Kelezatan Tersohor Sup Sipirok Medan

detail berita

Rumah Makan Sipirok
BERAGAM jenis masakan lezat tersedia di sejumlah rumah makan yang terletak di ruas-ruas jalan Kota Medan. Salah satunya Rumah Makan Sipirok, yang terkenal dengan sajian sup daging yang menjadi menu favorit pengunjung.

Kelezatan menu tersebut terletak pada bumbu racikannya yang meresap hingga ke daging. Untuk tetap menjaga kualitas, Yusniar (56), pemilik Rumah Makan Sipirok, selalu memperhatikan mutu daging yang dijadikan bahan baku utamanya.

Adapun daging yang dipilih adalah daging sapi dengan kualitas nomor satu. Yusniar mengaku, bumbu-bumbu yang menjadi tonggak kenikmatan rasa sup didapatnya dari sang ibu yang merintis rumah makan ini.

”Di sini pengunjung banyak yang memesan sup daging kalau makan. Mengenai bumbu-bumbu racikannya, saya tidak bisa ungkapkan di sini satu per satu. Tapi yang jelas, ini racikan turunan dari ibu saya yang merintis usaha rumah makan. Bumbu asli dari orang asli Sipirok,” ungkap Yusniar.

Sipirok adalah salah satu nama daerah di Tapanuli Selatan. Orangtua Yusniar merupakan perantau yang datang ke Kota Medan, lalu merintis usaha rumah makan yang diberi nama Rumah Makan Sipirok.

Demi menjaga citarasa masakan sup yang khas, Yusniar mengaku kerap ikut turun tangan di dapur. Dia tidak membiarkan karyawan-karyawannya meracik bumbu sup. Hal tersebut semata dilakukan Yusniar untuk menjaga kepercayaan pelanggan kepada sup daging milik rumah makan yang sekarang dikelolanya.

”Kalau urusan bumbu, saya yang langsung turun tangan. Karyawan hanya membersihkan dan mengupas bahan-bahannya, seperti bawang dan lain-lain. Ini supaya pelanggan tidak kecewa pada kami. Kalau rasanya berbeda, tentu pelanggan lari,” lanjut Yusniar.

Sup daging sapi yang disajikan pun terasa nikmat di lidah. Kenikmatan daging begitu terasa karena empuk ketika digigit. Rasa kuah supnya pun tidak terlalu pedas, tidak juga terlalu hambar. Aroma khas bumbu racikannya sangat terasa pas di lidah. Inilah yang membuat pelanggan Rumah Makan Sipirok kerap kembali.

Aldi (40), warga Jalan Setia Budi, Medan, yang mengaku menjadi pelanggan setia Rumah Makan Sipirok, mengungkapkan, dirinya dalam sebulan minimal dua kali menyempatkan makan sup di rumah makan ini. Aldi yang asli Medan mengaku sangat cocok dengan rasa sup buatan Yusniar.

”Entah kenapa saya merasa cocok saja makan sup di sini. Setelah saya makan sup di mana-mana, yang enak saya rasa di sini dan menjadi andalan pula. Selain itu, saya pun makan pakai nasi, pasangannya itu daun ubi tumbuk. Sudah ada enam tahun saya kenal rumah makan ini,” beber Aldi.

Bagi pencinta sup daging, Anda bisa mencoba menu-menu yang ditawarkan oleh rumah makan yang terletak di kawasan Jalan Sunggal, Medan ini. Lokasinya pun tidak jauh dari jalan besar, Jalan Gatot Subroto. Dekat dari persimpangan Pasar Sei Sikambing, Medan.

Menu yang menjadi andalan rumah makan ini bukan hanya sup daging. Ada juga sup sumsum tulang, sup daging kerbau, dan daging bakar. Mengenai harganya, Zulfikar (59), suami Yusniar, menyebutkan bahwa satu porsi sup daging sapi dibanderol dengan nominal Rp15.000, sementara sup sumsum kerbau dihargai Rp30.000 per porsi. Adapun untuk daging bakar yang disajikan dengan cabai merah yang dicacah halus diberi harga Rp7.000 satu porsi.

Harga tersebut tergolong murah untuk ukuran sup yang enak di Kota Medan. Hal itu pula yang membuat rumah makan yang berdiri sejak 2002 ini selalu ramai dikunjungi pembeli yang bukan hanya berasal dari Kota Medan.

”Dalam satu hari, kami mengeluarkan modal hingga Rp2 juta untuk berbelanja daging sapi segar. Kami juga menyediakan santapan arsik ikan emas bagi pelanggan. Harga menu-menu di rumah makan kami sengaja dipatok tidak terlalu mahal. Yang penting bagi kami pelanggan suka dengan makanan yang kami buat,” ujar Zulfikar.

Bagi yang sudah tidak sabar ingin mencicipi kelezatan sup daging ala Rumah Makan Sipirok, Anda harap menahan selera dahulu dalam beberapa pekan, sebab rumah makan ini sengaja menutup aktivitasnya untuk menghormati bulan suci Ramadan. Beberapa pekan setelah Idul Fitri baru direncanakan beroperasi kembali.

”Bulan puasa ini rumah makan sengaja ditutup, karena kami berpuasa dan menghormati orang-orang yang juga sedang berpuasa. Mudah-mudahan bisa kami buka kembali beberapa minggu setelah Lebaran,” tandas Zulfikar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s