Promosi ke Dunia, Yogyakarta Sulit Saingi Pamor Bali

Tazbir (Foto: dok. pribadi)

Tazbir (Foto: dok. pribadi)

YOGYAKARTA – ITB Berlin 2013 memang sudah berlalu. Yogyakarta, yang turut andil, mengaku sulit menyaingi pamor Bali di mata wisatawan mancanegara.

Indonesia memiliki begitu banyak potensi pariwisata selain Bali yang sudah tersohor. Adalah kegiatan promosi yang menjadi kunci penting untuk mengembangkan sektor pariwisata Indonesia.

ITB (Internationale Tourismus-Börse) Berlin 2013 menjadi ajang yang sangat baik untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia. Pasalnya, tahun ini Indonesia menjadi negara mitra pameran pariwisata tahunan terbesar di dunia itu. Ajang inipun tidak disia-siakan Dinas Pariwisata Yogyakarta untuk mengenalkan potensi wisatanya.

“Saya ikut ke ITB Berlin 2013, ini sudah yang keempat kalinya saya ikut. Memang, dampaknya cukup baik bagi pariwisata karena ITB Berlin merupakan pameran wisata terbesar di dunia,” kata Tazbir, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, kepada saat ditemui Okezone di kantornya, baru-baru ini.

Bukan tanpa alasan pihaknya terlibat di ITB Berlin 2013. Pasalnya, wisatawan Eropa memang menjadi target pasarnya. Menurut data, hingga kini jumlah wisatawan Eropa yang datang ke Yogyakarta mencapai 40 persen di antara wisatawan mancanegara lainnya, dengan wisatawan terbanyak berasal dari Belanda. Wisatawan Belanda datang ke Yogyakarta demi menikmati wisata budaya serta sejarahnya. Maklum, masih banyak jejak peninggalan Belanda di Kota Gudeg ini.

Selain wisata budaya dan sejarah
, Dispar DIY pun mulai mempromosikan beberapa potensi wisata lainnya selama di ITB Berlin 2013. Salah satu yang diperkenalkan adalah Javanese spa.

“Memperkenalkan daerah selain Bali itu tidak gampang. Di ITB Berlin 2013,  Yogyakarta sudah mulai menggebrak pasar dan memanfaatkan kesempatan untuk promosi, walaupun stan kita masih bersatu dengan Paviliun Indonesia. Kita bawa spa ke sana, kita juga kasih demo Java Spa di sana,” tuturnya.

“Bali lebih terkenal, wajar, karena sejak zaman Belanda sudah ada poster yang mempromosikan Bali di sana. Sedangkan daerah-daerah lain baru dipromosikan setelah Indonesia merdeka,” simpulnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s