembangunan MRT

Maket mass rapid transport (MRT), sebagai bentuk sosialisasi berkala sistem transportasi yang ditargetkan mulai beroperasi 2016 dengan trayek Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Lebak Bulus yang bisa mengangkut sebanyak 15000 orang dalam satu kali perjalanan.

Maket mass rapid transport (MRT), sebagai bentuk sosialisasi berkala sistem transportasi yang ditargetkan mulai beroperasi 2016 dengan trayek Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Lebak Bulus yang bisa mengangkut sebanyak 15000 orang dalam satu kali perjalanan. (sumber: JG Photo)

Jakarta – Selama dua hari, Sabtu-Minggu (30-31 Maret), Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Singapura dalam rangka rencana pembangunan sarana transportasi massal Mass Rapid Transit (MRT).

Jokowi bertolak ke Singapura bersama direksi MRT Jakarta, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Wiryatmoko, dan Kepala Bappeda DKI Sarwo Handhayani.

Saat berbicara kepada pers, Jokowi mengatakan akan menjadikan Singapura sebagai advisor dalam rangka pembangunan megaproyek tersebut.

“Di sana, kami meminta beberapa orang dari pihak MRT Singapura untuk menjadi advisor. Karena bulan ini akan diputuskan atau dimulai,” ujar Jokowi di Balai Kota, Senin (1/4).

Diakui Jokowi, rencana pembangunan MRT di Jakarta ini merupakan yang pertama di Indonesia, karena belum memiliki pengalaman dalam hal ini, ia merasa butuh pendampingan.

“MRT ini pertama di Indonesia. Kami belum punya pengalaman di situ, sehingga perlu didampingi. Untuk pengerjaan, rencana dan pelaksanaannya dari Jepang,” terangnya.

Mengenai banyaknya jumlah advisor untuk mendampingi, Jokowi mengatakan, ia butuh agar mendapat masukan yang beragam. Dari hasil kunjungan ke Singapura, Jokowi mengatakan, pendampingan tersebut sudah disetujui kedua belah pihak.

Ditambahkannya, dokumen-dokumen mengenai rencana pembangunan MRT tersebut dalam akan dirampungkan dalam beberapa minggu mendatang. Permintaan pendampingan ini, menurut Jokowi, merupakan salah satu upaya gerak cepatnya.

Selain untuk urusan MRT, kunjungan Jokowi dan rombongan ke Singapura adalah untuk melihat konsep taman. Pemprov DKI Jakarta berencana akan membuat taman untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang rencananya akan dibangun di kawasan-kawasan rusun, seperti di rusun Marunda.

Penulis: DMP/NAD

Sumber:Suara Pembaruan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s