Kawasan Kuningan Lebih Prestisius & Menjual

 

detail berita

Kawasan Kuningan (Foto: Noe/Okezone)

JAKARTA – Kawasan segitiga emas Jakarta yang meliputi wilayah Kuningan, Sudirman, dan Thamrin masih menjadi primadona. Maka tak heran apabila banyak pengembang properti yang berlomba-lomba mengembangkan proyek di kawasan ini, mulai apartemen, hotel, hingga gedung perkantoran.

Di sisi lain, lahan di kawasan ini pun semakin terbatas. Namun, tingginya permintaan (demand) dari konsumen tidak sebanding dengan jumlah suplai yang ada. Hal tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi kalangan pengembang.

Menurut Manager Research and Consultancy dari konsultan properti Coldwell Banker Commercial, Meyriana Kesuma, alasan kawasan segitiga emas begitu banyak diminati adalah nilai prestisius, selain dari statusnya sebagai area primer di Jakarta.

“Kawasan Kuningan lebih prestise. Orang kalau lihat nama jalannya saja Rasuna Said sudah langsung tahu dan itu yang menarik banyak korporat untuk menyewa kantor di kawasan ini,” kata Meyriana kepada Okezone, usai topping off Lippo Kuningan di Jakarta, Selasa (7/5/2013).

Menurutnya, nilai prestise tersebut sekaligus menjadi jualan bagi produk properti yang dimiliki oleh pengembang tertentu. Selain itu, keunggulan lain dari daerah Kuningan, Jakarta Selatan, adalah akses yang mudah dan bebas 3 in 1.

“Aksesnya mudah untuk menuju Sudirman, Cawang, TB Simatupang. Meskipun sering macet tapi ada jalan alternatif yang bisa ditempuh. Apalagi ada jalur busway yang bisa memudahkan pekerja dari korporat-korporat yang berkantor di sini,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebagai area primer di Jakarta, harga tanah di Kuningan pun terbilang tinggi, rata-rata mencapai Rp22 juta sampai Rp25 juta per meter persegi (m2). Tingginya harga tanah tersebut juga  membuat banyak pengembang memilih mengembangkan perkantoran sewa (leasing office) ketimbang strata title.

“Perkantoran sewa tentunya lebih menguntungkan bagi sisi pengembang. Tapi di sini juga masih ada proyek kantor strata, hanya proyeknya baru rampung di 2014. Jadi suplai untuk 2013 ini memang sedikit,” papar Meyriana.

Sebagai informasi, developer-developer besar banyak yang mengembangkan proyeknya di wilayah ini. Sebut saja Bakrie Group melalui PT Bakrieland Development Tbk, yang membangun proyek OCEA Condotel di kawasan Rasuna Epicentrum.

Belum lagi Ciputra World yang dikembangkan oleh PT Ciputra Property Tbk. Secara berturut-turut mereka membangun Ciputra World I, Ciputra Wolrd II, dan Ciputra World III. Selanjutnya, Pakuwon Group yang mengembangkan Mal Kota Kasablanka yang termasuk proyek superblok seluas 9,5 hektare di Jalan Casablanca, Jakarta Selatan. (nia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s