Tunggak Pajak Rp87,3 Juta, Restoran Papa Rons Pizza Disegel

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

Ilustrasi. (Foto: Okezone)
MEDAN – Pemerintah Kota Medan melalui Tim Terpadu Penegakan Peraturan Daerah menyegel salah satu outlet restoran cepat saji Papa Rons Pizza, yang berlokasi di Jalan Gajah Mada Medan hari ini.

Penyegelan outlet itu dilakukan karena pemilik usaha Papa Ron’s mangkir dari tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan kewajiban pajaknya sebesar Rp87.2 juta lebih, untuk periode Maret 2009-Juni 2010.

Ketua Tim Terpadu Penegakan Perda Kota Medan Muhammad Husni mengatakan, lewat penyegelan ini, seluruh aktivitas operasional restoran harus dihentikan, hingga pengusaha memenuhi seluruh kewajiban pajaknya pada pemerintah. Selama dihentikan, outlet tersebut akan diawasi, dan jika ditemukan kembali beroperasi, akan dilakukan penyitaan.

“Kita sudah melakukan pendekatan dan memberikan surat peringatan berulang kali kepada pengusahanya, agar segera melunasi pajak  yang tertunggak. Kita pun ingin mereka berusaha dengan tenang, tapi kalau pengusahanya pun tidak punya itikad baik, saya pikir kami harus tegas. Lagipula kalau mereka tidak membayarkan pajaknya, sama dengan mereka menggelapkan uang masyarakat  yang mereka kutip. Kan pajak itu dibebankan pada setiap pengunjung ke restoran ini,” sebutnya, Selasa (2/4/2013).

Di samping outlet Papa Ron’s Pizza, hari ini Tim Terpadu juga melakukan penyegelan terhadap sejumlah tempat usaha lainnya. Di antaranya Panti Pijat Permata Griya yang berlokasi di Jalan Amir Hamzah Medan, yang menunggak pajak sebesar Rp31,9 juta sejak Januari 2010 sampai Januari 2011, dan Oktober 2008 sampai November 2000.

Lalu ada pula rumah makan Warung Desa di Jalan Gaperta, Medan, yang menunggak pajak rutinnya sebesar Rp2,3 juta. Meski terbilang kecil, namun sempat hampir terjadi keriuhan saat penertiban pajak dilakukan. Pemilik usaha yang berulang kali sudah diminta untuk memenuhi kewajibannya cenderung berbelit dan mempermainkan petugas.

“Sebenarnya kalau kecil kayak begini, kita enggak terlalu memaksakan sampai ada penyegelan. Selagi memang kooperatif, pasti kita usahakan bagaimana mereka bisa mendapat keringanan. Tapi ini kita datangi, katanya ia. Tapi nyatanya sampai izin usahanya mati pun, pajak enggak dibayar juga. Jadi ya terpaksa kita segel,” cetusnya. (wdi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s