Gulai Telur Tebu, Menggoda di Ramadan

detail berita

Gulai telur tebu
Siapapun akan ketagihan bila mencoba menu satu ini. Tekstur yang lembut dan kenyal akan berpadu apik dengan rasanya yang gurih. Ini dia gulai telur tebu yang siap menggoda selera saat momen berbuka puasa.

Telur tebu merupakan makanan khas bagi suku Mandailing. Meski keberadaannya di Mandailing Natal, Sumatera Utara, mulai langka, hidangan satu ini kembali hadir di bulan Ramadan.

“Bentuk telur tebu sepintas mirip buah jagung, namun isi dan rasanya jauh berbeda. Telur tebu merupakan buah yang tumbuh di pucuk tanaman tebu yang tidak menghasilkan air gula,” kata Ani Farida, pembuat telur tebu.

Bagi warga suku Mandailing, telur tebu biasanya dihadirkan dengan cara digulai. Bumbu-bumbunya diolah seperti gulai biasa, terdiri dari bawang merah, tomat, serai, cabai merah giling serta santan kelapa.

Cara memasaknya, seluruh bumbu yang sudah disiapkan disatukan di dalam wajan kemudian di campur dengan santan kepala. Bumbu yang sudah dicampur dimasak dengan api kecil hingga santan berwarna kekuningan baru kemudian buah telur tebu yang sudah dikupas dimasukkan satu per satu ke wajan. Masukkan telur tebu secara perlahan sambil diaduk hingga masakan matang sempurna.

Meski jarang dijumpai, terkadang menu satu ini terlihat menghiasi ruangan pedagang makanan berbuka puasa bersama menu-menu khas lainnya. Makanan khas yang selalu mengundang selera ini tidak dapat dilupakan kelezatannya. Paling pas disantap bersama sepiring nasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s