Berbuka dengan Sajian Khas Negeri Sakura

(koran Sindo) – Koran SI

SELASA, 23 JULI 2013 18:10 wib

detail berita

(Foto: asianfoodfast)
MAKANAN Jepang, yang masih senapas dengan kuliner Asia, bisa menjadi pilihan berbuka puasa di luar. Apalagi, hidangan Jepang dikenal lezat sekaligus segar.

Sudah ada bayangan bersantap dengan menu apa saat berbuka puasa? Bagi yang masih bingung, hidangan Jepang mungkin bisa menjadi pilihan. Tidak ada salahnya berbuka dengan suguhan menu-menu dari negara berjuluk Matahari Terbit ini. Terlebih, hidangan ini masih sejalan dengan kuliner Asia. Hidangan Jepang identik dengan citarasa yang ringan, tidak magteg, dan segar.

Adalah restoran Sakura yang sudah tiga tahun belakangan meluncurkan paket berbuka puasa. Ide dari pembuatan paket berbuka ini tidak sekadar mengemas makanan Jepang menjadi menu berbuka yang baik dan bisa menjadi alternatif pilihan, tapi juga tetap mempertahankan ciri khas yang dimiliki dari setiap menu yang disajikan.

Permintaan paket berbuka puasa ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Jadi, tahun ini Sakura lebih percaya diri menghadirkan paket istimewa tersebut.

Demi menghindari kesan monoton, paket berbuka ini dihadirkan berbeda setiap minggunya. Beberapa paket takjil yang ditawarkan, di antaranya kurma, teh, martabak telur, dan tak lupa sentuhan Jepang pada menu tambahan, yaitu yakitori alias sate jepang.

”Yakitori ditampilkan dalam minggu pertama dan kedua. Sementara, yakisoba dan nikujaga pada minggu-minggu selanjutnya,” ujar Food & Beverage Manager Sakura Asep Harisman.

Lebih jauh Asep menuturkan, restoran yang berlokasi di Jalan R A Kartini (TB Simatupang) No 9 Lebak Bulus, Jakarta Selatan ini, terkenal dengan menu sashimi-nya yang mengangkat ikan tuna (maguro). Ikan tuna yang digunakan adalah grade A dan tidak semua restoran Jepang bisa menggunakan ikan ini. Pasalnya, ikan yang dibeli dari supplier dengan kuantitas beberapa puluh kilogram tersebut, harus tandas dalam waktu tiga hari. Hal ini guna menjaga kesegaran sashimi.

Ikan tuna diambil dari Samudra Hindia, yang juga diekspor ke Jepang dan Amerika. Sedikit info, maguro yang baru dipotong berwarna merah muda. Ketika terkena oksidasi atau udara, warna daging akan lebih merah hingga akhirnya putih.

Agar tetap segar, maguro harus disimpan di chiller dalam suhu 0-4 derajat Celsius. Di samping suhu yang terus dijaga, kunci kesegaran sashimi terletak pada darah yang tidak bercampur dengan daging. Maka itu, sewaktu di kapal, ikan tuna sudah lebih dulu dibersihkan dan disimpan dalam keadaan dingin. Jadi, saat sampai di restoran, ikan masih segar.

Nah, untuk menikmati maguro ada tekniknya sendiri. Celup daging di soyu, lalu jangan langsung digigit. Nikmati perlahan, kulum daging dan rasakan teksturnya di lidah. Barulah digigit. Permukaan maguro yang baik, lembut dan licin.

”Sewaktu digigit tidak mengeluarkan air, kecuali minyak ikannya. Tekstur ikan ini seperti agar-agar,” ucap Asep.

Hmm…totemo oishii. Benar-benar enak! Di samping sashimi, pengunjung juga bisa menjajal ramenala Sakura serta shabu-shabu. Asep mengatakan, sebagian besar bahan baku didatangkan dari negara asalnya guna menjaga keautentikan rasa. Sebut saja nirin ataupun kari dan bumbu lain.

Restoran yang memiliki dua cabang lain, yakni di Sudirman dan Cikampek ini, menghadirkan nuansa Jepang yang sarat dengan elemen kayu. Tampak beberapa ruangan privat yang didesain bergaya Jepang.

Awal berdiri restoran ini, 15 tahun silam, masih didominasi oleh warga Jepang. Belakangan, pengunjung lokal lebih menonjol ketimbang warga asing. Kebanyakan datang bersama keluarga.

Kembali lagi ke soal paket berbuka, di antara menu yang ditawarkan terdapat ebi tempura, tamago, chicken teriyaki, beef katsu, saikoro steak, dan sebagainya. Paket berbuka lengkap dengan takjil dan main courseini dibanderol seharga Rp135.000/orang.

Paket buka puasa tahun ini merupakan hasil kerja sama Sakura dengan Japan Culinary Week 2013. Sebuah program dari Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang (Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries of Japan-MAFF).

”Kami sengaja ingin mendekatkan kembali makanan Jepang kepada masyarakat Indonesia, salah satunya lewat paket berbuka puasa ini,” ujar Hiroshi Ikemoto selaku Public Relations of Japan Culinary Week 2013.

Dilanjutkan Ikemoto, dasar pemilihan makanan tambahan berupa yakitori, yakisoba, dan nikujaga karena kemiripan ketiga makanan ini dengan masakan Indonesia. Yakitori mirip dengan sate, sementara yakisoba dan niki juga serupa dengan mi goreng dan semur.

Pemerintah Jepang, kata Ikemoto, berencana menjalankan beberapa proyek kuliner Jepang yang bertujuan mengenalkan serta menambah pengalaman dalam hal makanan Jepang kepada Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s