Proyek Kabel Bawah Laut Jawa-Bali Molor, Konsumsi BBM Untuk Listrik Boros

Jakarta – Konsumsi BBM untuk membangkitkan listrik PT PLN (Persero) bakal naik dari 5,6 juta kiloliter (KL) menjadi 6 juta KL tahun ini. Akibat molornya proyek kabel bawah laut Jawa-Bali.

“Jumlah ini melewati target yang ditentukan yakni sebesar 5,6 juta KL, meningkatnya konsumsi BBM ini untuk membangkitkan listrik ini karena efek dari mundurnya proyek pembangkit listrik tahun lalu dan berimbas ke tahun ini,” ungkap Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman ketika ditemui di Hotel Gran Melia, Jakarta, Senin (6/5/2013).

Dikatakan Jarman, salah satu proyek yang membuat konsumsi BBM PLN meningkat adalah molornya pengerjaan proyek kabel bawah laut Jawa-Bali. “Proyek ini sebenarnya ditergerkan pada akhir Desember 2012 namun baru akan selesai pada 2013,” ujarnya.

Proyek kabel bawah laut ini sebenarnya bisa mentransfer daya dari Jawa ke Bali sebesar 200 megawatt (MW). “Akibat molor, konsumsi BBM untuk listrik di Bali bertambah besar, ini karena hampir seluruh pembangkit listrik di Bali dibangkitkan menggunakan BBM,” katanya.

Nantinya kenaikan konsumsi BBM PLN ini akan dibahas kembali dalam APBN Perubahan (APBN-P) 2013.

“Ini nanti akan dibahas kembali di Rancangan APBN Perubahan 2013 dengan DPR Mei ini, karena kenaikan konsumsi BBM ini akan berdampak pada peningkatan subsidi listrik yang pada 2013 sudah ditetapkan sebesar Rp 80 triliun,” ungkapnya.

Dengan kabel listrik bawah laut ini, pasokan listrik dari PLTU (Batubara) dari Jawa akan ditransfer ke Bali tujuannya penggunaan BBM untuk listrik di Bali berkurang.

“Dengan molornya proyek ini, artinya akan membuat Bali akan lebih banyak memproduksi listrik dengan menggunakan BBM, karena hampir seluruh pembangkit listrik di Bali menggunakan BBM,” tandasnya.

Berdasarkan data PLN, proyek kabel listrik bawah laut Jawa-Bali ini senilai Rp 450 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh Sumitomo Corp, perusahaan asal Jepang, seharusnya proyek ini beroperasi pada akhir tahun 2012.

Selain membangun kabel bawah laut Jawa-Bali, PLN juga sedang mengembangkan proyek tegangan tinggi arus bolak-balik (high voltage alternating current/HVAC) yang menghubungnkan jalur Paiton-Banyuwangi-Gilomanuk-New Kapal.

Pengerjaan proytek ini akan terbagi dua tahap, yakni tahap pertama membangun dua menara setinggi 376 meter yang masing-masing berada di Jawa dan Bali.

Tahap kedua, PLN akan mengoperasikan transmisi 150 KV yang sudah ada dan bisa masuk ke gadru induk Gilimanuk. Proyek ini sudah mulai konstruksi pada September 2012 dan ditargetkan akan selesai pada 2015 dengan nilai proyek mencapai US$ 240 juta dan ditergetkan akan menambah pasokan 1.800 MW.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s