Buka Puasa ala Dubes AS, Mulai dari Ketan Hitam Sampai Mendoan

Dubes Marciel (Foto: Runi/ Okezone)Dubes Marciel

JAKARTA – Rumah megah itu tampak ramai. Pengamanan yang ketat tak membuat suasana menjadi kaku, kesan akrab pun langsung terasa. Ya, itulah sekilas gambaran saat buka puasa bersama Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Scot Marciel.

Jamuan yang dihidangkan pun sesuai dengan lidah orang Indonesia, rendang, empal, ketan hitam untuk sajian berbuka, sampai tempe mendoan pun disajikan di rumah itu. Tamu yang hadir pun larut dalam suasana yang penuh keakraban tersebut.

Semua berbaur menjadi satu tanpa memandang status. Respons hangat saat berada di ruangan kediaman Wakil Dubes AS Kristen Bauer pun sangat terasa. Berbeda bila kita sedang berada di luar kediaman yang membuat “bulu kuduk merinding” karena terkesan angkuh.

Malam itu, Marciel mengadakan buka puasa bersama dengan beberapa aktivis-aktivis muda Indonesia, seperti dari KAMMI, PMII, HMI, dan KAHMI. Marciel juga mengundang para aktivis muda dari organisasi-organisasi, LSM dan institusi dari berbagai sektor maupun agama untuk berkumpul bersama.

Ya, Marciel akan mengakhiri masa jabatannya sebagai dubes AS di Indonesia. Dirinya pun bersilaturahmi dengan para aktivis muda dan sedikit berbagi cerita dengan mereka di sela buka puasa bersama tersebut.

“Saya senang berada di sini, dan ini merupakan hari terakhir saya puasa di Indonesia,” katanya, saat acara buka puasa bersama serta perpisahan Dubes AS, di Kediaman Wakil Dubes AS, Jakarta.

Ada tawa, ada sedih. Dirinya pun mengaku demikian. Sedih harus meninggalkan Indonesia yang telah memberinya banyak teman juga pengalaman. Tak hanya itu, bahkan dia menyebut jika masyarakat Indonesia sangat menyambut serta terbuka untuk dirinya dan keluarganya.

“Sedih, saya sudah punya banyak teman di sini dan sangat sulit mengucapkan selamat tinggal,” ujarnya singkat.

Kendati demikian, Marciel akan terus melanjutkan hubungan persahabatan antara kedua negara, walaupun dirinya sudah kembali ke kampung halamannya di California, AS.

“Tentu saja. Itu (hubungan persahabatan) sesuatu yang ingin dilakukan Presiden Obama dan pemerintahan kami secara keseluruhan. Saat saya nanti kembali ke Departemen Luar Negeri di Washington, saya masih akan menangani tentang Indonesia,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s