Apartemen The Green Pramuka Gandeng OCBC NISP

Penandatanganan MoU kerjasama KPA yang dilakukan oleh Rudi Herjanto Saputra, Direktur PT Duta Paramindo Sejahtera, perusahaan yang mengembangkan apartemen The Green Pramuka dengan Thomas Arifin, Direktur Bank OCBC NISP di Marketing Gallery Apartemen The Green Pramuka, Jakarta, Selasa (2/4).

Penandatanganan MoU kerjasama KPA yang dilakukan oleh Rudi Herjanto Saputra, Direktur PT Duta Paramindo Sejahtera, perusahaan yang mengembangkan apartemen The Green Pramuka dengan Thomas Arifin, Direktur Bank OCBC NISP di Marketing Gallery Apartemen The Green Pramuka, Jakarta, Selasa (2/4). (sumber: Beritasatu.com/Feri Awan Hidayat)

Jakarta – PT Bank OCBC NISP memberikan fasilitas Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) dengan jangka waktu sampai 15 tahun untuk unit apartemen dan komersial di proyek apartemen The Green Pramuka yang berlokasi di Jalan Jend A Yani Kav 49, Jakarta Pusat.

Langkah ini seiring dengan penandatanganan MoU kerjasama KPA yang dilakukan oleh Rudi Herjanto Saputra, Direktur PT Duta Paramindo Sejahtera, perusahaan yang mengembangkan apartemen The Green Pramuka dengan Thomas Arifin, Direktur Bank OCBC NISP di Marketing Gallery Apartemen The Green Pramuka, Jakarta, Selasa (2/4).

Adapun skim kredit pemilikan apartemen yang diberikan oleh pihak OCBC NISP terwujud dalam pemberian fasilitas Down Payment (uang muka) sebesar 20 persen dari harga unit hunian, dengan sisanya akan di-cover oleh KPA dari Bank OCBC NISP.

Adapun suku bunga yang diberikan oleh pihak OCBC NISP kepada konsumen lewat kerjasama pembiayaan pemilikan apartemen ini, sebesar 8,25 persen fixed selama 2 tahun pertama.

Menurut C Y Andreas, Marketing Manager PT Duta Paramindo Sejahtera, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan enam bank pemberi KPA dalam melayani konsumen yang ingin menggunakan fasilitas tersebut.

Tidaklah mengherankan jika kemudian sebagian besar konsumen yang mengambil unit di apartemen The Green Pramuka banyak menggunakan fasilitas KPA.

“Untuk perinciannya, 50 persen menggunakan KPA, 20 persen cash keras dan sisanya menggunakan cash bertahap. Pembiayaan KPA banyak dipilih konsumen, karena tenornya lebih panjang dan besaran cicilannya juga terjangkau,” jelas dia.

Andreas merasa yakin bahwa lewat kerja sama ini dapat memberi lebih banyak pilihan bagi konsumen untuk menentukan jenis pembiayaan yang diinginkannya.

“Kalau dihitung dari harga jual unit apartemen, maka besaran cicilan yang harus dibayarkan konsumen tidak sampai Rp 2,5 juta per bulan,” pungkasnya.

Penulis: Feri Awan Hidayat/RIN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s