Turis Asia Tertipu Suvenir Palsu di Selandia Baru

Karpet Alpaca, suvenir khas Selandia Baru (Foto: alpacatienda)

Karpet Alpaca, suvenir khas Selandia Baru (Foto: alpacatienda)

AUCKLAND – Dua perusahaan suvenir di Selandia Baru dihukum dengan denda besar. Pasalnya, mereka menjual barang-barang palsu kepada turis dengan harga yang sangat mahal.

Perusahaan suvenir Top Sky Holdings Limited di Selandia baru dijerat dengan Undang-Undang Perdagangan Adil, dan didenda sebesar 140 ribu Dolar Selandia Baru karena menjual suvenir palsu dengan harga yang sangat mahal.

Barang-barang yang dijual, seperti permadani Alpaca, yang ternyata diimpor dari Peru tapi diakuinya buatan asli Selandia Baru. Harganya dipatok sebesar Rp3,2 juta hingga Rp6,5 juta, padahal biasanya harga karpet Alpaca asli Peru hanyalah Rp800 ribu.

Tak hanya barang lokal yang diakui sebagai barang impor. Beberapa barang asli Selandia Baru, seperti wol, diakui sebagai barang asli, padahal kandungannya tidak seperti yang tertera.

“Turis memang mau membayar lebih untuk barang-barang asli Selandia Baru. Namun, menjual suvenir asli Selandia Baru padahal palsu dan dihargai mahal adalah tindakan yang merugikan konsumen,” kata Mark Berry, Ketua Komisi Perdagangan Selandia Baru, seperti dikutip dari SMH,Rabu (3/4/2013).

Turis-turis yang biasanya membeli suvenir tersebut rata-rata berasal dari Asia, seperti China, Korea, dan Taiwan. Turis-turis ini rela membayar banyak untuk mendapat barang-barang asli Selandia Baru, yang sayangnya palsu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s